Wajib Tahu: Apa yang Harus Diketahui Wisatawan Tentang Outbreak Ebola di Afrika Timur!
Beranda News Wajib Tahu: Apa yang Harus Diketahui Wisatawan Tentang Outbreak Ebola di Afrika Timur!
News

Wajib Tahu: Apa yang Harus Diketahui Wisatawan Tentang Outbreak Ebola di Afrika Timur!

Bagikan
Bagikan

Virus Bundibugyo, seperti jenis Ebola lainnya, bisa menyebabkan gejala seperti demam, kelelahan, muntah, diare, dan dalam kasus berat, perdarahan baik internal maupun eksternal. Penularannya terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh dari orang yang terinfeksi atau materi yang terkontaminasi, bukan melalui udara seperti Covid-19 atau flu.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), wabah Bundibugyo sebelumnya cenderung memiliki tingkat kematian yang lebih rendah dibandingkan dengan strain Zaire yang lebih dikenal, meskipun penyakit ini tetap dianggap sangat berbahaya dan bisa menyebar dengan cepat, terutama di daerah dengan infrastruktur kesehatan yang terbatas.

Apa yang membuat Bundibugyo berbeda dari strain Ebola lainnya?

Perbedaan utama adalah saat ini tidak ada vaksin atau pengobatan yang disetujui secara khusus untuk strain Bundibugyo. Respons terbaru terhadap Ebola, termasuk vaksin yang diterapkan selama wabah di Afrika Barat dan Republik Demokratik Kongo, dikembangkan untuk strain Zaire, yang historis menyebabkan wabah paling mematikan.

Otoritas kesehatan menyatakan bahwa pengobatan tersebut belum mendapatkan persetujuan formal untuk penyakit virus Bundibugyo. Strain ini dianggap agak kurang mematikan dibandingkan Ebola Zaire secara rata-rata, dengan tingkat kematian historis diperkirakan sekitar 25% hingga 50%, sementara pada beberapa wabah Zaire masa lalu, bisa mencapai 90%. Namun, para ahli memperingatkan bahwa angka kematian bervariasi secara signifikan tergantung seberapa cepat kasus terdeteksi, seefektif apa kontak dilacak, dan kualitas respons kesehatan lokal.

Bagaimana Bundibugyo Ebola menyebar?

Bundibugyo Ebola menyebar dengan cara yang sama seperti bentuk Ebola lainnya—melalui kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi atau materi yang terkontaminasi. Yang penting, virus ini tidak dianggap sebagai virus udara seperti Covid-19, flu, atau campak. Biasanya, seseorang baru menjadi menular setelah gejala muncul, sehingga kontak santai, seperti sekadar bertemu seseorang di bandara atau duduk dekat dengan seseorang yang tidak menunjukkan gejala, dianggap memiliki risiko yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan kontak fisik langsung dengan orang yang sakit.

Virus ini juga bisa menyebar melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi, terutama kelelawar dan primata, itulah sebabnya otoritas kesehatan menyarankan para pelancong untuk tidak menangani daging liar atau hewan di daerah wabah. Rumah sakit dan acara pemakaman historis menjadi lingkungan dengan risiko tertinggi selama wabah Ebola, khususnya di tempat yang kurang memiliki peralatan pelindung, sanitasi, atau prosedur kontrol infeksi. Anggota keluarga yang merawat kerabat yang sakit juga berisiko lebih tinggi.

Gejala bisa muncul dalam rentang waktu dua hingga 21 hari setelah paparan dan biasanya diawali dengan demam, kelelahan, nyeri otot, dan sakit kepala sebelum berkembang menjadi muntah, diare, dan pada kasus parah, perdarahan, serta kegagalan organ.

Apakah aman untuk bepergian ke Afrika Timur saat ini?

Saat ini, Afrika Timur belum terkena larangan perjalanan secara menyeluruh karena Ebola, artinya sebagian besar rencana perjalanan wisata seharusnya tidak terpengaruh. Wabah yang sedang berlangsung berpusat di DRC dan Uganda. Kenya, Rwanda, dan Tanzania tengah meningkatkan kesiapan dan pengawasan akibat pergerakan regional dan hubungan perjalanan yang saling terhubung. WHO menganjurkan negara-negara untuk tidak menutup perbatasan atau memberlakukan pembatasan perjalanan dan perdagangan, memperingatkan bahwa langkah-langkah tersebut dapat mendorong orang menuju jalur yang tidak terpantau dan merusak upaya untuk mengendalikan penyebaran.

Bagikan
Di tulis oleh
Andika Pratama

Jurnalis travel yang fokus pada perkembangan industri pariwisata nasional.

Artikel Terkait
H10 Hotels Kenalkan Aplikasi Mobile Baru yang Bikin Pengalaman Menginap Jadi Lebih Seru!
News

H10 Hotels Kenalkan Aplikasi Mobile Baru yang Bikin Pengalaman Menginap Jadi Lebih Seru!

H10 Hotels Luncurkan Aplikasi Mobile Baru untuk Pengalaman Menginap yang Lebih Baik...

Hotel Keluarga Terbaik yang Disetujui Orang Tua di New York City: Temukan Pilihan Seru untuk Liburan Keluarga!
News

Hotel Keluarga Terbaik yang Disetujui Orang Tua di New York City: Temukan Pilihan Seru untuk Liburan Keluarga!

Tempat Menginap yang Pas untuk Si Kecil Pecinta Kuliner Buat para orang...

Emirates Luncurkan Asuransi Perjalanan Terlengkap di Dunia: Siap Lindungi Liburanmu!
News

Emirates Luncurkan Asuransi Perjalanan Terlengkap di Dunia: Siap Lindungi Liburanmu!

Emirates Luncurkan Asuransi Perjalanan Terlengkap di Dunia Siapa yang tidak suka bepergian?...

Dari Swafoto di Puncak hingga Suasana Stadion: Tren Perjalanan Hari Ayah yang Menginspirasi Liburan Keluarga!
News

Dari Swafoto di Puncak hingga Suasana Stadion: Tren Perjalanan Hari Ayah yang Menginspirasi Liburan Keluarga!

Tren Perjalanan Hari Ayah: Dari Hadiah Material ke Pengalaman Tak Terlupakan Hari...