Karya terbaru Dosa, “Time and Water,” yang sebagian besar diambil dekat Vatnajökull, gletser terbesar di selatan Islandia, serta gletser Okjökull di sudut barat pulau, perdana di Sundance pada Januari 2026. Di bab ini, Dosa mengisahkan tentang kakek-nenek penulis iklim asal Islandia yang mendapat penghargaan, Andri Snær Magnason, yaitu Hulda dan Árn, serta hilangnya salah satu gletser Islandia yang telah menjadi saksi bisu banyak momen berharga dalam kehidupan pasangan ini.
Lebih lanjut, Dosa berbagi tentang tantangan syuting di cuaca Islandia yang ekstrem, keterhubungan kreatif yang dia temukan dengan Magnason, dan banyak hal lainnya.
Kolaborasi yang Berkesan
Hal pertama yang perlu dipahami adalah kolaborasi mendalam antara Dosa dan Magnason—yang menulis buku “On Time and Water” (2019) serta penulisan prasasti obituari untuk upacara pemakaman gletser Okjökull. “Andrí dan saya bertemu saat mengerjakan ‘The Seer and the Unseen,’” kata Dosa. “Cara dia menyusun ide-ide itu begitu tak terduga dan unik. Kami mengobrol panjang soal representasi budaya elf di Islandia, politik ekonomi, dan politik lingkungan—apa yang dia bagi di pertemuan awal itu sangat membantu saya dalam menceritakan kisah ‘The Seer and the Unseen.’”
Kolaborasi kreatif ini pun berlanjut. “Di tahun 2019, ada artikel yang ditulis Magnason tentang cara mengucapkan selamat tinggal kepada gletser. Saya sangat tergerak oleh tulisan itu, dan ketika tahu andri yang menulisnya, saya langsung menghubunginya untuk mendiskusikan kemungkinan mengubah artikel itu menjadi film, bahkan sebelum bukunya terbit,” lanjut Dosa.
Ketika Geologi Menjadi Genealogi
Film ini bisa dibilang sebagai surat cinta, baik untuk bongkahan es kuno maupun untuk dua orang yang sangat menyayangi es tersebut. “Andri selalu bilang, Islandia tersimpan dalam lapisan cerita yang tak terlihat,” ungkap Dosa. Ada banyak karakter utama yang bersinar di sini, dari manusia hingga es. Film ini juga menyajikan cuplikan arsip kehidupan Hulda dan Árn, kakek-nenek Andri, bercampur dengan gambar-gambar menakjubkan gletser yang hibernasi. Suara halus dari es yang bergerak, pemandangan awan melintas di atas es yang bening, hingga penghormatan yang eventual untuk Ok, semua ini saling melengkapi dalam film ini. Seiring cerita berjalan, karakter utama perlahan menghilang—es yang surut, kakek yang hilang, dan nenek yang tersisa terakhir.

