Siapa yang Berhak Mengatur Jendela Pesawat? Aturan Tak Tertulis Tentang Etika Tirai di Udara!
Beranda News Siapa yang Berhak Mengatur Jendela Pesawat? Aturan Tak Tertulis Tentang Etika Tirai di Udara!
News

Siapa yang Berhak Mengatur Jendela Pesawat? Aturan Tak Tertulis Tentang Etika Tirai di Udara!

Bagikan
Bagikan

Alarm sabuk pengaman berbunyi. Lampu kabin meredup. Di atas, tirai jendela terbuka dengan cepat, dan seketika cahaya hari menembus kabin yang gelap.

Sedikit momen dalam perjalanan udara yang bisa memicu reaksi langsung seperti saat tirai jendela dibuka tiba-tiba. Meski begitu, etika jendela ini jarang jadi perbincangan, padahal hal ini bisa membuyarkan tidur, mengubah suasana hati, dan dalam beberapa kasus, merusak pengalaman penerbangan secara keseluruhan.

Pada pandangan pertama, aturannya terlihat sederhana. Menurut analis penerbangan Gary Leff, kendali atas jendela sepenuhnya milik orang yang duduk di sampingnya. “Kalau mau mengendalikan jendela, ambil kursi jendela,” ujarnya. Namun, ia juga menambahkan bahwa kendali ini datang “dengan tanggung jawab besar.”

Tanggung jawab ini paling jelas terlihat pada penerbangan malam. Saat kabin gelap dan luar terang benderang—seperti rute transatlantic pagi hari yang klasik—tirai terbuka bisa membanjiri deretan kursi dengan cahaya, membangunkan penumpang yang sedang tidur dan merusak suasana kabin yang telah disiapkan dengan hati-hati. Dalam situasi seperti ini, Leff tegas: Biarkan tirai tetap tertutup. Jika perlu melihat sejenak untuk menenangkan diri atau mengetahui orientasi, itu masih wajar. Tapi harus sekejap saja.

Para awak kabin, tentu saja, memiliki kekuasaan di atas semua penumpang. Jika mereka menginstruksikan untuk membiarkan jendela tetap tertutup, maka begitu jadinya. Saat lepas landas dan mendarat, sebaliknya sering berlaku, dengan tirai jendela tetap terbuka agar mata dapat beradaptasi jika terjadi keadaan darurat.

Namun, yang bikin rumit adalah ketika jendela tidak jelas milik siapa. Jendela-jendela yang setengah berada di satu kursi, setengah di kursi lain, berada dalam keadaan tak berpenghuni. Leff menyarankan agar posisi default seharusnya berlaku; jika jendela tertutup, biarkan tetap tertutup kecuali kedua belah pihak setuju sebaliknya. Setiap perubahan dalam konteks tersebut menjadi negosiasi, bukan hak.

Tetapi tidak semua orang sepakat. Penulis perjalanan Keith Jenkins mengakui bahwa ia merasa bingung dengan jendela yang selalu tertutup. Ia bertanya, “kalau kamu tidak mau menikmati pemandangan, kenapa memilih kursi jendela?” Baginya, kesenangan terbang masih terkait dengan melihat pesisir yang muncul, gumpalan awan yang berubah, dan kota yang bersinar di malam hari. Bahkan pada penerbangan jarak jauh, ia kadang-kadang mengangkat tirai untuk melihat ke luar, sebelum menurunkannya lagi demi sopan santun.

Tensi ini sebenarnya lebih tentang pandangan yang berbeda tentang apa arti terbang. Bagi beberapa penumpang, terutama yang sering terbang, penerbangan adalah waktu mati yang harus diminimalkan: tidur, bekerja, dan tiba. Namun bagi yang lain, terbang masih merupakan sebuah pengalaman yang layak untuk dinikmati.

Bagikan
Di tulis oleh
Andika Pratama

Jurnalis travel yang fokus pada perkembangan industri pariwisata nasional.

Artikel Terkait
EXPLORA JOURNEYS RESMIKAN EXPLORA III: Kapal Pesiar Mewah Siap Menghadirkan Petualangan Tak Terlupakan!
News

EXPLORA JOURNEYS RESMIKAN EXPLORA III: Kapal Pesiar Mewah Siap Menghadirkan Petualangan Tak Terlupakan!

Pencapaian Baru untuk Eksplorasi Laut: EXPLORA III Resmi Bergabung Pagi ini, di...

Banyan Group Residences Rilis Apartemen Mewah Banyan Tree Beach Residences Varuna di Laguna Phuket!
News

Banyan Group Residences Rilis Apartemen Mewah Banyan Tree Beach Residences Varuna di Laguna Phuket!

Banyan Tree Beach Residences Varuna: Hunian Mewah di Tepian Pantai Phuket Banyan...

Kimpton Pertama di Indonesia Segera Dibuka oleh IHG Hotels & Resorts – Siap Memikat Pecinta Traveling!
News

Kimpton Pertama di Indonesia Segera Dibuka oleh IHG Hotels & Resorts – Siap Memikat Pecinta Traveling!

IHG Hotels & Resorts baru saja memberikan bocoran menarik mengenai Kimpton Suntaya...

Cheval Collection Raih Penghargaan Bergengsi sebagai Kontribusi Lintas Merek Terbaik di Global Hotel Alliance Awards!
News

Cheval Collection Raih Penghargaan Bergengsi sebagai Kontribusi Lintas Merek Terbaik di Global Hotel Alliance Awards!

Cheval Collection, perusahaan apartemen hotel mewah yang berbasis di Inggris dengan portofolio...