Banyak traveler mengimpikan suatu saat tinggal di luar negeri, dan kini semakin banyak warga AS yang mewujudkan fantasi itu. Permintaan untuk kewarganegaraan tambahan, kesempatan tinggal, dan investasi di luar negeri mencapai puncaknya. Sebuah laporan terbaru dari firma perencanaan kewarganegaraan dan residensi, Henley & Partners, menunjukkan bahwa ini terjadi karena banyak orang kaya di AS mencari diversifikasi internasional dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Faktanya, kini banyak traveler yang membangun apa yang disebut “portofolio kedaulatan”, yaitu koleksi hak tinggal, kewarganegaraan, investasi, dan kepentingan bisnis di berbagai negara. Perubahan ini menjadi bagian dari gerakan yang kian berkembang di kalangan traveler kaya yang menginginkan lebih banyak fleksibilitas dan akses global. Dr. Parag Khanna, pendiri dan CEO AlphaGeo, sebuah firma data yang membantu Henley & Partners menganalisis tren ini, menjelaskan bahwa individu kaya di tahun 2026 tidak akan memilih satu negara saja; mereka sedang membangun portofolio yurisdiksi.“
Pada tahun 2025, jumlah aplikasi untuk program residensi dan kewarganegaraan melalui investasi—yang juga dikenal sebagai “golden visa” atau “golden passport”—dari warga negara AS meningkat dua kali lipat. Menurut Henley & Partners, angka ini tetap tinggi di tahun 2026. “Hanya 7% dari aplikasi yang berasal dari warga AS merupakan orang Amerika yang tinggal di luar negeri, menunjukkan bahwa permintaan ini sebagian besar didorong oleh warga AS yang masih tinggal di dalam negeri,” tegas laporan tersebut.
Menurut analisis Henley & Partners, Singapura menjadi destinasi utama untuk mobilitas kekayaan global. Mayoritas warga AS mencari peluang investasi kewarganegaraan dan tinggal di Eropa, dengan hampir setengah dari aplikasi mereka dialokasikan ke kawasan ini, dan Portugal serta Italia menjadi pilihan utama. Wilayah Amerika Latin dan Karibia juga menjadi pilihan populer bagi warga AS, dengan lebih dari seperempat aplikasi untuk program di khu tersebut.
Meski permintaan untuk program ini tinggi di kalangan warga AS, individu dari seluruh dunia juga mencari cara untuk mendiversifikasi kepemilikan residensi, kewarganegaraan, dan investasi mereka. Di paruh pertama tahun 2026, Henley & Partners menerima aplikasi dari 86 kebangsaan untuk 47 program migrasi investasi. “Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa tidak ada satu pemerintahan pun yang mengendalikan seluruh kehidupan dan modal keluarga,” ungkap Basil Mohr-Elzeki, managing partner dan kepala klien pribadi di Amerika pada Henley & Partners.
Bagi banyak traveler, khususnya warga negara Amerika, memperoleh status residensi dan kewarganegaraan di luar negeri memberi mereka rasa stabilitas “di dunia yang semakin sulit diprediksi,” ujar Mohr-Elzeki. Dengan kata lain, kombinasi ketegangan politik di AS dan konflik global saat ini telah mendorong lebih banyak warga AS untuk mencari opsi baru di luar negeri. “Apa yang dulunya hanyalah langkah pencegahan sederhana, yaitu memiliki paspor cadangan untuk keadaan darurat, kini menjadi disiplin yang sangat disengaja,” tambahnya.
Jadi, tampaknya gerakan menuju diversifikasi kewarganegaraan dan residensi ini bukan hanya sekadar tren sesaat. Ini adalah cerminan dari kebutuhan mendesak untuk menemukan tempat aman dan stabil di tengah ketidakpastian global, dan hal ini akan semakin menarik perhatian banyak orang di masa depan.

