Visa kini jadi sorotan utama bagi para penggemar olahraga yang ingin menyaksikan event internasional di Amerika Serikat. Dengan adanya kebijakan baru yang diumumkan, ada angin segar bagi fan yang berasal dari lima negara, termasuk Tunisia. Mereka tidak perlu lagi membayar jaminan visa untuk bisa masuk ke AS. Ini adalah perubahan signifikan yang bikin perjalanan ke event besar menjadi lebih mudah dan terjangkau.
Jika visa sudah dis granted dan traveler mengikuti semua aturannya—terutama yang terpenting, meninggalkan AS tepat waktu—jaminan itu bakal dikembalikan setelah selesai perjalanan. Namun, jika tidak, mereka berisiko kehilangan uangnya. Momen ini adalah langkah penting untuk membuat event seperti Piala Dunia bisa diakses oleh lebih banyak orang.
Negara-negara yang terdampak
Awalnya, program ini hanya diperuntukkan bagi dua negara, Malawi dan Zambia, yang dimulai pada Agustus 2025. Namun, program ini terus berkembang dan kini mencakup 50 negara, termasuk 30 negara Afrika, 9 negara Asia, 5 negara dari Amerika Utara (termasuk Karibia dan Amerika Tengah), 5 negara dari Oseania, serta 1 negara dari Amerika Selatan.
Negara-negara yang baru ditambahkan hingga 2 April meliputi Kamboja, Ethiopia, Georgia, Grenada, Lesotho, Mauritius, Mongolia, Mozambik, Nikaragua, Papua Nugini, dan Seychelles. Menariknya, beberapa negara yang mengirimkan tim nasional untuk berpartisipasi di Piala Dunia seperti Aljazair, Cape Verde, Pantai Gading, Senegal, dan Tunisia awalnya terkena kebijakan ini. Namun, dengan adanya pengecualian baru, penggemar dari lima negara tersebut yang berhasil mendapatkan tiket resmi Piala Dunia dan mendaftar melalui sistem visa cepat tidak perlu lagi membayar jaminan.
Masih ada ketidakjelasan terkait apakah kelompok lain akan dibebaskan dari persyaratan jaminan visa. Meskipun pemberlakuan larangan perjalanan sebelumnya di era Trump memberikan pengecualian bagi atlet dan pejabat yang berpartisipasi dalam acara internasional besar, tidak ada pengecualian lain yang secara eksplisit tercantum dalam program jaminan visa saat ini.
Kenapa ini penting untuk wisata olahraga di AS
Meski ada pengecualian untuk sebagian penggemar, kontroversi ini menggambarkan kompleksitas antara kebijakan imigrasi dan event olahraga global. Selama berbulan-bulan, kemungkinan adanya jaminan visa sebesar $15,000 menjadi salah satu kendala finansial terbesar bagi para fan dari negara-negara yang berpartisipasi. Berbeda dengan biaya tiket pesawat atau hotel yang bisa dicari dan dibandingkan, jaminan ini adalah pengeluaran yang tidak bisa diperhitungkan dengan cara yang sama.
“Untuk negara seperti Cape Verde, yang memiliki populasi relatif kecil, persyaratan ini bisa sangat membatasi kehadiran penggemar meskipun mereka baru pertama kali berkompetisi dalam turnamen ini,” ungkap pengacara imigrasi, Jimmy Lai, dari Lai & Turner Law Firm, sebelum pengecualian berlaku. Hal ini menjadi catatan penting bagi pihak penyelenggara untuk memastikan event seperti Piala Dunia bukan hanya memadai untuk para atlet, tetapi juga untuk para pendukung yang datang dari seluruh dunia.
Dengan kebijakan baru ini, harapan untuk menyaksikan event internasional kini menjangkau lebih banyak hati dan jiwa. Para penggemar punya kesempatan lebih untuk merasakan langsung euforia turnamen bersejarah, serta mendukung tim kesayangan mereka tanpa rasa khawatir yang berlebihan soal biaya yang harus dikeluarkan. Ini diawasi bahwa perjalanan lintas negara semakin diperkuat oleh kemudahan akses dan pengalaman yang tak terlupakan di dalam lapangan.
