American Airlines dan Infinium baru saja mengukir sejarah dengan pengiriman pertama bahan bakar penerbangan berkelanjutan elektrolitik (eSAF) ke bandara komersial untuk digunakan dalam penerbangan penumpang. Ini bukan sekadar langkah kecil, tapi sebuah tonggak besar dalam upaya dekarbonisasi dunia penerbangan. Penerbangan yang mengangkut eSAF ini berangkat dari Bandara Internasional Corpus Christi (CRP) dan mendarat di Bandara Internasional Dallas Fort Worth (DFW), menunjukkan penerapan nyata bahan bakar ramah lingkungan generasi terbaru.
Bahan bakar eSAF yang digunakan dalam penerbangan ini adalah bagian dari batch yang diproduksi dan dicampur di fasilitas Pathfinder milik Infinium di Corpus Christi, Texas. Ini adalah lokasi produksi eFuels skala komersial pertama di dunia yang telah beroperasi sejak tahun 2023. Dengan mencampurkan eSAF ke dalam bahan bakar jet konvensional, Infinium memastikan bahwa produk ini memenuhi spesifikasi ASTM Internasional untuk Jet A, sehingga bisa langsung digunakan di mesin pesawat tanpa memerlukan modifikasi lebih lanjut. Bahan bakar ini kemudian disuplai ke tangki bahan bakar jet di CRP sebelum dialokasikan ke penerbangan American menuju DFW, jadi ini adalah pengiriman pertama SAF yang diproduksi tanpa bahan baku berbasis biologi ke bandara komersial di AS. Penerbangan ini menunjukkan betapa eSAF bisa cocok dengan rantai pasokan bahan bakar jet yang sudah ada.
eSAF dari Infinium dibuat dengan menggunakan emisi CO₂ dari sampah dan energi terbarukan, sehingga menghasilkan pengurangan yang signifikan dalam emisi gas rumah kaca (GRK) dibandingkan bahan bakar jet konvensional. eSAF bisa mengurangi emisi GRK hingga lebih dari 90% jika dibandingan dengan bahan bakar jet berbasis petroleum biasa.
“Sejak tahun 2023, kami telah memproduksi eDiesel dan eNaphtha yang bisa ditingkatkan dari carbon waste dan energi terbarukan untuk digunakan dalam truk komersial dan proses plastik,” ujar CEO Infinium, Robert Schuetzle. “Menambahkan eSAF ke dalam produk kami — dan melihatnya digunakan dalam penerbangan penumpang — adalah langkah nyata dalam menghadirkan solusi bahan bakar berkarbon rendah untuk industri.”
American Airlines, yang menjadi pelopor dalam adopsi bahan bakar penerbangan berkelanjutan, terus bekerja sama di seluruh rantai nilai untuk mempercepat penerapan solusi penerbangan rendah karbon. Maskapai ini telah menandatangani perjanjian pengambilan untuk volume komersial eSAF dari Proyek Roadrunner milik Infinium. Perjanjian ini juga didukung oleh kesepakatan terpisah dengan Citi untuk mengurangi emisi dari perjalanan karyawan. Kerja sama ini memperkuat kolaborasi yang diperlukan untuk mengembangkan bahan bakar generasi berikutnya. Proyek Roadrunner yang didanai oleh Breakthrough Energy Catalyst dan Brookfield Asset Management, dengan utang proyek non-recourse dari HSBC, saat ini sedang dalam tahap konstruksi dan diharapkan bisa mulai memproduksi dan mendistribusikan eSAF pada tahun 2027. Setelah beroperasi penuh, Proyek Roadrunner diperkirakan dapat memproduksi lebih dari 5 juta galon eSAF setiap tahunnya.
“Penerbangan ini adalah momen signifikan bagi dunia penerbangan,” kata CEO American, Robert Isom. “Berkat kemitraan dengan Infinium, kami menunjukkan bagaimana teknologi generasi berikutnya seperti eSAF dapat beralih dari investasi awal menjadi aplikasi nyata. Mengembangkan produksi SAF dengan harga yang lebih terjangkau sangat penting untuk mengurangi emisi, memperkuat daya saing jangka panjang kami, dan terus memberikan konektivitas serta manfaat ekonomi bagi pelanggan kami.”
Saat ini, industri penerbangan mengonsumsi hampir 100 miliar galon bahan bakar jet setiap tahun, dengan perjalanan udara global melampaui 4 miliar penumpang per tahun. Meski momentum meningkat, bahan bakar penerbangan berkelanjutan masih menyumbang kurang dari 1% dari total penggunaan bahan bakar jet di seluruh dunia. Bahan bakar yang bisa diskalakan seperti eSAF adalah salah satu solusi paling praktis dan mendesak untuk mengurangi emisi penerbangan. Memperluas produksi eSAF juga memperkuat ketahanan energi dengan mendiversifikasi pasokan bahan bakar penerbangan, membantu menciptakan sistem yang lebih tangguh.
“Penerbangan eSAF perdana dari American Airlines dan Infinium adalah langkah penting untuk penerbangan berkarbon lebih rendah, dan kami bangga mendukung upaya ini dengan mitra jangka panjang kami,” ujar Edward Skyler, Kepala Layanan Perusahaan dan Urusan Publik Citi. “Melihat potensi SAF dalam mengurangi emisi, kami sangat berharap upaya untuk meningkatkan produksinya bisa terus berlanjut.”
Penerbangan hari ini menandai transisi dari inovasi ke implementasi, menandakan fase baru dalam memperbesar alternatif ramah lingkungan untuk bahan bakar jet konvensional dan memajukan masa depan penerbangan yang lebih berkelanjutan.
“Texas Selatan telah lama menjadi pemimpin energi, dan pengumuman bahan bakar penerbangan berkelanjutan ini menunjukkan bagaimana wilayah kami terus berinovasi,” ujar Kongresmen Vicente Gonzalez (TX 34). “Pekerjaan yang dilakukan Infinium dan American di Corpus Christi memperkuat ekonomi lokal kami sambil maju dalam ketahanan energi negara kita. Kita perlu terus berinvestasi dalam produksi energi domestik untuk menciptakan pekerjaan bagi masyarakat Amerika dan mengurangi ketergantungan pada sumber energi asing.”

