Levanto sering dipandang sebagai “kota keenam” Cinque Terre, meskipun jarang mendapat perhatian yang sama. Namun, bagi banyak orang, seperti saya, Levanto adalah permata tersembunyi yang layak untuk dijelajahi. Pertama kali mengunjungi Cinque Terre sebelum menetap di Italia, teman perjalanan saya dengan teguh memilih untuk tinggal di Levanto, sebuah kota di barat laut Monterosso. Saya ikut saja, meskipun sedikit khawatir tidak mendapatkan pengalaman Cinque Terre yang sebenarnya. Ternyata, saya salah besar. Sejak itu, saya kembali ke Levanto berkali-kali sebagai tempat pelarian dari Milan yang seringkali membosankan.
Akses ke Levanto dari Milan dan Cinque Terre dari Levanto itu super mudah. Kereta Intercity yang melayani Monterosso juga berhenti di Levanto, jadi nggak perlu nyambung ke kereta lain. Monterosso hanya satu pemberhentian (lima menit) dengan Cinque Terre Express, dan layanan ferry musiman antar desa juga menyapa Levanto. Cukup gampang, kan?
Walaupun dekat dengan Cinque Terre, Levanto memiliki atmosfer yang berbeda. Dengan sekitar 5.000 penduduk, jumlah ini lebih dari tiga kali lipat jumlah penduduk Monterosso. Levanto adalah kota yang dihuni, lebih dari sekadar destinasi wisata, memberikan pelarian dari keramaian pariwisata yang sering melanda Cinque Terre. Setiap tahun, sekitar empat juta pengunjung mengunjungi lima desa kecil yang menjadi ciri khas Cinque Terre, menimbulkan tekanan yang besar pada jalan sempit, jalur hiking, dan bangunan bersejarah yang telah ada selama berabad-abad.
Meskipun Levanto juga memiliki pengunjung, suasananya tidak pernah terasa terlalu ramai. Kebanyakan pengunjung adalah orang Italia atau Eropa lainnya, terutama dari Prancis, Jerman, dan Inggris. Aksen Amerika yang terdengar jarang, paling tidak ketika saya tidak sedang berbicara. Ini memberikan nuansa yang lebih asli, terasa lebih hangat.
Kota ini juga lebih luas dibandingkan dengan desa-desa di Cinque Terre. Dikelilingi oleh bukit hijau yang curam, Levanto membentang di sepanjang teluk yang lebar, memberikan kesan ruang yang lebih lega. Garis pantai yang berwarna turquoise ini sepanjang satu kilometer dan dikelilingi oleh promenade yang dipenuhi pohon palem serta vila-vila berarsitektur Belle Époque yang megah, seperti Villa Agnelli yang dikepung bougainvillea, dulunya adalah tempat tinggal musim panas keluarga FIAT. Berbeda dengan pantai di Cinque Terre yang berbatu dan terjepit di celah-celah kecil, pantai di sini mengejutkan dengan hamparan pasirnya yang luas, lengkap dengan klub-klub pribadi dan area publik yang lapang.
Levanto juga memiliki banyak sisa-sisa sejarah yang menarik. Di sini terdapat Gereja Sant’Andrea yang bergaya Gothic dari abad ke-13 dan Castello di San Giorgio yang berada di puncak bukit rendah. Loggia Comunale, sebuah rekonstruksi abad ke-16 dari loggia pedagang medieval, diakui oleh UNESCO sebagai “Monumen Saksi untuk Budaya Perdamaian.” Di dalamnya terdapat fresco dari abad ke-15 yang berasal dari struktur aslinya. Tak jauh dari sana, PAT Bakery adalah tempat yang wajib dikunjungi untuk mencoba gattafin, kue goreng khas Levanto yang biasanya terletak berjejer di belakang kaca, menggugah selera.
Jadi, jika ingin menemukan sudut lain dari Cinque Terre tanpa keramaian, Levanto adalah pilihan yang pas. Baik untuk bersantai di pantai, menjelajahi sejarah, maupun menikmati kuliner lokal, Levanto menawarkan banyak hal menarik. Ketika butuh pelarian dari hiruk-pikuk kehidupan kota, kota ini selalu siap menyambut dengan kehangatan dan pesona yang memikat.

