Edmund Bartlett dari Jamaika Galang Dana Ketahanan Pariwisata Karibia di SOTIC 2026!
Beranda News Edmund Bartlett dari Jamaika Galang Dana Ketahanan Pariwisata Karibia di SOTIC 2026!
News

Edmund Bartlett dari Jamaika Galang Dana Ketahanan Pariwisata Karibia di SOTIC 2026!

Bagikan
Bagikan

Panggilan untuk Membangun Dana Ketahanan Pariwisata Karibia oleh Menteri Pariwisata Jamaika

Menteri Pariwisata Jamaika, Edmund Bartlett, baru-baru ini menyampaikan sebuah gagasan revolusioner di Konferensi Industri Pariwisata (SOTIC) yang berlangsung di Guyana. Dia menyerukan pembentukan Dana Ketahanan Pariwisata Karibia, yang dirancang untuk melindungi destinasi, pekerja pariwisata, dan usaha kecil dari ancaman seperti badai dan guncangan ekonomi lainnya. Dalam pidatonya, Bartlett mengingatkan pemerintah dan pemimpin industri untuk berinvestasi dalam ketahanan sebelum bencana menghampiri.

Menurut Bartlett, Karibia perlu memikirkan kembali cara mereka membiayai ketahanan pariwisata. Sudah saatnya untuk keluar dari siklus bencana, rekonstruksi, dan kerentanan yang berkepanjangan.

Selama pidatonya di Georgetown, Bartlett menyerukan pendirian Dana Ketahanan Pariwisata Karibia yang permanen. Ini ditujukan untuk memperkuat kemampuan kawasan dalam menghadapi dan bangkit kembali dari badai, gangguan terkait iklim, dan krisis lainnya.

Dia menekankan bahwa melindungi industri pariwisata bukan sekadar memperbaiki hotel yang rusak atau mengembalikan jumlah pengunjung. Ini juga tentang menjaga pekerja, usaha kecil, komunitas, dan lingkungan alam yang mendukung sektor pariwisata.

“Terlalu lama kita menjadi ahli dalam membangun kembali,” ujar Bartlett, menekankan pentingnya tahap pengembangan berikutnya di Karibia yang berfokus pada pengurangan kebutuhan untuk membangun kembali.

Dari Pemulihan Bencana ke Ketahanan Jangka Panjang

Dengan eksposur Karibia terhadap badai dan cuaca ekstrem, ketahanan menjadi hal yang sangat penting bagi destinasi yang bergantung pada pariwisata. Kerusakan pada bandara, pelabuhan kapal pesiar, hotel, jalan, utilitas, dan ekosistem pesisir dapat mengganggu aliran pengunjung, merusak lapangan kerja, dan memberikan tekanan tambahan pada keuangan publik.

Bartlett mencontohkan Badai Melissa dan dampaknya di Jamaika sebagai ilustrasi nyata dari risiko finansial yang dihadapi daerah ini. Menurut data yang disampaikan, total kerugian akibat badai itu diperkirakan mencapai sekitar USD 12,2 miliar, setara dengan 56,7% dari produk domestik bruto Jamaika pada tahun 2024.

Dengan dana yang diusulkan ini, Bartlett berharap bisa mengubah cara destinasi mempersiapkan diri menghadapi bencana, dengan menyediakan sumber daya modal yang lebih permanen untuk pencegahan, respons darurat, dan pemulihan, alih-alih mengandalkan pembiayaan setelah bencana melanda.

Dia membayangkan sebuah mekanisme yang menggabungkan pemerintah Karibia, bisnis pariwisata, bank pembangunan, perusahaan asuransi, dan investor swasta. Dengan memadukan berbagai sumber modal, dana ini dapat membantu proyek-proyek yang mungkin sulit dibiayai oleh pemerintah atau perusahaan kecil secara mandiri.

Harapannya adalah menjadikan ketahanan sebagai prioritas investasi yang berkelanjutan, bukan hanya pengeluaran darurat setelah krisis terjadi.

Siapa yang Akan Membiayai Dana Ini?

Salah satu elemen kunci dalam proposal Bartlett adalah kemungkinan kontribusi ketahanan yang terkait dengan aktivitas pengunjung di seluruh Karibia.

Prinsipnya sederhana: kontribusi yang relatif kecil dari jumlah pengunjung yang besar dapat menghasilkan dana yang berarti untuk persiapan bencana, adaptasi iklim, dan perlindungan komunitas.

Bartlett mengusulkan agar pemerintah, hotel, maskapai penerbangan, kapal pesiar, lembaga keuangan, perusahaan asuransi, dana pensiun, dan investor swasta berperan dalam mendukung inisiatif ini. Dia juga ingin kontribusi ini digunakan secara strategis untuk menarik investasi tambahan melalui jaminan, pengaturan co-investment, produk asuransi, dan kemitraan dengan bank pembangunan.

Contoh nyata dapat dilihat di Jamaika melalui Dana Peningkatan Pariwisata yang dibentuk untuk mendukung pengembangan pariwisata dan biasanya terkait dengan biaya yang dibebankan kepada pengunjung. Namun, pengaturan nasional ini perlu berkembang, dan dana Karibia yang diusulkan ini memerlukan struktur pembiayaan dan tata kelola regional yang berbeda.

