Pagi-pagi di Granada, Nikaragua, udara sudah mulai pengap dengan kelembapan yang menyelimuti. Orang-orang beranjak dari tempat tidur mereka, bisa terlihat asyik menikmati quesillo yang empuk; sementara yang lain menjajakan buah-buahan segar, melintasi jalan dengan mobil yang membunyikan klakson. Dari sebuah rumah di dekat situ, terdengar lagu tema telenovela yang ceria. “Buenas!” teriak pemandu wisata kita, Aurora Alvarez-Granados Ramírez, yang tampil stylish dengan crop top, melangkah ceria ke halaman di mana kami berkumpul.
Ini adalah perjalanan dua minggu yang membawa kami dari Nikaragua hingga Guatemala, dengan singgah di Honduras dan El Salvador. Di antara rombongan ini, ada selusin traveler dari AS, Inggris, dan Australia, yang usianya berkisar antara 20 hingga 75 tahun. Kebanyakan dari mereka adalah wanita, kecuali satu suami yang menemani. Beberapa di antaranya adalah queer. Semua antusias untuk menjelajahi kawasan penuh sejarah ini.
Dikenal sejak didirikan pada tahun 1524, Granada, Nikaragua, adalah kota kolonial Spanyol tertua di seluruh Amerika. Pemandangan ini memberi kesan nostalgia yang mendalam. Sebagai seorang Chilean-American, saya merasa terhubung dengan kawasan ini, terutama karena ibu saya pernah melakukan proyek foto jurnalistik di Guatemala pada tahun ’90-an. Sudah cukup lama saya tidak mengikuti tur terorganisir seperti ini. Biasanya, saya lebih suka traveling sendiri agar bisa berkeliling santai dan menentukan rute sesuai keinginan, tetapi ada kenyamanan tersendiri saat membiarkan ahli lokal memandu.
Aurora, sebagai pemandu berbahasa dua di seluruh Amerika Tengah, punya pandangan yang unik tentang negara-negara ini karena pengalaman sebagai seorang wanita transgender. Dia memimpin perjalanan satu hingga tiga minggu bersama Intrepid dan juga melakukan tur sendiri, menjelajahi Costa Rica, El Salvador, Guatemala, Honduras, Meksiko, dan Nikaragua.
Bagi Aurora, kegiatan ini tidak hanya sekedar tur, tetapi juga tugas penting yang penuh tantangan. Dia mengarungi kawasan yang kadang kali sulit untuk terlihat tanpa risiko besar. Perlindungan untuk LGBTQIA+ masih minim dan penegakannya tidak merata di negara-negara dalam itinerary kami. “[Orang transgender] tidak memiliki tempat di meja di mana kita dapat dihormati, diapresiasi, dan dicintai oleh budaya kita sebagai siapa diri kita,” ungkap Aurora. “Setidaknya belum saat ini.” Misgendering dan tatapan tajam adalah hal yang biasa terjadi, dan keamanan sering kali bergantung pada kemampuannya untuk membaca situasi dengan cepat.
Pemahaman ini membentuk cara Aurora memandu perjalanan, apa yang dia bagikan, dan siapa yang dia percayai untuk menerima informasi tersebut. “Saya merasa tidak memiliki tempat di mana pun hingga setelah transisi saya,” kata Aurora. “Sekarang saya tahu, saya seharusnya berada di bidang pariwisata, karena siapa diri saya dan dari mana saya berasal. Cerita saya harus dibagikan.”
Melalui panduan seperti Aurora, para traveler tidak hanya menemukan keindahan alam dan sejarah yang kaya, tetapi juga memahami tantangan yang dihadapi komunitas LGBTQIA+ di kawasan ini. Tur yang mereka jalani bukan sekadar menjelajahi lokasi-lokasi indah, tetapi juga merangkul keragaman dan inklusivitas. Masyarakat lokal yang ramah serta budaya yang hangat menciptakan pengalaman berkesan yang sejati, saling bertukar cerita dan perspektif.
Dengan kombinasi unik antara eksplorasi wisata dan pencerahan sosial, perjalanan ini menjadi semacam jembatan yang menghubungkan berbagai individu. Setiap langkah dalam tur menjadi sebuah kesempatan untuk belajar dan tumbuh, bukan hanya bagi para traveler tetapi juga untuk komunitas yang mereka kunjungi.
Jadi, siapapun yang merencanakan petualangan ke kawasan ini pasti akan dikejutkan dengan keindahan yang melampaui pandangan bilangan dan situs bersejarah. Ini adalah perjalanan yang mengajak kita semua untuk merangkul aspek-aspek dalam diri kita, sambil merayakan keberagaman yang membuat dunia ini begitu berwarna.
Dengan semangat terbuka dan rasa ingin tahu, perjalanan ini pastinya akan memberi ruang bagi banyak cerita yang belum terungkap. Dan bagi siapa pun yang ingin merasakan semangat ini, datanglah ke Nikaragua dan nikmati petualangan penuh warna dengan cara yang berbeda.

