Di Jepang, nama-nama roti seringkali cukup jelas menggambarkan isinya. Misalnya, roti kari adalah roti yang diisi dengan kari, dan roti yakisoba adalah bun yang diisi dengan mie goreng yakisoba. Namun, ada satu jenis roti yang bikin penasaran, yaitu Roti Nara. Sebenarnya, apa sih Roti Nara itu?
Nara adalah nama kota yang terkenal dengan rusa-rusa yang berkeliaran bebas di Nara Park. Rusa-rusa ini, kadang-kadang, bahkan sampai melintasi prefektur tetangga. Tapi jangan khawatir, karena Roti Nara tidak mengandung daging rusa—daging ini tidak umum dimakan di Jepang, dan di Nara sendiri, rusa dianggap sebagai teman dan bukan sebagai makanan.
Keunikan Roti Nara adalah, kamu tidak bisa sembarangan menemukan roti ini di toko roti manapun di Jepang. Bahkan di Nara, ada satu tempat khusus yang menjualnya, dan itu pun jauh dari Nara Park. Roti Nara hanya bisa dibeli di toko souvenir lokal bernama Hari Terrace, yang letaknya sekitar 40 menit dari Nara Park jika pakai mobil.
Hari Terrace
Meskipun tidak mudah diakses, Roti Nara sangat populer dan selalu laku ketika dijual. Reporter kami, Masami, sudah berulang kali mencoba membeli roti ini, tapi setiap kali dia datang, staf di sana bilang bahwa sudah habis. Namun, pada kunjungannya terbaru, keberuntungan berpihak padanya saat melihat banyak Roti Nara tersedia!

Masami memang beruntung, karena dia datang tepat saat toko mengeluarkan batch kedua roti yang baru saja dipajang. Tentu saja, kesempatan ini tidak mau dia lewatkan! Dia langsung mengambil Roti Nara seharga 280 yen dan bergegas pulang untuk mencicipinya.
Roti Nara memiliki kerak yang kokoh dan dari luar tampak seperti baguette kecil. Setelah sampai di rumah, Masami memanaskannya sedikit di oven toaster, dan sebelum menggigitnya, dia membuka roti ini agar terlihat isinya.

Dan isinya adalah Nara-zuke, atau acar gaya Nara! Nara-zuke terbuat dari sayuran atau buah seperti timun, melon putih, jahe, atau bahkan semangka yang direndam dalam campuran miso, garam, dan sake lees. Rasa yang dihasilkan adalah perpaduan antara garam yang kuat dengan nuansa beras dan sake, disertai aroma khas sake, meski acar ini tetap non-alkohol. Nara Bread juga mencampurkan sedikit mayo ke dalam isian ini.
Awalnya, Masami merasa ragu apakah acar yang begitu tradisional akan cocok dengan elemen Barat seperti roti dan mayo, tapi ternyata kombinasi ini sangat nikmat. Ada kerapuhan yang menyenangkan dari roti dan acar, dan mayo sedikit meredakan rasa tajam dari acar, sehingga semuanya terintergrasi dengan sempurna. Roti Nara punya rasa yang kaya dan cocok banget dijadikan teman sarapan, snack antara waktu makan, atau bahkan camilan saat menikmati bir, cocktail, atau segelas sake setelah bekerja.

Seperti yang sudah disebutkan, Roti Nara saat ini hanya tersedia di toko souvenir Hari Terrace, yang berlokasi dekat dengan Hari Interchange dari Meihan Expressway, yang menghubungkan Osaka dan Nagoya. Jadi, jika kamu sedang berkunjung ke daerah itu, jangan lupa masukkan Roti Nara ke dalam daftar belanja oleh-olehmu!

