Dukungan Terhadap Ketahanan Pariwisata: Pesan Menarik dari Menteri Pariwisata Jamaika
Menteri Pariwisata Jamaika, Hon. Edmund Bartlett, baru-baru ini mengungkapkan betapa pentingnya pembiayaan untuk membangun ketahanan dalam sektor pariwisata. Menurutnya, ini menjadi kunci untuk melindungi mata pencaharian negara-negara yang bergantung pada pariwisata dan masa depan industri ini secara keseluruhan. Dalam acara Canadian-Caribbean Tourism Resilience Symposium, beliau menekankan bahwa sektor pariwisata harus bergerak lebih jauh dari upaya pemulihan tradisional untuk mengadopsi model baru yang berfokus pada antisipasi, adaptasi, dan pembiayaan yang inklusif.
Di hadapan sejumlah pemimpin pemerintahan, pemangku kepentingan pariwisata, akademisi, dan eksekutif bisnis, Bartlett menyebutkan bahwa dunia telah memasuki ‘Era Ketahanan’ di mana tantangan seperti perubahan iklim, konflik geopolitik, ancaman kesehatan publik, ketidakamanan siber, dan perkembangan kecerdasan buatan menciptakan risiko yang saling terkait. Melihat tantangan kebakaran hutan di Kanada sebagai contoh konkret, ia menegaskan bahwa ketahanan pariwisata kini bukan hanya soal membangun kembali setelah bencana, tetapi juga merancang sistem pariwisata yang tahan terhadap guncangan di masa depan.
Salah satu poin utama dalam prezentasinya adalah perlunya mendirikan Global Tourism Resilience Fund yang akan mendukung seluruh siklus ketahanan—mulai dari persiapan dan adaptasi iklim hingga respons krisis, pemulihan, dan transformasi jangka panjang. Tumpuan dari dana ini adalah pada dukungan untuk usaha pariwisata mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang oleh Bartlett dijelaskan sebagai “jiwa dari industri pariwisata.”
“Pembiayaan untuk UMKM bukanlah sekadar amal. Ini adalah investasi produktif, perlindungan sosial, dan pengembangan regional yang saling terkait. Pemulihan usaha terkecil seringkali adalah cara tercepat untuk memulihkan komunitas yang lebih luas,” jelasnya.
Dalam pembicaraannya, Bartlett juga menekankan peran meningkat dari kecerdasan buatan dalam memperkuat ketahanan pariwisata. Ia menyebutkan bahwa teknologi ini bisa meningkatkan kesiapan bencana, manajemen pengunjung, komunikasi krisis, dan perencanaan destinasi. Namun, ia mengingatkan bahwa pengembangan kecerdasan buatan harus dilakukan dengan tanggung jawab, fokus pada manfaat untuk usaha kecil dan komunitas, bukan memperdalam ketidaksetaraan yang sudah ada. “AI seharusnya memperkuat kemampuan manusia, bukan menghilangkan martabat manusia,” tegas Bartlett.
Jamaika juga diakui sebagai pemimpin dalam ketahanan pariwisata, dengan Bartlett menjelaskan evolusi berkelanjutan dari Global Tourism Resilience and Crisis Management Centre (GTRCMC) yang ia dirikan. Platform ini menjadi sarana untuk menghubungkan pemerintah, peneliti, bisnis, dan lembaga internasional agar lebih siap mengatasi gangguan di masa depan.
Dia juga mengusulkan untuk memperkuat kolaborasi antara Kanada dan Jamaika melalui pembiayaan ketahanan, inovasi kecerdasan buatan, dan investasi dalam inisiatif ketahanan pariwisata. Menurutnya, kedua negara ini memiliki posisi yang baik untuk memimpin percakapan global mengenai pengembangan pariwisata yang tangguh.
Di akhir sambutannya, Bartlett menyerukan kepada pemerintah, organisasi internasional, investor, dan mitra pembangunan untuk mengalihkan fokus dari sekadar membangun kembali setelah krisis ke pembiayaan ketahanan sebelum bencana terjadi. “Finansial untuk ketahanan, bukan sekadar rekonstruksi. Lindungi mata pencaharian, bukan hanya aset. Bangun kecerdasan, bukan sekadar infrastruktur. Fokuskan pada orang, bukan sekadar properti dalam proses pemulihan,” ucapnya.
Simposium Canadian-Caribbean Tourism Resilience ini mempertemukan para pemimpin dari kedua kawasan untuk eksplorasi solusi inovatif guna memperkuat ketahanan dan keberlanjutan sektor pariwisata di tengah lingkungan global yang semakin tidak pasti.
Untuk informasi lebih lanjut tentang acara khusus mendatang, atraksi, dan akomodasi di Jamaika, kunjungi situs resmi JTB di www.visitjamaica.com atau hubungi Jamaica Tourist Board di 1-800-JAMAICA (1-800-526-2422). Follow juga JTB di Facebook, X, Instagram, Pinterest, dan YouTube. Cek blog JTB di www.visitjamaica.com/blog/.

