Meski dikenal sebagai kota yang kaya akan kerajinan tekstil, karya-karya terbaik dari Lagartera terlalu mewah untuk digunakan sehari-hari. Mereka disimpan rapi di dalam peti kayu atau lemari, hanya muncul pada acara-acara khusus. Setiap bulan Juni, saat perayaan Hari Corpus Christi, gaun tradisional kota ini—yang dihiasi megah, berlipat, serta memiliki ornamen barok—kembali dipamerkan. Penduduk setempat menghias altar di ambang pintu rumah mereka dengan linen warisan keluarga yang berharga, sembari mengenakan kaus kaki, rok pelapis, dan blus yang telah dijahit tangan dengan penuh kasih dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Lagartera yang berpenduduk sekitar 1.200 jiwa ini terletak di Castilla La Mancha, Spanyol tengah. Meski Madrid hanya berjarak satu setengah jam berkendara, suasana di sini benar-benar berbeda. Wilayah ini dikenal sebagai La España vacía, atau Spanyol kosong, yang menyuguhkan panorama yang menakjubkan.
Setibanya di Lagartera, mata langsung dimanjakan oleh pemandangan megah pegunungan Sierra de Gredos yang diselimuti salju, menjulang tinggi dari dataran datar lembah Sungai Tagus. Dalam perjalanan menuju Museo Municipal Marcial Moreno Pascual, yang menampilkan sejarah kota ini, penulis melewati deretan toko kecil dengan linen yang dijahit indah tergantung di jendela.
Moreno García, 60 tahun, adalah seorang labrandera (penjahit) seumur hidup dan asli Lagartera. Sejak kecil, ia sudah belajar menjahit. “Aku belajar dari ibuku, dan dia dari neneknya,” ungkap Moreno García. Saat ini, ia terlibat dalam upaya melestarikan kerajinan ini melalui praktik pribadi dan keterlibatannya di Asociación Amigas del Traje de Lagartera, yang menawarkan berbagai workshop. “Kami perempuan Lagartera adalah pembawa dan penjaga warisan ini,” tambahnya. “Kami menciptakan asosiasi ini untuk melestarikan kostum tradisional dan bordir. Kita tidak bisa membiarkan warisan yang telah berusia berabad-abad ini memudar.”
Selama beberapa generasi, perempuan di sini telah mewariskan ilmu ini, berkumpul untuk menjahit di patio batu yang sejuk selama musim panas dan pindah ke dalam rumah di musim dingin, ke ruang atas rumah Lagartera yang besar dengan jendela yang menyerap cahaya. Kerja seni ini bukan hanya keterampilan, tetapi juga jalinan komunitas—perempuan berkumpul untuk menjahit dan bersosialisasi.
Bahkan hingga kini, banyak penduduk setempat yang belajar menjahit sejak kecil, dimulai dengan jahitan sederhana dan berlanjut ke teknik yang lebih kompleks yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Menghitung jahitan yang benar dan memastikan ketegangan benang yang tepat menjadi bagian dari proses yang tidak hanya menghasilkan karya seni, tetapi juga memperkuat ikatan antar generasi.