Belum ada tarif kontribusi final atau komitmen keuangan yang mengikat diungkapkan untuk dana yang diusulkan ini. Setiap mekanisme yang terkait dengan pengunjung perlu disepakati oleh pemerintah yang berpartisipasi, dengan mempertimbangkan bagaimana biaya tersebut akan dikumpulkan, bagaimana hasilnya akan didistribusikan, dan bagaimana dampaknya pada daya saing masing-masing destinasi akan dinilai.

Pertanyaannya bukan sekadar berapa banyak yang bisa dikumpulkan, tetapi bagaimana menciptakan sistem yang adil, transparan, dan mampu menarik modal tambahan.

Enam Prioritas untuk Investasi

Bartlett telah merangkum enam bidang di mana dana yang diusulkan bisa memberi dampak langsung pada ekonomi pariwisata.

Prioritas ini meliputi investasi dalam infrastruktur tahan iklim, energi terbarukan dan keamanan air; akses cepat ke likuiditas darurat setelah bencana; perlindungan untuk pekerja pariwisata yang pendapatannya terhenti; bantuan finansial untuk usaha mikro, kecil, dan menengah; pelestarian aset alami seperti pantai, terumbu karang, dan mangrove; serta investasi dalam teknologi, pemodelan iklim, dan sistem peringatan dini.

Penekanan pada usaha kecil sangat penting. Sementara grup hotel besar mungkin dapat mengakses pembiayaan internasional dan asuransi, penginapan mandiri, restoran, operator transportasi, petani, dan usaha pariwisata komunitas sering menghadapi kesulitan lebih besar dalam mendapatkan modal yang diperlukan untuk pulih dari gangguan besar.

Bagi usaha-usaha ini, akses terhadap bantuan finansial tepat waktu bisa menentukan apakah mereka bisa segera dibuka kembali, tetap tutup berbulan-bulan, atau bahkan berhenti beroperasi sepenuhnya.

Sebuah dana regional dapat membantu menciptakan kesenjangan ini, asalkan desain akhirnya memungkinkan usaha kecil untuk mendapatkan dukungan tanpa terlalu banyak hambatan administratif.

Siapa yang Akan Mengontrol Dana Ini?

Proposal ini juga mengangkat pertanyaan mendasar: bagaimana dana regional ini akan dikelola, dan siapa yang akan memutuskan alokasi dananya?

Karibia terdiri dari destinasi dengan keadaan ekonomi, tingkat ketergantungan pariwisata, dan eksposur terhadap risiko iklim yang berbeda-beda. Model pembiayaan yang efektif harus dapat menyeimbangkan kebutuhan negara yang menghadapi ancaman segera dengan prioritas ketahanan jangka panjang kawasan secara keseluruhan.

Juga perlu ditegaskan aturan yang jelas mengenai kelayakan, pemilihan proyek, pengawasan keuangan, dan pelepasan dana darurat.

Bartlett membawa perhatian pada kerja sama dengan lembaga keuangan regional dan internasional, termasuk Bank Pembangunan Karibia, serta kemitraan yang lebih luas dengan institusi seperti Afreximbank dan CAF. Organisasi- organisasi ini berpotensi membantu menggerakan modal, merumuskan investasi, dan memberikan keahlian teknis.

Namun, keterlibatan mereka dalam dana yang diusulkan ini belum dikonfirmasi melalui komitmen yang mengikat. Belum ada keputusan final mengenai institusi mana yang akan mengelolanya atau bagaimana pemerintah yang terlibat dan pemangku kepentingan dari sektor swasta akan diwakili.

Rincian ini sangat krusial. Investor dan mitra pembangunan perlu yakin bahwa kontribusinya ditempatkan secara efektif, sementara destinasi yang berpartisipasi ingin mendapatkan jaminan bahwa keputusan pembiayaan mencerminkan prioritas kawasan, bukan kepentingan individu atau operator komersial.

Teknologi dan Masa Depan Ketahanan Pariwisata

Bartlett juga melihat teknologi sebagai komponen penting dalam kerangka pembiayaan yang diusulkan.

Teknologi seperti kecerdasan buatan, informasi satelit, analitik prediktif, dan pemantauan waktu nyata dapat membantu mengidentifikasi infrastruktur yang rentan, menilai erosi pesisir, memetakan bisnis yang tidak terasuransikan, dan menetapkan area di mana investasi paling mendesak dibutuhkan.

Menteri ini mengusulkan bahwa Pusat Ketahanan Pariwisata Global dan Manajemen Krisis dapat berkontribusi pada observatorium ketahanan pariwisata regional, memberi pemerintah dan investor basis bukti yang lebih kuat untuk pengambilan keputusan.

Pendekatan semacam ini bisa membantu merangsek perencanaan ketahanan ke peringkat yang lebih spesifik, bukan hanya penilaian luas terhadap paparan iklim, tetapi juga investasi yang lebih terseleksi pada destinasi dan komunitas tertentu.

