Di pesisir selatan Pulau Sado, terdapat sebuah desa bersejarah kecil bernama Desa Shukunegi. Tempat ini dikelilingi lorong-lorong sempit, rumah kayu, dan aroma laut, semuanya seolah menjaga suasana Jepang kuno. Pulau Sado terletak di Laut Jepang, sekitar 45 kilometer dari pantai Prefektur Niigata, dan dapat diakses dengan mudah menggunakan feri.
Shukunegi menikmati masa kejayaannya dari akhir periode Edo hingga era Meiji sebagai pelabuhan yang terhubung dengan jalur perdagangan Kitamaebune. Kapal-kapal dagang melayari Laut Jepang, mengangkut beras, makanan laut, sake, dan barang-barang lainnya antara Osaka dan Hokkaido. Karena tambang emas dan perak di Sado sangat aktif saat itu, pulau ini menjadi titik perhentian penting untuk perdagangan, dan Shukunegi berkembang pesat lewat industri pengapalan dan pembuatan kapal.
Rumah Segitiga yang Terkenal
Jalan-jalan di Shukunegi ibarat labirin berbatu yang membentang di antara deretan rumah kayu tradisional. Tempat ini seakan belum tersentuh oleh kehidupan modern. Lebih dari 100 rumah masih berdiri kokoh di desa ini, dan banyak penduduk yang masih tinggal di dalamnya.
Yang paling terkenal di antara rumah-rumah tersebut adalah Sankakuya, atau yang dikenal sebagai Rumah Segitiga. Rumah ini dirancang oleh para pembangun kapal lokal yang memanfaatkan keterampilan mereka dalam pembuatan kapal untuk arsitektur. Struktur segitiga yang unik ini menjadi simbol Desa Shukunegi dan menarik banyak pengunjung setiap tahunnya. Di dalamnya, tangga curam dan ruangan kecil menunjukkan bagaimana setiap inci ruang dimanfaatkan dengan baik.
Desa ini diakui sebagai Kawasan Pelestarian Penting untuk Kota Bersejarah. Ini membantu untuk melindungi tidak hanya rumah-rumah, tetapi juga kehidupan sehari-hari yang terus berlangsung di sini.
Sejarah Maritim Pulau Sado

Museum Rakyat Sado Ogi, yang terletak tidak jauh dari desa ini, melestarikan sejarah Sado selatan. Bangunan bekas sekolah dasar kayu yang dibangun pada tahun 1920-an kini menjadi rumah bagi museum ini.
Di dalam museum terdapat ribuan alat-alat tradisional, peralatan memancing, dan material pembuatan kapal yang menceritakan kisah orang-orang yang pernah bekerja di pesisir ini. Daya tarik utamanya adalah replika ukuran penuh kapal Hakusan Maru. Kapal kargo besar ini dibangun berdasarkan dokumen sejarah dari Shukunegi. Pengunjung dapat menaiki kapal, menjelajahi interiornya, dan merasakan suasana pelayaran di era Edo.
Perahu Tub

Jika kamu berkunjung ke Sado, jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan pesona Shukunegi dan menjelajahi warisan maritim yang kaya di pulau ini. Dari rumah segitiga yang ikonik hingga museum yang kaya informasi, Shukunegi adalah tempat yang menghidupkan kembali kenangan masa lalu Jepang dengan cara yang unik dan menarik.

