Destinasi Tersembunyi yang Wajib Dikunjungi
Bagian favorit Jaden selama perjalanan adalah Taman Umum. Di Taman Umum, terdapat jalur-jalur yang ramah untuk aksesibilitas, membentang melalui lahan dan menuju tepi air. Jaden menemukan tempat di dinding, mengambil beberapa ranting, dan menghabiskan waktu lama di bawah sinar matahari sambil mengamati bebek yang melintas.
“Mungkin terdengar sepele, bebek di taman tidak cukup menarik untuk perjalanan,” ujar Jenn. “Tapi saya tidak setuju. Ruang yang ramah dan mengundang bagi keluarga untuk bersantai dan menikmati waktu bersama tanpa hambatan adalah suatu keberuntungan yang langka.”
Jenn benar-benar serius; tempat-tempat yang tidak memerlukan pengawasan terus-menerus, di mana dia tidak perlu mencari tangga atau menjelaskan kursi roda putranya kepada orang-orang baik yang ingin membantu, bukanlah hal yang bisa dianggap biasa. Ketika sebuah tempat berfungsi dengan baik, ketiadaan hambatan itu sendiri menjadi kebahagiaan tersendiri.
Tips Sebelum Berangkat
Mulailah dari yang kecil, kata Jenn. Boston adalah kota yang tepat bagi keluarga yang bepergian dengan pengguna kursi roda karena kota ini telah berupaya keras untuk inklusi dan masalah yang muncul di sana cenderung bisa diatasi. Satu-satunya cara untuk mengetahui apa yang dapat keluarga Anda capai adalah dengan pergi ke suatu tempat dan mencobanya.
Unduh aplikasi GoWhee sebelum mendarat. Aplikasi ini membantu menemukan taman bermain dan ruang yang aksesibel, yang hampir mustahil ditemukan melalui pencarian standar. Filter rute Google Maps Anda untuk aksesibilitas sebelum mengonfirmasi. Hubungi hotel langsung dan ajukan pertanyaan spesifik: bukan hanya apakah sebuah kamar itu aksesibel, tetapi juga apakah kursi roda muat melalui pintu kamar mandi, apakah keluarga bisa bergerak dengan leluasa di dalam kamar, dan apakah opsi yang aksesibel memiliki lebih dari satu tempat tidur king.
Pesan Trolley Kota Tua untuk setidaknya satu hari penuh. Trolley ini mencakup seluruh kota, mendukung pengguna kursi roda tanpa perlu pengaturan yang rumit, dan memberikan tur yang dinarasikan sehingga Anda mendapatkan orientasi yang signifikan yang biasanya perlu waktu berhari-hari untuk disusun sendiri. Untuk keluarga dengan anak yang menyukai sejarah, jarang menemukan aktivitas yang sebanding dengan waktu yang diinvestasikan.
Dan jangan lupa untuk menyisakan waktu dalam jadwal untuk hal-hal tak terduga. Alat tarik di Museum Anak tidak ada dalam daftar agenda siapa pun. Begitu juga dengan bebeknya. Atau restoran yang ternyata sangat berkesan.
“Semua terasa menakutkan saat pertama kali,” ujarnya. “Satu-satunya cara untuk mengetahui kapasitas Anda adalah dengan mencoba.”
Info Penting
Jumlah rombongan: Lima (2 orang dewasa dan 3 anak)
Hari di perjalanan: Empat hari—berkendara dari Pennsylvania dengan hanya dua hari penuh di kota.
Biaya transportasi: $90 untuk bensin, $14 untuk tol
Biaya hotel: Kami menginap menggunakan poin Marriott Bonvoy.
Biaya makanan dan aktivitas: $400. Museum Anak Boston adalah bagian dari Museums4All, menawarkan tiket masuk seharga $3 untuk keluarga yang memiliki kartu aksesibilitas disabilitas (untuk pemegang kartu dan tiga tamu).
