Jennifer Garner itu bukan hanya sekadar berkunjung ke suatu tempat saat traveling. Dia selalu menggali lebih dalam untuk merasakan pengalaman sesungguhnya. Baik itu mengejar Northern Lights bareng ibunya di Yellowknife, Kanada, melaksanakan ritual pembersihan di kuil Jepang, atau terpesona dengan toko donat di North Vancouver, wanita berusia 54 tahun ini menjelajahi dunia dengan rasa ingin tahu dan semangat untuk belajar yang begitu besar.
Dan semangat itulah yang dibawanya saat menghabiskan hampir sebulan di Nantucket untuk syuting The Five-Star Weekend, sebuah serial dari Peacock yang diadaptasi dari novel laris Elin Hilderbrand. Di sini, dia berperan sebagai influencer makanan, Hollis Shaw, yang berduka atas kematian mendadak sang suami dengan mengundang teman-teman dari berbagai fase hidupnya untuk menikmati akhir pekan di pulau Massachusetts tersebut.
“Ini lokasi yang sempurna—terutama di bulan September saat kerumunan sudah agak berkurang—di mana semua orang bisa merasakan pengalaman masing-masing di siang hari dan berkumpul kembali di malam hari untuk berbagi cerita,” ungkap aktris yang juga menjabat sebagai produser eksekutif itu kepada Condé Nast Traveler. “Kami semua benar-benar jatuh cinta dengan tempat ini.”
Dengan pemeran yang kuat, termasuk D’Arcy Carden, Gemma Chan, Regina Hall, dan Chloë Sevigny, setting di tepi pantai memberi latar yang pas. “Aku belum pernah bekerja dengan sekelompok wanita seperti ini sebelumnya di lokasi syuting—kita memang sangat berbeda, tapi dari awal sudah terasa harmoni yang luar biasa,” tuturnya.
Kehangatan ini semakin tumbuh saat mereka membenamkan diri dalam kehidupan pulau tersebut. Garner sangat menikmati pergi ke “sebuah gereja kongres yang indah” di pagi hari Minggu dan “benar-benar suka” bergabung dengan latihan lokal, termasuk Pilates dan yoga panas—kegiatan yang sudah 10 tahun dia tinggalkan. Bahkan, para pemain begitu menyatu dengan komunitas sehingga mereka pernah karaoke dengan penduduk lokal di restoran The Gaslight. Garner membagi pengalaman menariknya selama di pulau New England ini.
The Trip
Trip apa yang ingin kamu ceritakan kepada kami?
Aku sudah siap banget untuk membahas Nantucket. Kami di sana selama tiga setengah minggu dan benar-benar bekerja nonstop. Aku ada di semua adegan, jadi gak banyak waktu bermain, tapi kamu gak akan tahu itu kalau lihat foto-fotoku karena aku memanfaatkan setiap detik.
Seberapa akrab kamu dengan daerah itu?
Aku beneran gak begitu tahu tentang bagian New England ini. Aku pernah ke Martha’s Vineyard semalam saat berusia 24 tahun dan tinggal di New York, serta sekali ke Nantucket sepuluh tahun lalu untuk bicara di The Nantucket Project untuk Save the Children. Tapi waktu itu, aku langsung ke rapat dan gak lihat satu pun tempat di pulau itu. Jadi saat kembali, aku bilang, wow, ada pantai di mana-mana!
Apa yang membuat perjalanan ini begitu unik?
Yang spesial adalah ada banyak sekali pengalaman berbeda di Nantucket. Kamu bisa hiking dan bersepeda, tersesat di tengah pulau melalui jalur alam yang indah. Kamu juga bisa menjadi pengunjung pantai seharian, berbelanja, atau melakukan perjalanan kuliner dan menikmati lobster mac and cheese, lobster quesadillas, lobster ravioli, lobster segalanya—semua makanan enak! Bahkan kamu bisa merasakan pengalaman ala Ellen Hildebrand di Nantucket. Kami bertemu banyak wanita yang tergabung dalam grup buku yang ingin merasakan semuanya tentang Ellen, dan itu terlihat sangat seru!
Siapa saja yang bersamamu?
Ibu dan saudara perempuanku menemani di awal perjalanan. Guru baletku dari West Virginia juga mampir sehari di tengah perjalanan—itu sangat spesial. Pasangan baletku juga ikut. Lalu anak-anakku datang dengan cepat di tengah-tengah perjalanan.

