Rasakan Kembali Kejayaan Studio 54 di NYC dengan 'Rocky Horror Show' yang Menggugah!
Beranda Destinasi Rasakan Kembali Kejayaan Studio 54 di NYC dengan ‘Rocky Horror Show’ yang Menggugah!
Destinasi

Rasakan Kembali Kejayaan Studio 54 di NYC dengan ‘Rocky Horror Show’ yang Menggugah!

Bagikan
Bagikan

Produksi The Rocky Horror Show kali ini membawa banyak makna dan harapan dari penggemarnya. Andrew D. Moerdyk, salah satu pendiri kolektif Dots yang bertanggung jawab atas desain produksi, mengungkapkan, “Kami ingin menyajikan versi terbaik dari The Rocky Horror Show yang sudah ada, tanpa menyisipkan ide-ide kami sendiri.” Menurutnya, bagian penting dari proyek ini adalah bagaimana desain set terintegrasi dengan keseluruhan atmosfer. Mereka ingin menciptakan nuansa seperti Frank-N-Furter dan para aliennya yang merampok inspirasi dari Studio 54 dan menyulapnya menjadi kastilnya yang ikonik.

Salah satu momen favorit Moerdyk dalam pertunjukan adalah saat Frank-N-Furter pertama kali muncul di atas panggung dari lantai teater—momen yang dianggapnya “komunikasi langsung dengan roh-roh Studio 54.” Elemen ini sangat diperhatikan oleh tim Dots selama masa riset, saat mereka merujuk pada foto-foto lama dari ikon-ikon seperti Grace Jones, David Bowie, Liza Minnelli, dan karakter-karakter megah lainnya yang pernah menghiasi lantai dansa Studio 54. Bayangkan saja, segala keberanian dan pesona yang mungkin mereka bagi dengan Frank-N-Furter di malam penuh warna tersebut!

Pinkelton, salah satu anggota tim, juga menyoroti pentingnya nuansa spiritual yang terkait dengan lokasi tersebut. “Saya sangat percaya pada hal-hal mistis, dan sejak pertama kali melangkah ke Studio 54, saya langsung merasakannya.” Ia menyebutkan bahwa masih ada kilau glitter di lantai, dan bahkan sebuah “brankas kokain” tak terpakai yang berdebu teronggok di basement. Sebelum latihan dimulai, Pinkleton mengundang Pam Grossman, seorang penyihir dari New York, untuk melakukan ritual guna memperkenalkan para pemeran dan kru kepada ruang tersebut. “Kami merasa perlu berbicara kepada nenek moyang dan secara langsung mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang pernah ada di sini, yang kami harap sedang melihat pertunjukan kecil kami yang penuh warna ini,” katanya.

Studio 54, yang dikenal sebagai pusat kehidupan malam inklusif untuk eksperimen dan ekspresi diri, sebanding dengan kastil Frank-N-Furter. Di sanalah Janet yang terpesona memulai perjalanan dari ketidakpastian menuju kebangkitan seksualnya, sementara slogan “Don’t Dream It, Be It” menggema sepanjang malam sebagai semangat untuk merayakan keunikan diri kita masing-masing. Tak heran jika pertunjukan ini tetap relevan hampir 50 tahun setelah pertama kali ditampilkan. Santiago Orjuela-Laverde, desainer Dots, menyatakan, “Menjaga keindahan dari perbedaan ini sangatlah penting bagi kami. Kami berusaha untuk menjadi diri kami sendiri sebagai tim desain, yang merupakan sekumpulan orang aneh dengan berbagai sudut pandang. Saya percaya hati dari Rocky Horror adalah setiap orang diizinkan untuk menjadi versi teraneh diri mereka pada malam ini, dan itulah yang saya bayangkan tentang Studio 54.”

Keseluruhan pengalaman ini adalah penyambungan antara masa lalu yang glamor dan ceria dengan aktuarium gay yang penuh bintang yang mengalir sehari-hari. Studio 54 tak hanya dikenal sebagai tempat dance party yang heboh, tetapi juga menjadi tempat di mana setiap orang bisa mengekspresikan diri mereka secara bebas. Pertunjukan ini, dnegan kata-kata dari Moerdyk, adalah penggambaran dari lingkungan yang selalu terbuka untuk semua orang, mengapa tidak? Dengan suasana seperti ini, tak heran jika The Rocky Horror Show terus hidup dan menghiasi panggung dengan kesenangan yang tak tertandingi, mengingatkan kita semua untuk menjadi diri kita sendiri dan merayakan keanehan yang kita miliki.

Dalam setiap momen yang dipentaskan, kesenangan dan kebebasan bergaul sangat terasa, dengan setiap elemen set yang seolah bercerita. Dari gerakan tarian yang menghipnotis hingga interaksi antara pemeran yang tak terduga, semuanya dirancang agar penonton merasakan getaran Studio 54 secara langsung. Perpaduan antara ide-ide modern dan referensi klasik menghadirkan kembali semangat pertunjukan yang sesungguhnya.

Pengalaman yang ditawarkan The Rocky Horror Show ini bukan sekadar tentang hiburan, tetapi juga jadi refleksi tentang identitas dan penerimaan diri. Kita semua diajak merayakan keunikan kita dan menghadapi dunia dengan berani seperti yang ditunjukkan Frank-N-Furter. Inilah yang membuat pertunjukan ini abadi dalam hati penggemarnya, menantang kita untuk selalu berani menjadi diri sendiri.

Bagikan
Di tulis oleh
Satria Wijaya

Travel writer yang gemar mengeksplorasi destinasi alam dan hidden gems di Indonesia.

Artikel Terkait
Kenapa Roti Tepung Beras Sedang Naik Daun di Jepang? Temukan Rahasianya!
Destinasi

Kenapa Roti Tepung Beras Sedang Naik Daun di Jepang? Temukan Rahasianya!

Belakangan ini, membuat roti dan kue dengan tepung beras lagi booming di...

10 Kebun Binatang Terbaik di AS: Dari Bronx hingga San Diego, Temukan Keajaiban Satwa!
Destinasi

10 Kebun Binatang Terbaik di AS: Dari Bronx hingga San Diego, Temukan Keajaiban Satwa!

Memadukan kesenangan dan tanggung jawab lingkungan, kebun binatang terbaik di AS bukan...

Argentina Siap Luncurkan Visa Emas Pertama di Amerika Selatan pada 2026!
Destinasi

Argentina Siap Luncurkan Visa Emas Pertama di Amerika Selatan pada 2026!

Argentina semakin mendekati peluncuran program paspor emas, dan para ahli mengatakan inisiatif...

Temukan Lokasi Syuting Disclosure Day: Midwestern Amerika dalam Film Sci-Fi Terbaru Spielberg!
Destinasi

Temukan Lokasi Syuting Disclosure Day: Midwestern Amerika dalam Film Sci-Fi Terbaru Spielberg!

Disclosure Day membawa penonton ke dalam dunia di mana kenyataan mengaburkan batasan...