Ketika beroperasi, Virgin Voyages hadir dengan visi yang berani untuk mengubah industri pelayaran: menarik perhatian pelanggan di bawah usia pensiun. Kapal-kapal mereka didesain seksi dan ramping, dengan kabin yang dilengkapi dengan hammock merah dan dek yang bebas anak-anak. Kapal pertama mereka, Scarlet Lady, seharusnya memulai pelayaran perdananya pada 1 April 2020. Namun, muncul Covid-19 yang membuat kapal yang baru direkanya tersebut kosong dari penumpang untuk sementara waktu. Tapi industri pelayaran pulih, dan armada Virgin meluncur ke lautan pada tahun 2021 dengan semangat This Ain’t the Queen Mary 2, Bitch!. Salah satu daya tariknya adalah adanya drag queen di dalam kapal.
Dalam penugasan ini, tujuannya adalah menaiki kapal Virgin, berbincang dengan penumpang, dan mencari tahu apakah benar laki-laki gay sangat menyukai pelayaran Virgin karena atmosfer-nya yang khusus untuk dewasa, penuh kesenangan, dan didominasi drag queen. Banyak yang bilang kalau petualangan di kapal lebih khusus adalah hal yang legendaris. Bayangkan saja: Atlantis Cruise; sebuah orgy mengapung yang setengah mitos. Atau kapal pesiar yang terbalik di Puerto Vallarta pada tahun 2021 dan meluncurkan sejumlah tokoh gay ke laut. Penulis berangkat dengan rasa penasaran tentang apa yang akan dibawakan pelayaran ini dan kebanyakan menghadapi perjalanan waktu dalam lingkungan yang asing.
Formula Virgin itu sederhana: ganggu industri dengan membuatnya seolah 10% kurang formal. Persentase 10% ini ternyata cukup signifikan, lho. Ingat, Virgin Atlantic yang memperkenalkan video keselamatan penerbangan yang sekarang dianggap sebagai standar industri. Kampanye pemasaran mereka saat ini pun menekankan inklusivitas (lihat iklan yang menampilkan anggota kru LGBT dengan bintang RuPaul’s Drag Race, Michelle Visage). Seperti Sir Richard Branson sendiri, Virgin membiarkan rambutnya panjang dan membuka beberapa kancing, tetapi tetap membuat keputusan bisnis yang cerdas. Bisnis ini berlandaskan pada kenakalan muda. Sebuah jiwa rockstar.
Seorang Okie seperti saya sebenarnya tak begitu familiar dengan merek Virgin hingga bulan April lalu ketika saya tiba di Long Beach, California, untuk memulai pelayaran lima hari di atas kapal Brilliant Lady. Saat melakukan boarding, seorang petugas keamanan bertanya apakah saya seorang rockstar. “Iya?” jawab saya. “Apakah Anda seorang Rockstar?” dia bertanya lagi. “IYA!” saya balas, meningkatkan semangat diri. Dia menggelengkan kepala dan berbicara dengan pemandu kami, yang menentukan bahwa saya, dengan haknya, adalah seorang Rockstar—kategori eksklusif di kapal, ditandai dengan gelang hitam khusus dan memberikan beberapa keuntungan. “Terima kasih,” kata wanita itu sambil melambaikan tangan, “Silakan maju.”
Pelayaran itu akhirnya menghadirkan apa yang dijanjikan: pengalaman menyenangkan yang bebas tekanan dalam suasana yang santai dan inklusif. Dari pertunjukan pentas, bar yang meriah, hingga interaksi di antara penumpang, Virgin Voyages bikin segalanya terasa seperti pesta tiada henti. Di dek, penumpang bisa terlihat bersenang-senang dengan berbagai macam aktivitas, mulai dari bermain game, menari, hingga menikmati minuman kreatif yang disajikan oleh bartender yang sangat ramah.
Budaya di kapal ini bukan hanya sekadar hiburan. Ini adalah sebuah komunitas di mana semua orang diterima, dan setiap individu bebas untuk menjadi diri mereka sendiri tanpa merasa tertekan. Di satu malam, saya menyaksikan pertunjukan drag yang luar biasa, di mana penari-penari menyerbu panggung dengan bakat luar biasa dan gaya flamboyan. Energi di ruangan itu sungguh menggetarkan, dan semua penonton terlihat terlibat sepenuhnya. Sangat jelas, semangat kebebasan dan ekspresi diri menjadi inti dari pengalaman pelayaran ini.
Kapal ini menawarkan lebih dari sekadar tempat untuk tidur; ia memberikan petualangan. Dengan berbagai acara yang terjadwal, dari pertunjukan langsung hingga acara tematik, tidak ada ruang untuk kebosanan. Penumpang saling berinteraksi, berbagi cerita, dan terkadang bahkan mengikat persahabatan baru yang tidak terduga. Tak heran banyak yang berulang kali memilih untuk berlayar dengan Virgin. Komunitas yang terbentuk di sini membawa nuansa yang lebih dekat dan intim.
Dengan semua hal ini, Virgin Voyages tidak hanya berhasil menarik perhatian penumpang dengan suasana tanpa anak dan drag queen yang seru, tetapi juga menciptakan momen-momen di mana setiap orang dapat merayakan diri mereka sendiri dengan semangat bebas. Kapan lagi kan bisa mengalami hal-hal seperti ini dengan begitu banyak kebebasan dan tanpa tekanan?
Di akhir pelayaran, satu hal yang pasti: semangat Virgin Voyages sudah terpatri. Mereka tidak hanya menciptakan kapal, tetapi juga pengalaman yang sangat berarti. Dengan tes keberanian yang dihadapi para penumpang, semangat rockstar yang terpancar, dan kenangan yang dibawa pulang, rasanya tidak sabar untuk kembali dan merasakan petualangan berikutnya.

