Onboard/Offboard adalah sebuah seri yang mengungkapkan sorotan-sorotan tak terlewatkan dari pelayaran favorit kita—mulai dari wisata pantai yang bisa dipesan hingga perawatan spa yang terlalu santai untuk dilewatkan.
Belakangan ini, banyak kapal pesiar baru yang berlayar secara rutin, dan banyak perusahaan pelayaran yang mengalokasikan sumber daya untuk memperbarui armada mereka—termasuk Celebrity Cruises. Yang pertama dalam proyek revitalisasi senilai $250 juta dari lima kapal Solstice Series-nya, Celebrity Solstice baru saja memulai musim perdananya di Alaska bulan ini dengan ayah dan saya di dalamnya. Begitu kami naik kapal di Vancouver, saya langsung mengenali kapal ini—seluruh keluarga saya sudah pernah berlayar dengan Solstice tiga tahun yang lalu untuk merayakan ulang tahun ayah saya yang ke-80. Seru banget menemukan beberapa tempat favorit dari pelayaran itu, seperti Sky Observation Lounge, Solarium, dan Martini Bar, sambil menjelajahi spot baru seperti The Parlor yang punya vibe bar olahraga dan berbagai permainan (Ski-Ball, siapa yang mau?), serta Boulevard Lounge yang cozy. Selama hari-hari di laut, kami dibanjiri berbagai event seru, tapi kami juga berhasil menemukan banyak waktu untuk bersantai dan menikmati waktu ayah dan anak perempuan bersama. Yuk, simak sorotan dari pengalaman kami di kapal dan di luar!
Di Atas Kapal: Menyerap sinar matahari yang (kadang sulit) didapat
Hari ketika ayah dan saya naik Solstice di Vancouver, cuacanya benar-benar sempurna: udara segar, langit biru, dan orca bermain-main di pelabuhan. Keinginan untuk berada di luar sangat besar, begitu kami menurunkan tas, kami langsung menuju Sunset Park, ruang terbuka luas di Deck 15 di bagian atas kapal. Ini adalah perkembangan dari The Lawn Club, ruang outdoor favorit Celebrity di kapal Solstice Series yang memang cocok untuk bersantai, bermain, mendengarkan musik live, dan menonton film di bawah bintang. Ruang ini telah ditransformasi dengan lebih banyak tempat duduk yang cozy dalam vignette, banyak di antaranya tertutup untuk melindungi dari sinar matahari, dan ada juga kabana yang menghadap lautan untuk privasi lebih. Tidak sampai beberapa hari perjalanan saya baru menemukan Sunset Café, yang terletak di Sunset Park, menyajikan makanan ringan untuk sarapan dan makan siang; egg bites yang gurih itu wajib dicoba. Kafe ini juga punya “jam kue hangat” setiap sore, di mana saya memanjakan diri dengan kue dan minuman segar dari Sunset Bar.
Musim semi di Alaska bisa membawa langit kelabu dan hujan, tapi saat matahari muncul, seperti pada hari kami tiba di Juneau, saya langsung kembali ke Sunset Park. Di malam terakhir perjalanan kami, kami berkumpul dengan teman-teman baru untuk menyaksikan matahari terbenam. Dan ketika udara segar di musim semi mulai dingin, tumpukan selimut fleece yang lembut sudah siap menunggu untuk menghangatkan kami kembali.
