Ketika bicara soal traveling, kedamaian dan kekuatan paspor itu saling melengkapi. Ini diungkapkan dalam laporan terbaru dari perusahaan global yang bergerak di bidang residensi dan kewarganegaraan, Henley & Partners.
Indeks kedamaian nasional dan kekuatan paspor jadi dua metrik yang sangat berguna untuk para traveler yang ingin memiliki kewarganegaraan ganda atau berpindah ke luar negeri. Di bulan Juli lalu, Henley mengecek indeks paspor terkuat dunia di tahun 2026 dan membandingkannya dengan Indeks Kedamaian Global 2026 yang dirilis oleh Institute of Economics and Peace. Hasilnya, beberapa negara paling damai di dunia juga punya paspor yang paling kuat.
Di tahun 2026, negara paling damai sekaligus punya paspor terkuat adalah Singapura. Negara kota ini menempati peringkat kedelapan di Indeks Kedamaian Global dan paspornya berada di posisi teratas di Indeks Paspor Henley & Partners. Paspor Singapura memberikan akses bebas visa ke 192 negara, jumlah tertinggi di dunia!
Tak ketinggalan, Jepang juga berada di posisi atas di kedua indeks ini. Tanah Matahari Terbit ini meraih peringkat kesepuluh di indeks damai, naik tiga tingkat dari tahun 2025. Paspor Jepang sukses meraih peringkat kedua paling kuat di dunia dengan akses bebas visa ke 188 negara.
Switzerland pun bikin bangga sebagai negara damai dengan paspor yang kuat. Dengan reputasinya sebagai salah satu negara yang paling menghindari konflik, Swiss menempati posisi ketiga di Indeks Kedamaian Global. Paspor kawasan Schengen-nya memungkinkan pemegangnya untuk masuk ke 185 negara tanpa perlu visa, menjadikan paspor ini sebagai yang kelima terkuat di dunia.
Kalau kita lihat ke arah Amerika Utara, Kanada jadi satu-satunya negara yang menduduki peringkat tinggi di kedua indeks tersebut. Kanada berada di posisi ke-12 di Indeks Kedamaian Global dan peringkat ketujuh di Indeks Paspor dengan akses bebas visa ke 183 negara. Sebagai perbandingan, Amerika Serikat terperosok di peringkat 134 di indeks perdamaian, sementara paspornya ada di peringkat kesepuluh dengan akses bebas visa ke 180 negara.
Sementara itu, Amerika Serikat dan Israel jadi “outlier statistik yang paling jelas” menurut laporan ini, yang mencatat bahwa “meskipun AS berada di satu bagian paling bawah dari peringkat GPI dan Israel termasuk di antara lima negara paling tidak damai di dunia, keduanya tetap menikmati paspor yang sangat kuat.”
Indeks Kedamaian Global tahun ini memperlihatkan jumlah konflik berbasis negara tertinggi sejak Perang Dunia Kedua. Sementara itu, mobilitas global juga mengalami peningkatan. Di tahun 2026, rata-rata paspor bisa memberikan akses bebas visa ke 108 negara, lonjakan yang sangat signifikan dibandingkan dengan rata-rata 58 negara di tahun 2006, saat indeks paspor pertama kali dirilis oleh Henley & Partners.
