Di tengah ketegangan yang terus berlangsung di beberapa bagian Timur Tengah, sebuah penelitian terbaru dari spesialis asuransi perjalanan, Gigasure, memperlihatkan bahwa para pelancong asal Inggris lebih khawatir akan kejahatan dibandingkan terjebak dalam kerusuhan politik.
Mengingat konflik yang sedang terjadi di Timur Tengah dan peringatan perjalanan yang sering muncul di berita, banyak yang mengira ketidakstabilan politik adalah prioritas utama para pelancong asal Inggris. Namun, penelitian Gigasure mengungkap kenyataan yang berbeda. Pelancong lebih cenderung mencemaskan risiko sehari-hari yang bisa mereka temui saat tiba di tempat tujuan.
Survei menemukan bahwa hampir satu dari tiga orang (32.88%) orang Inggris merasa tidak aman saat berlibur di luar negeri. Namun, penyebab terbesar bukanlah terorisme, perang, atau kerusuhan politik, melainkan kejahatan.
Lebih dari seperempat (25.58%) responden mengungkapkan bahwa tingginya angka kejahatan membuat mereka merasa tidak aman saat liburan, menjadikannya sebagai perhatian paling umum. Sebagai perbandingan, hanya 11.66% yang mengatakan bahwa ketegangan politik membuat mereka khawatir selama perjalanan.
Daripada itu, pelancong cenderung lebih khawatir tentang:
- Tingginya angka kejahatan (25.58%)
- Perbedaan budaya (20.29%)
- Cuaca ekstrem (18.35%)
- Standar kesehatan dan keselamatan yang buruk (17.54%)
- Ketegangan politik (11.66%)
Beberapa responden juga menyebutkan penipuan yang ditujukan kepada wisatawan, lingkungan yang tidak dikenal, kendala bahasa, dan pelecehan dari pedagang kaki lima sebagai alasan mereka merasa rentan saat berada di luar negeri.
Meski perang dan ketegangan politik berada di urutan bawah daftar kekhawatiran, Gigasure mengingatkan pelancong agar tetap waspada dan menghindari negara-negara yang terkena dampak. Data dari mitra Gigasure, IMG, menunjukkan bahwa 12.4% klaim yang ditolak dalam 12 bulan terakhir disebabkan oleh perang dan terorisme. Penyebabnya mungkin karena para pelancong berkunjung ke tujuan yang berlawanan dengan saran FCDO. Banyak polis asuransi perjalanan tidak akan memberikan perlindungan jika Anda bepergian melawan nasihat resmi, sehingga pelancong bisa kehilangan perlindungan finansial jika ada masalah saat berlibur.
Gary Murphy, pakar asuransi perjalanan di Gigasure, mengatakan: “Kami tahu bahwa konflik yang sedang berlangsung dan ketidakstabilan politik di seluruh dunia membuat pelancong berpikir dua kali sebelum memesan liburan. Namun, penelitian kami menunjukkan bahwa sebenarnya masalah yang lebih umum seperti pencurian, penipuan, dan lingkungan yang tidak dikenal lebih mungkin membuat pelancong merasa rentan.”
“Di mana pun Anda berlibur, penting untuk melakukan riset tentang tujuan Anda sebelum berangkat. Luangkan waktu untuk memahami kebiasaan lokal, area yang perlu dihindari, dan pastikan untuk menjaga barang-barang pribadi Anda. Ini juga termasuk memeriksa nasihat perjalanan FCDO terbaru untuk wilayah tersebut, karena hal ini dapat memengaruhi perlindungan asuransi perjalanan Anda dan meninggalkan pelancong tanpa perlindungan finansial jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.”
Lima tips utama untuk tetap aman saat berlibur:
- Gunakan brankas hotel untuk menyimpan barang berharga Anda. Paspor, uang tunai, perhiasan, dan kartu kredit sebaiknya disimpan dengan aman di hotel daripada dibawa ke mana-mana. Cobalah untuk hanya membawa barang yang diperlukan untuk hari itu dan jumlah uang tunai yang minimal.
<li>Hindari mengenakan perhiasan mahal atau memamerkan kamera dan ponsel berkualitas tinggi saat Anda berada di luar.</li>
<li>Selalu waspada, terutama di tempat-tempat ramai. Hati-hati terhadap pencopet dan kejahatan kecil lainnya yang mungkin terjadi di area tersebut.</li>
<liPercayalah pada insting Anda saat menjelajahi area jika terasa tidak aman. Tetaplah di jalan utama dan area yang memiliki penerangan yang baik.</li>
<li>Sadari kebiasaan lokal dan ikuti pedoman yang berlaku untuk daerah yang Anda kunjungi. Misalnya, di beberapa bagian Asia, kebiasaan adalah melepas sepatu saat memasuki toko atau tempat ibadah.</li>
* Metodologi survei – Survei Gigasure dilakukan dengan Censuswide pada April 2026 di antara 2.000 individu berusia 18 tahun ke atas.
** Data IMG – Dari 5,730 klaim yang ditolak dalam 12 bulan terakhir, 12.4% disebabkan oleh perang/terorisme.

