Pukul 3 pagi, suhu nol derajat, dan hujan rintik-rintik. Di tengah hutan Punucapa di kawasan Los Ríos, Chili, seorang pelari siap untuk berlari. Di sudut nyaman London tenggara, hanya dengan empat bulan sinar matahari per tahun, banyak orang pasti akan memilih untuk bersantai di rumah. Tapi yang satu ini, sepertinya, memang cara ekstrem untuk merealisasikan resolusi Tahun Baru—menyambut lari di tengah hujan dan cuaca dingin.
Tapi dia tidak sendirian. Sejam hutan hujan dikelilingi pohon hijau lebat yang diselimuti lumut dan pakis raksasa dari zaman Jura, bersama 80 pelari lainnya yang bersemangat. Suara penyanyi Mapuche berdengung di tengah hening, melantunkan selamat datang ancestral sebagai tanda rasa hormat. Kita berada di tanah suku mereka, dan ia ingin kita selamat saat menaklukkan gunung-gunung yang menantang. Tak lama kemudian, hanya ada dia, lampu kepala, dan kabut yang menari-nari saat napas hangatnya mengembun dalam kegelapan malam.
Trail running, atau lari di lintasan alam, kini makin berkembang dari sekadar olahraga niche untuk para pelari ekstrim menjadi daya tarik utama untuk wisata. UTMB Torrencial yang diadakan di Valdivia, Chili, pertama kali digelar sepuluh tahun lalu dengan 300 pelari lokal. Kini, acara lari ini menarik 3.000 peserta dari hampir 30 negara, menjadikannya acara lari lintas alam terbesar di Amerika Latin. “Valdivia di musim dingin adalah tempat yang baik untuk belajar mencintai hujan,” ujar Marcela Escalona, kepala penyelenggara, saat memperkenalkan suasana perlombaan yang penuh dengan shower hangat, meja pijat, dan hidangan lezat asado (daging panggang asap) untuk para finisher. “Di saat-saat sepi, para pelari di sini bisa merasakan kebebasan di tengah hutan hujan.”
Keberhasilan acara ini tercermin dari pertumbuhan peserta yang meningkat 900 persen dalam beberapa tahun terakhir. Wanita seperti dirinya, yang baru mengenal olahraga ini, kini meraih posisi terbanyak dalam kategori jarak 6 km dan 12 km. Ia bisa saja tetap berlari di jalur sekitar London, tetapi keinginan untuk menjelajahi Amerika Selatan sudah lama membara. Dengan tubuh yang tak terhindarkan terkena suasana duduk berkepanjangan dan depresi Januari yang melanda, undangan untuk “menghadapi salah satu malam tergelap dalam setahun” di tanah berlumpur dan basah adalah petualangan yang dicari-carinya. Lomba 6 km terasa bisa dicapai; dia bisa memulai perjalanan trail running, membuka keindahan Amerika Selatan, dan menyerahkan lari jarak jauh 100 km kepada para pelari hebat yang diidam-idamkannya.
Namun, 24 jam sebelum perlombaan, dia mendapati dirinya menangis di telepon dengan pacarnya, menyesali keputusan impulsif tersebut. Bagaimana jika ia terjatuh dan tergelincir di gunung? Bagaimana jika dia terlambat dan diusir sebelum menyelesaikan lari? Bagaimana jika dia kedinginan di tengah perlombaan karena tidak berpakaian cukup? Bagaimana jika semua pelari profesional tertawa padanya, seorang pemula? Dan yang lebih mendalam, mengapa ia merasa perlu mengejar hal-hal ekstrem, bukannya puas dengan ParkRun lokal setiap minggu?
Perasaan cemas ini sangat wajar, terutama saat menghadapi tantangan baru seperti ini. Tetapi dari rasa takut itu bisa lahir kekuatan dan keberanian untuk menghadapi tantangan. Tak ada yang dapat menahan semangat adventurer yang berani mencoba, bertemu dengan alam dan diri sendiri.
Melalui hutan Punucapa yang mistis, dia melangkah maju, berlari bukan hanya untuk menjernihkan pikiran, tetapi juga untuk menjelajahi keindahan alam yang mungkin tak pernah ditemukan sebelumnya. Di balik setiap langkah, ada cerita penyambutan dari hutan yang dikenal angker ini, dijalin dengan sesekali tawa dan teriakan semangat dari pelari lainnya. Hari ini, dia bukan hanya menjadi pelari; dia adalah bagian dari sebuah komunitas yang menyambut setiap kelemahan dan kekuatan.
Trail running bukan sekadar olahraga; itu adalah pengalaman yang mengubah cara pandang. Setiap jalannya di dalam hutan menjadi pengingat untuk tetap berjuang, meski cuaca tak bersahabat. Memang, pilihan untuk menyelami keindahan alam dan melawan ketakutan membawa banyak pelajaran. Dengan setiap napas yang dihembuskan di udara pagi yang dingin, ada janji akan petualangan yang lebih besar yang menunggu. Dan mungkin, hanya mungkin, perjalanan ini adalah cara untuk menemukan versi terbaik dari dirinya sendiri.

