Situasi di Bolivia saat ini memang punya banyak tantangan, tapi banyak operator pariwisata yang menyikapinya sebagai sesuatu yang bisa dikelola. Mereka merasa ini bukan hal baru dan tidak perlu panik. Alice Farkas, seorang spesialis pemasaran dari Aracari Travel yang beroperasi di Bolivia, menegaskan hal ini. “Dari komunikasi dengan operator yang kami jalani di Bolivia, pesan mereka konsisten: ini bukan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dan, dari sudut pandang mereka, tidak menimbulkan alarm yang serius.”
Apa Artinya untuk Perjalanan Saya?
Jawaban dari pertanyaan ini tergantung seberapa banyak kamu berencana untuk berkeliling di dalam Bolivia. Destinasi utama seperti Salar de Uyuni, pusat kolonial Sucre, Danau Titicaca, dan Amazon tetap buka untuk pengunjung. Hotel dan operator tur juga tetap menyambut tamu-tamu mereka.
Namun, tantangan sebenarnya ada di transportasi dalam negeri, karena rute perjalanan klasik di Bolivia biasanya melibatkan perjalanan panjang antar kota, banyak di antaranya lewat jalur darat. Ketika protes berlangsung dan menutup jalur utama, perjalanan yang seharusnya lancar bisa jadi sangat terhambat atau bahkan harus dialihkan. “Ada juga kekurangan bahan bakar di seluruh negeri, sehingga meski perjalanan darat secara teknis bisa dilakukan, banyak kendaraan yang tidak bisa beroperasi,” tambah Farkas. “Kami menyarankan para pelancong untuk mempertimbangkan penerbangan di rute yang seharusnya mereka tempuh dengan berkendara.” Meskipun ada keterlambatan penerbangan karena alasan yang sama, Farkas mengatakan bahwa metode transportasi ini merupakan cara yang paling dapat diandalkan untuk berpindah antar kota saat ini.
Haruskah Saya Membatalkan Perjalanan ke Bolivia?
Untuk saat ini, kebanyakan operator menyarankan untuk tidak membatalkan perjalanan. “Saat ini, kami mengarahkan para wisatawan untuk memodifikasi rencana mereka daripada mengabaikannya sama sekali,” ungkap Farkas. “Bagi mereka yang punya rencana ke La Paz, penyesuaian mungkin diperlukan. Namun untuk wisatawan yang menuju Uyuni, Sucre, Santa Cruz, atau Amazon, tidak ada alasan untuk mengubah rencana.”
Dia juga menambahkan bahwa perusahaannya merekomendasikan untuk menghindari La Paz sebagai destinasi utama, atau hanya menggunakannya sebagai titik transit. Hal yang sama berlaku untuk saran dari pejabat AS yang tidak menyarankan warganya untuk menjauh dari Bolivia sepenuhnya. Mereka merekomendasikan agar pelancong menghindari area protes, memantau perkembangan lokal, menyiapkan kemungkinan gangguan transportasi, dan mendaftar di Program Pendaftaran Pelancong Pintar (STEP) untuk mendapatkan notifikasi dari kedutaan atau konsulat AS.
Demi keamanan, Browne menyarankan untuk selalu memeriksa dengan operator tur, hotel, dan penyedia transportasi sebelum keberangkatan dan selama perjalanan, karena kondisi dapat berubah dengan cepat. Para pelancong juga sebaiknya mengatur fleksibilitas tambahan dalam jadwal mereka, terutama jika mereka berpindah antar banyak tujuan.
Yang Perlu Diketahui Tentang Asuransi Perjalanan
Sebelum berangkat, para pelancong harus memeriksa detail kebijakan asuransi perjalanan mereka. Lee Thompson, salah satu pendiri operator tur petualangan Flash Pack, menjelaskan, “Hal yang biasanya terlewat adalah asuransi.” Thompson berkata, “Begitu pemerintah menyarankan untuk tidak melakukan perjalanan ke suatu daerah (artinya Level 3 atau 4), sebagian besar kebijakan asuransi menjadi tidak berlaku. Jadi kamu bukan hanya mempertimbangkan risiko, tapi bisa jadi kamu pergi tanpa perlindungan sama sekali.”
Pelanggan dengan perjalanan yang dipesan secara mandiri disarankan untuk menghubungi penyedia asuransi mereka secara langsung untuk memahami apa yang dicakup dan apa yang tidak sebelum keberangkatan. Selain itu, penting untuk dicatat bahwa Departemen Luar Negeri AS juga memperbarui advisori pada bulan April dengan menambahkan peringatan Level 4 “Jangan Perjalanan” untuk Provinsi Chapare, yang merupakan daerah penghasil coca di Bolivia tengah, yang telah lama menghadapi masalah terkait narkotrafik. Peringatan ini tidak terkait dengan gerakan protes saat ini dan berlaku untuk daerah di Bolivia tengah yang kemungkinan besar tidak akan ditemui oleh kebanyakan pengunjung internasional.
Saat ini, banyak operator menegaskan bahwa Bolivia tetap terbuka untuk wisata. Namun, para pengunjung sebaiknya datang dengan ekspektasi yang realistis mengenai kemungkinan keterlambatan perjalanan—serta kesediaan untuk beradaptasi jika rencana perlu diubah.

