Begitu tiba, saat melewati gerbang, langsung terasa bahwa di tempat ini bisa saja menghabiskan seminggu penuh lepas dari segala hiruk-pikuk. Suara yang terdengar hanya kicauan burung, daun-daun berdesir di tiupan angin lembut, dan suara serangga yang terbang dari bunga ke bunga. Di dalam benak juga muncul rencana: harus kembali lagi bulan September saat pohon ara mulai berbuah, supaya bisa menikmati prosciutto e fichi di setiap jam makan.
Terletak antara Ostuni dan Ceglie Messapica, dikelilingi oleh kebun zaitun berwarna perak, Masseria Silentio adalah bekas masseriola, atau rumah peternakan pedesaan, yang berasal dari abad ke-18. Saat pemilik sekarang membeli properti ini, mereka menambahkan beberapa sentuhan pada vila utama, termasuk sebuah konservatori kecil yang manis dengan meja makan di mana sinar matahari masuk dari matahari terbit hingga terbenam.
Di dalam, ada ruang tamu, dapur, dua kamar tidur, dan dua kamar mandi. Sedangkan di luar, sebuah tangga batu membawa kamu ke atap yang menawarkan pemandangan yang memukau di atas lembah. Sangat disarankan untuk ke sini saat fajar atau golden hour. Kamar tidur favoritku berada di bagian belakang properti, karena meskipun kamar lainnya memiliki kamar mandi dalam, yang ini memiliki pintu langsung menuju taman. Suasananya nyaman, dengan tirai biru yang menggantung di atas tempat tidur, dan cukup banyak ruang penyimpanan untuk menggantung pakaian.
Simplicity menjadi tema yang umum, banyak perabotan diambil dari pasar barang antik atau diwariskan dari keluarga pemilik. Tata letaknya mengikuti model tradisional masseria, dengan vila utama dikelilingi oleh Trullo Castelluccio, sebuah trullo berlima kerucut tempat para petani tinggal. Ruang ini dilengkapi dengan tempat tidur alcove dari batu, ruang tidur tambahan, dapur luas, dan kamar mandi cantik yang terbuat dari batu dan cocciopesto.
Saya hampir tidak meninggalkan vila, tetapi akhirnya merelakan diri untuk mengunjungi Ostuni—wajib dikunjungi jika ini adalah pertama kalinya ke Puglia. Untuk pantai, jangan lewatkan Monopoli atau Savelletri, di mana kamu bisa menemukan beberapa klub pantai, teluk berpasir, atau celah batu untuk berenang dan berjemur. Alih-alih berbaring di pasir, saya menghabiskan akhir pekan dengan menyelam di kolam renang yang berada di antara dua bangunan, dikelilingi oleh pohon zaitun, semak rosemary, dan herba liar. Di luar, kebun seluas dua setengah hektar terbentang dengan pohon lemon, ara, dan almond.