Manfaat yang bisa didapat tidak hanya terkait badai. Sistem prakiraan yang lebih baik dan sistem manajemen krisis juga dapat membantu bisnis pariwisata bersiap menghadapi gangguan lain, mulai dari kegagalan infrastruktur hingga keadaan darurat kesehatan masyarakat dan guncangan ekonomi yang lebih luas.

Untuk kawasan yang bersaing secara internasional dalam menarik pengunjung dan investasi, kemampuan untuk menunjukkan bahwa destinasi siap menghadapi gangguan bisa menjadi pertimbangan yang semakin penting.

Kapan Dana Ini Bisa Menjadi Kenyataan?

Saat ini, Dana Ketahanan Pariwisata Karibia masih menjadi proposal dan belum menjadi lembaga pembiayaan yang resmi.

Tanggal peluncuran, target kapitalisasi yang disepakati, dan struktur operasional formal masih belum diumumkan. Pengembangannya membutuhkan kesepakatan pemerintah mengenai kerangka kerja, identifikasi sumber pembiayaan yang dapat diandalkan, pengaturan tata kelola, dan penentuan cara dana ini akan berfungsi bersama mekanisme asuransi bencana yang ada dan pembiayaan iklim.

Organisasi Pariwisata Karibia dan pemerintah yang berpartisipasi juga perlu mempertimbangkan bagaimana proposal ini bisa berkembang dari inisiatif menteri ke program regional yang terkoordinasi.

Langkah berikutnya tergantung pada apakah seruan Bartlett mendapatkan dukungan politik dan kemitraan finansial yang dibutuhkan untuk bergerak menuju implementasi. Komitmen bersama terhadap ketahanan ini mungkin lebih mudah dibentuk dibandingkan kesepakatan pada rinciannya mengenai siapa yang berkontribusi, siapa yang mendapat manfaat, dan siapa yang akhirnya mengendalikan modal tersebut.

Melindungi Fondasi Ekonomi Pariwisata Karibia

Proposal ini muncul di tengah pentingnya pariwisata bagi perekonomian kawasan. Keberhasilan sektor ini bergantung tidak hanya pada menarik pengunjung tetapi juga pada perlindungan infrastruktur, tenaga kerja, usaha lokal, dan lingkungan alam yang menjadikan destinasi layak.

Argumen utama Bartlett adalah bahwa ketahanan harus dipandang sebagai investasi untuk keberlangsungan industri jangka panjang, bukan sekadar biaya yang dikeluarkan ketika bencana terjadi.

Secara prinsip, sebuah dana regional permanen dapat membantu destinasi mempersiapkan krisis di masa depan sambil mengarahkan modal ke komunitas dan bisnis yang mungkin kesulitan untuk pulih. Apakah ide ini terwujud tergantung pada kekuatan model pembiayaannya, transparansi tata kelolanya, dan kesediaan pemerintah serta pemangku kepentingan industri untuk berbagi tanggung jawab.

Bagi pariwisata Karibia, proposal ini menghadirkan pertanyaan yang jauh lebih besar dari sekadar Jamaika: dapatkah kawasan yang sangat bergantung pada pariwisata menciptakan mekanisme keuangan kolektif yang mampu melindungi industri ini sebelum krisis besar berikutnya datang?

Bartlett telah menempatkan gagasan ini di agenda SOTIC 2026. Kini tantangannya adalah mengubah ambisi ini menjadi inisiatif regional yang disepakati, dibiayai, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bagikan
Di tulis oleh
Andika Pratama

Jurnalis travel yang fokus pada perkembangan industri pariwisata nasional.

Artikel Terkait
Sok Kaki Kompresi Ini Bantu Perlancar Aliran Darah dan Kurangi Pembengkakan di Ketinggian 30.000 Kaki!
News

Sok Kaki Kompresi Ini Bantu Perlancar Aliran Darah dan Kurangi Pembengkakan di Ketinggian 30.000 Kaki!

Dulu, sempat merasa takut sama kaus kaki kompresi. Bayangan tentang tekanan yang...

Wisatawan Baru dan Destinasi Menarik Siap Ubah Peta Pariwisata Eropa 2036, Temukan Laporan Terbaru dari Accor!
News

Wisatawan Baru dan Destinasi Menarik Siap Ubah Peta Pariwisata Eropa 2036, Temukan Laporan Terbaru dari Accor!

Peta Pariwisata Eropa Akan Berubah Hingga 2036, Menurut Laporan Baru dari Accor...

SANDALS AND BEACHES RESORTS RAYAKAN KEMERIAHAN LIBURAN!
News

SANDALS AND BEACHES RESORTS RAYAKAN KEMERIAHAN LIBURAN!

Sandals Resorts dan Beaches Resorts baru saja merayakan minggu yang luar biasa...

Avianca Kembali Hadirkan Penerbangan Langsung dari Miami ke Cali!
News

Avianca Kembali Hadirkan Penerbangan Langsung dari Miami ke Cali!

Avianca Sambungkan Miami dan Cali Secara Permanen Mulai Desember 2026! Siapa yang...