Akhir-akhir ini, nama Rei Ami jadi sorotan dunia hiburan, terutama setelah tampil memukau sebagai salah satu suara di KPop Demon Hunters dengan lagu andalannya “Golden.” Gaya fesyennya di setiap acara red carpet bikin fans terpukau, mulai dari jubah bordir dramatis di Oscar hingga outfit bulu merah menyala untuk after-party Oscar. Di tengah kesibukannya, saat video call dengan Condé Nast Traveler sambil berkemas untuk perjalanan ke Paris, Rei justru terlihat low-key. Dia menunjuk beberapa tas berisi pakaian di sekitarnya dan berkata, “Sebagian besar outfit untuk acara memang hasil kerja sama dengan stylist saya, Ayumi Perry. Untuk hari santai, kalau pergi ke makan malam atau tempat wisata, saya biasanya pilih outfit yang nyaman. Paris di musim panas itu panas banget, jadi saya bawa banyak pakaian athleisure dan sneakers.”
Rei, penyanyi kelahiran Korea Selatan yang pindah ke Maryland saat kecil, mengatakan masih punya banyak gaya baru yang disiapkan, dan belakangan ini dia tengah mempersiapkan musik baru yang akan segera dirilis. Mari kita simak obrolan seru tentang pengalaman pertamanya terbang ke AS, tips perawatan kulit saat di udara, dan kenapa ia merasa paling rileks saat berada di dekat air.
Outfit Terbangnya:
Pastinya saya pilih yang nyaman, seperti setelan matchy atau sweatpants. Dua aksesori kunci yang saya gunakan adalah topi dan sunglasses. Kalau pakai keduanya, kesannya bisa mencurigakan, jadi harus pilih salah satu. Topi jadi penyelamat saat rambut berantakan. Dan kalau bangun di pesawat dengan mata bawah gelap, sunglasses jadi penyelamat yang bagus.
Penerbangan Pertamanya, dan Penerbangan Pertama di Kelas Bisnis:
Waktu saya emigrasi ke AS dari Korea, saya terbang dengan Korean Air. Saya dapat tempat duduk di samping jendela. Kakak saya sangat stres sampai menangis ketika pesawat lepas landas, sementara saya malah merasa sangat bersemangat. Saya ingat berpikir, “Ini keren banget!” Belum pernah naik pesawat sebelumnya. Penerbangan pertama saya di kelas bisnis itu waktu terbang dengan Delta One menuju New York untuk KPop Demon Hunters, karena di situlah kami merekam musiknya. Sony dan Netflix yang ngasih tiket. Saya merasa sangat berharga dan istimewa. Tempat tidurnya yang bisa direbahkan itu benar-benar mengubah hidup. Saya merasa dimanjakan, dan jujur saja, saya agak malu mengakuinya sekarang.
Rutinitasnya di Pesawat:
Setelah duduk di kursi, saya langsung menyiapkan semua alat dan barang yang bakal saya butuhkan selama penerbangan. Misalnya, saya kemas semua barang skincare dan makeup dalam satu tas, kemudian simpan di tempat duduk. Saya juga mengeluarkan charger, masker mata, masker wajah, masker kaki, serta masker tangan. Sambil makan, saya pilih film untuk ditonton. Setelah makan, saya ke toilet. Di sana, saya pakai semprotan hipoklorus untuk bersihkan wajah, sikat gigi, dan lakukan rutinitas malam saya. Saya usahakan memanfaatkan penerbangan jauh untuk tidur agar tidak terlalu terpengaruh jet lag. Jadi saya lakukan skincare, tidur sebisa mungkin, bangun, segarkan wajah, sikat gigi lagi, dan pakai sedikit makeup serta sunscreen supaya tampak semi-presentable untuk hari itu.
Tipsnya untuk Tidur di Pesawat:
Ini agak nekat. Kalau kamu terbang internasional, saya rekomendasi jangan tidur sama sekali sebelum penerbangan. Tahan sampai di pesawat baru tidur. Mungkin bisa minum melatonin juga. Saya coba tidur semaksimal mungkin, tapi saya adalah orang yang sulit tidur. Jadi, kalau merasa kesulitan, saya minum melatonin atau ZzzQuil, dan lewati kafein.

