Di pegunungan Higashiyoshino, Desa Takami, yang lebih dikenal sebagai Takami no Sato, hampir tidak terdengar di kalangan wisatawan. Lokasinya hanya berjarak beberapa kilometer dari Takami Pass, yang membatasi Prefektur Nara dan Mie. Terletak sekitar 650 meter di atas permukaan laut dekat Gunung Takami, tempat ini sering disebut sebagai “taman di langit.” Dulu, area ini bukanlah tempat wisata; beberapa tahun lalu, ini adalah lahan hutan. Namun, setelah industri kehutanan mengalami penurunan, pemiliknya perlahan-lahan mengubah gunung ini dengan menanam pohon sakura menjuntai. Kini, upaya tersebut telah menjelma menjadi salah satu lanskap musim semi terindah di Kansai.
Takami no Sato
Takami no Sato bukanlah tempat sakura biasa. Di lereng bukit ini terdapat lebih dari 1.000 pohon sakura menjuntai daripada jenis Somei Yoshino yang umum. Karena berada di ketinggian yang lebih tinggi, bunga-bunga di sini mekar lebih lambat dibandingkan tempat lainnya di Nara, biasanya mencapai puncaknya sekitar pertengahan April.
Di puncaknya, “Bukit Milenium” menawarkan pemandangan luas di mana lapisan warna pink membentang di antara pegunungan. Saat hari cerah, warna-warna tersebut terasa hampir tidak nyata; bunga pink muda berpadu dengan forsythia kuning dan spirea putih. Dari sini, kita bahkan bisa melihat bagian dari Pegunungan Yoshino yang jauh di sana.
Musim Sakura

Taman ini hanya dibuka saat musim sakura, biasanya hanya dalam jangka waktu singkat di bulan April. Jalur pejalan kaki membentang naik sejauh sekitar 600 meter, dengan banyak tangga di sepanjang jalan. Jika berjalan kaki bukan pilihan yang menarik, tersedia shuttle gratis dan kereta kecil di dalam taman yang bikin perjalanan lebih mudah.
Ada banyak bangku yang tersebar di sekitar, di mana pengunjung bisa duduk sambil menikmati pemandangan. Di dekat area utama, terdapat kios makanan kecil dan kafe yang menyajikan berbagai camilan lokal, serta udon dan kari. Makanan musiman seperti sakura taiyaki dan soft serve sangat populer, walaupun sering kali cepat habis. Karena desa ini jauh dari keramaian kota, suasananya terasa tenang dan terpisah dari tempat Hanami yang padat pengunjung.
Hari kerja lebih tenang, sedangkan akhir pekan bisa menjadi cukup ramai, terutama saat bunga sedang mekar sempurna.
