WTM London 2023: Sorotan dari Para Ahli Perjalanan Dunia
WTM London tahun ini bakal jadi tempat berkumpulnya sejumlah tokoh penting dari Expedia, Skyscanner, dan Booking.com. Mereka bakal berbagi wawasan menarik di beberapa panggung top dengan tema yang kekinian. Momen ini jelas jadi kesempatan emas bagi para pelaku industri pariwisata untuk mendapatkan insight yang mendalam dan menginspirasi.
Chris Carter-Chapman, Event Director WTM London, menekankan bahwa program kali ini menggambarkan arah industri yang sedang berkembang. “Kami menggabungkan data-led insight di Trends Stage, pemikiran praktis di Future Stage, dan solusi kreatif di Experience Hub,” tuturnya. Pastinya, para peserta bakal pulang dengan ide-ide segar dan alat untuk merealisasikannya!
Serunya lagi, ada juga WTM Wanderlust Headliner Stage yang menampilkan deretan nama-nama besar di industri pariwisata bersama menteri pariwisata dari berbagai negara. Ini menjadi panggung yang sayang sekali untuk dilewatkan.
Menggali Tren Terbaru di Dunia Perjalanan
Panggung Trends Stage menjadi sorotan utama WTM karena berfungsi seperti “detak jantung industri”, yang membahas tren perjalanan terkini dengan data dan showcase yang inspiratif. Pembuka keynote akan diisi oleh Stephen Cheng, Wakil Presiden B2B Expedia Group, dengan sesi intinya berjudul ‘The Business of Trends – Identifying a Fad or the Future?’. Diskusi ini bakal dimoderatori oleh Dan Christian, pendiri Travel Trends Podcast, podcast B2B perjalanan nomor satu di dunia.
Hari kedua akan fokus pada krisis iklim dengan Kirsty Webster dari Skyscanner yang bakal membahas sesi berjudul ‘Too Hot to Handle? Climate Risk and Future Demand’. Dia akan mengeksplorasi bagaimana kejadian ekstrem seperti gelombang panas dan banjir mempengaruhi dunia perjalanan. Kita juga akan melihat permintaan yang terus meningkat untuk tujuan yang lebih dingin dan perjalanan berjejak karbon lebih kecil.
Di hari ketiga, Ash Bhardwaj, jurnalis dan penyiar pemenang penghargaan, akan berbicara tentang ‘The Contradiction Economy: What to Do When the Traveller Wants It All’. Sesi ini bakal membantu peserta memahami bagaimana para pelancong ingin mengalami segalanya dalam satu perjalanan, mulai dari perayaan hingga relaksasi, serta bagaimana bisnis dapat memenuhi keinginan tersebut.
Berbagai topik menarik lainnya juga bakal dibahas, termasuk perilaku pencarian, AI, pariwisata olahraga, dan loyalitas konsumen. Dari segi pasar, akan ada fokus pada sektor layanan kesehatan, pasar menengah, dan peluang penetrasi di pasar India, China, Timur Tengah, dan Afrika.
Membayangkan Masa Depan Perjalanan
Panggung Future Stage memberi ruang bagi para pemimpin, investor, dan inovator dalam industri perjalanan untuk membangun jaringan yang kuat untuk pertumbuhan yang bertanggung jawab. Di sini, akan ada pembicara ciamik seperti Julie Cheetham, CEO Travalyst – organisasi nirlaba yang didirikan oleh Pangeran Harry – serta James Healey dari Booking.com yang punya pengalaman di Nike dan Amazon.
Lebih dari selusin sesi dalam tiga hari ke depan bakal membahas isu penting mengenai AI, data, dan otomasi. Khusus pada hari kedua, ada pembahasan mengenai pengembangan rute penerbangan, dekarbonisasi, serta dampak terhadap lingkungan sekitar, ditambah sesi tentang industri pelayaran yang menghubungkan kapal dengan destinasi dan masyarakat setempat.
Sesi menarik lainnya adalah pembahasan tentang rekrutmen, yang membahas jalan karir dan masalah kekurangan talenta di industri ini. Tiga hari yang penuh ini akan memuncak dengan acara Travel Massive Investor & Entrepreneur Meet Up, menawarkan peluang bagi para pendiri perusahaan untuk terhubung dengan investor.
Experience Hub: Ruang Kreatif untuk Semua
Experience Hub ditujukan bagi para pemasar dan kreator budaya, menjadi area kolaboratif untuk menciptakan pengalaman yang inklusif dan bernilai secara komersial. Topik diskusi akan mencakup krisis iklim, perjalanan aksesibel, pasar niche, serta pariwisata halal.
Grace Miller, pendiri Experiment Media, yang dijuluki “gadisk yang dibayar untuk gagal”, akan membahas tema kegagalan. Konsep ini akan dibahas bersama Richard Thompson dari Inclu Group, yang berbagi inovasi di bidang perjalanan yang dapat diakses, serta Ruby Gelderbloem dari Cape Town yang berbagi cara mempersiapkan destinasi untuk pertumbuhan yang akan datang.
Sesi penutup bakal membantu peserta merangkum ide-ide selama tiga hari menjadi rencana aksi yang realistis. Peserta yang mengikuti sesi Experience Hub akan mendapatkan Monday Morning Toolkit setelah WTM untuk mendukung implementasi pembelajaran di dunia nyata.
Dengan semua yang ditawarkan, WTM London tahun ini benar-benar jadi tempat yang tepat untuk menangkap semangat dan masa depan industri pariwisata. Siapa yang tidak mau tahu lebih jauh tentang tren dan inovasi di dunia yang selalu berubah ini?

