Di sebuah flat yang bisa tidur enam orang ini, desain minimalis gaya Skandinavia terlihat jelas di seluruh furnitur, seni, dan elemen dekorasi yang bikin suasana terasa lebih luas dari yang sebenarnya. Namun, untuk kumpulan besar, rasanya masih kurang cukup untuk bersantai seharian. Beruntungnya, lokasinya yang cuma sepelemparan batu dari pusat kota benar-benar jadi nilai tambahnya. Salah satu tempat favorit di kota ini adalah perpustakaan ikonis Radcliffe Camera, yang berbentuk kubah. Di sini, pengunjung bisa mendaftar secara langsung untuk mendapatkan akses membaca, belajar, atau menulis bareng mahasiswa dan dosen. Ada vibe yang luar biasa dari tempat ini, dipenuhi pelajar yang serius belajar menjelang ujian akhir. Setelah berperan sebagai mahasiswa yang rajin, penulis mengunjungi Turf Tavern yang tersembunyi di gang sempit, tempat yang sempurna untuk menikmati sebotol bir sambil menguping gossip tentang universitas di samping sisa-sisa tembok kota Oxford yang bersejarah.
Bagi yang ingin berbelanja oleh-oleh literatur, Scriptum adalah surga tersembunyi yang penuh dengan tinta, pena fountain, jurnal kulit, dan segel lilin. Penulis bahkan membelikan anaknya sebuah pena bulu yang kini jadi harta tercintanya.
Keuntungan lain dari lokasi ini adalah jarak yang dekat dengan beberapa tempat malam favorit di Port Meadow. Kawasan ini memiliki restoran dan pub yang bisa diakses lewat jalur pejalan kaki sepanjang tepi timur Sungai Thames. Salah satu yang paling disukai adalah The Medley, di mana pengunjung bisa menikmatinya sambil menonton anjing-anjing yang melintas, pizza lezat, dan beberapa ember es berisi anggur putih rumah yang terlalu banyak.
Christ Church College di Oxford adalah landmark yang nggak boleh terlewatkan. Kampus ini bukan hanya cantik, tapi juga sarat sejarah. Bayangkan saja, para siswa yang duduk di sekitar taman sambil menikmati cuaca baik dan berdiskusi tentang berbagai topik. Tempat ini sering jadi lokasi syuting film dan acara TV, menambah kesan magisnya. Jadi, untuk para pecinta literatur dan sejarah, menjelajahi kampus ini pasti bikin terpesona.

Satu hal yang bikin pengunjung betah di Oxford adalah suasana belajar yang tenang di perpustakaannya. Banyak mahasiswa yang keras kepala belajar di antara buku-buku, menambah nuansa intelektual yang bikin orang lain terpukau. Rasanya seperti terjatuh ke dalam dunia klasik yang bikin pengunjung ingin tinggal lebih lama.
Kembali ke flat yang nyaman ini, penulis percaya ada banyak yang bisa didapat, baik untuk retret penulis maupun liburan bersama teman dan keluarga. Sekali lagi, jangan sampai lupa dengan kamar ketiga yang tersedia, karena bisa jadi tempat istirahat yang cozy untuk siapa saja. Cukup dengan menyewa properti ini, semuanya bisa terwujud dengan kenangan-kenangan tak terlupakan.

