Argentina semakin mendekati peluncuran program paspor emas, dan para ahli mengatakan inisiatif ini diprediksi bakal jadi salah satu yang paling berpengaruh di dunia. Program ini jadi yang pertama sejenis di Amerika Selatan, dan menawarkan berbagai keuntungan unik, seperti kedekatan dengan Amerika Serikat, pijakan di negara dengan ekonomi G20, serta akses bebas visa ke banyak negara di seluruh dunia.
Paspot emas adalah program imigrasi di mana negara menawarkan kewarganegaraan kepada individu sebagai imbalan atas investasi signifikan di sektor-sektor tertentu. Dari sudut pandang kebijakan, program Argentina diharapkan “berbeda dari yang lain di pasaran,” menurut Arton Capital, sebuah perusahaan investasi yang mengkhususkan diri dalam kewarganegaraan global. Para ahli imigrasi mengatakan Argentina berencana membuatnya lebih mudah diakses dibandingkan program-program kompetitor dengan manfaat struktur unik, seperti waktu pemrosesan aplikasi yang singkat serta kemungkinan anggota keluarga bisa bergabung dengan investor utama secara gratis.
Berikut gambaran apa yang sudah diketahui tentang program ini, termasuk tanggal peluncuran yang diharapkan dan manfaatnya.
Kapan Argentina meluncurkan paspor emas?
Dasar hukum untuk program kewarganegaraan berbasis investasi Argentina pertama kali disahkan pada Juli 2025, ketika Presiden Javier Milei menandatangani Dekrit 524/2025. Legislatif ini memberikan kesempatan bagi para investor internasional untuk mengajukan kewarganegaraan tanpa harus tinggal di Argentina.
Saat ini, program ini sudah memasuki fase implementasi akhir, menurut Arton Capital. Namun, para pejabat masih mendiskusikan rincian kebijakan penting, seperti ambang investasi dan sektor yang memenuhi syarat, serta prosedur aplikasi.
Pada akhir April 2026, Milei menunjuk seorang direktur eksekutif untuk membantu membangun dan mengimplementasikan kerangka program ini. Dengan perkembangan penting ini, para ahli memprediksi bahwa program akan resmi diluncurkan pada paruh kedua tahun 2026.
Apa yang membedakan program ini dari paspor emas lainnya?
Skema kewarganegaraan berbasis investasi Argentina akan menawarkan berbagai keuntungan untuk para pelancong, termasuk akses yang mudah ke beberapa destinasi internasional paling populer. Paspor negara ini menduduki peringkat ke-16 di dunia, memberikan mobilitas terbaik dan akses bebas visa ke 114 negara, menurut Passport Index.
Ini akan jadi daya tarik utama bagi para investor dan warga global. “Dengan kedekatannya dengan Amerika Serikat, serta kemungkinan akses bebas visa ke Inggris, Uruguay, dan Jepang, program Argentina akan menjadi opsi sangat menarik bagi mereka yang ingin memiliki pilihan tanpa harus sepenuhnya mengubah hidup mereka,” ungkap Armand Arton, CEO Arton Capital dan pendiri Passport Index.
Pelanggan dengan paspor Argentina juga mendapatkan akses perjalanan bebas melalui negara-negara Amerika Selatan yang merupakan bagian dari blok Mercosur, termasuk Uruguay, Bolivia, Brasil, Chili, Kolombia, Ekuador, Paraguay, dan Peru.
Keuntungan utama lainnya adalah waktu persetujuan program yang singkat. Aplikasi diproyeksikan akan diproses dalam waktu 30 hari kerja, menurut Kementerian Ekonomi Argentina. Ini kemungkinan akan membuat paspor emas Argentina “sangat kompetitif di industri ini,” kata Arton. “Ini bisa membedakan dirinya dengan waktu pemrosesan yang diproyeksikan 30 hari, bersaing dengan waktu pemrosesan program Karibia yang saat ini terdepan, termasuk Saint Lucia, Grenada, dan Antigua dan Barbuda,” tuturnya.
Namun, penting untuk dicatat bahwa semua ini masih berupa proposal. Para pelancong harus menunggu peluncuran resmi program ini untuk mengetahui dengan pasti bagaimana strukturnya.
Apa saja syarat investasi yang ditentukan?
Aspek terbesar dari program kewarganegaraan berbasis investasi yang belum ditetapkan adalah jumlah dan jenis investasi yang diperlukan untuk para pelancong berpartisipasi dalam skema ini.
Biasanya, dalam inisiatif paspor emas, pejabat negara menetapkan ambang investasi minimum yang mencapai ratusan ribu dolar dan menargetkan sektor ekonomi yang ingin mereka kembangkan. “Semua itu tergantung pada kebutuhan masing-masing negara, dengan program di seluruh dunia disesuaikan untuk memberi manfaat kepada warga negara tuan rumah—serta para investor,” kata Arton.
