“Ia adalah sifatku untuk menemukan,” ungkap ikon fashion Patricia Field. “Aku suka pasar dan toko-toko independen; mereka memberikan pilihan yang lebih pribadi.” Desainer kostum ini dikenal lewat proyek film dan televisi di mana fashion menjadi bintang utamanya, seperti dalam film The Devil Wears Prada, yang telah membentuk kariernya selama enam dekade penuh dengan belanja dan styling di berbagai tempat.
Kariernya menjadikannya berkeliling dunia. Dalam prosesnya, untuk film Sex and the City II, ia menghabiskan berhari-hari di Timur Tengah, menjelajahi Maroko, Turki, dan Abu Dhabi. Lima musim Emily in Paris membawa dirinya ke Paris berkali-kali, di mana ia tak pernah lupa menyempatkan diri untuk berkunjung ke toko vintage yang keren. Pengalaman kerja di Jepang 30 tahun lalu menyalakan kecintaannya pada kosmetik lokal, yang juga menginspirasi tampilan rumahnya di Lower East Side. Terinspirasi oleh Grand Hyatt Tokyo, apartemennya memiliki kamar mandi yang unik tanpa shower, lengkap dengan bathtub dalam, TV di mana-mana, dan ruang tamu terbuka dengan pemandangan luar biasa langsung ke Brooklyn dan Queens (tirai cermin di ruang tamunya diambil dari showroom Fendi di New York).
Walaupun kesibukannya membuatnya sering berpindah tempat, Patricia menganggap Yunani, negara asal keluarga ibunya yang bermigrasi ke Manhattan, sebagai rumah kedua. Di sana, ia menghabiskan sebagian besar waktunya di Athena, sambil berkunjung ke pulau-pulau seperti Paros dan Mykonos. Selama perjalanannya ini, pandangannya yang tajam membantunya memilih berbagai barang unik, yang menjadikan rumahnya sebagai harta karun yang mencerminkan kehidupan yang penuh petualangan. Berikut adalah beberapa barang terbaik yang ia kumpulkan dari seluruh dunia.
lipstick langka dari Jepang
Ini adalah lipstick Shiseido Beni Kabuki yang hanya dijual di Jepang dan tersedia dalam satu warna rouge saja. Patricia selalu memborongnya setiap kali berkunjung, atau meminta teman-temannya membawanya pulang untuknya.

