Jepang itu bener-bener kaya dengan atraksi outdoor dan keajaiban alam yang menakjubkan. Namun, nggak semua tempat menyoroti bahwa kita hidup di planet yang kuno dan dinamis, yang terus membentuk kehidupan sehari-hari. Tempat-tempat ini dikenal sebagai geopark.
Berbeda dengan taman nasional yang biasanya lebih fokus pada keindahan alam, geopark menyoroti hubungan antara manusia, alam, dan geologi Bumi. Banyak destinasi di dalam geopark menunjukkan contoh hubungan ini, mulai dari museum, taman, hingga pemandangan alam yang menakjubkan.
Buat yang pengen mengenal lebih dekat planet Bumi, berikut adalah panduan cepat tentang geopark di Jepang.
Geopark Sekilas
Salah satu tujuan dari Unzen Volcanic Area UNESCO Global Geopark di Prefektur Nagasaki adalah mengajarkan pengunjung tentang kehidupan berdampingan dengan gunung berapi aktif — seperti Gunung Unzen setempat. Gambar: Yama / Pixta
Hingga tahun 2025, Jepang memiliki 10 UNESCO Global Geoparks dan 38 Japanese National Geoparks. Misi geopark ini adalah “perlindungan, edukasi, dan pengembangan berkelanjutan” — melestarikan warisan geologi, alam, dan budaya sambil mendorong pariwisata yang berkelanjutan.
Warga setempat juga terlibat dalam pengelolaan geopark melalui struktur dari bawah. Selain itu, gelar geopark harus diperoleh secara berkala. Gelar ini bisa dicabut jika kriteria tertentu tidak terpenuhi.
Dua Geopark yang Wajib Dikunjungi dari Kota-Kota Besar di Jepang
Beberapa geopark hanya berjarak satu perjalanan kereta dari kota-kota besar di Jepang dan menawarkan akses dengan bus, sepeda, atau kereta ke beberapa tempat terkenalnya. Di Jepang barat dan tengah, ada geopark seperti:
Itoigawa UNESCO Global Geopark: “Kota Giok” Jepang
Batu giok hadir dalam berbagai warna, bukan hanya hijau yang terkenal. Pengunjung yang berburu giok di pantai Itoigawa sering disarankan untuk mencari batu yang putih dan berbentuk sudut. Gambar: 安ちゃん / Pixta
Itoigawa di Prefektur Niigata merupakan salah satu geopark global pertama di Jepang. Daerah ini terkenal dengan deposit giok yang besar, yang telah digunakan manusia untuk alat dan perhiasan sejak 6.000 hingga 7.000 tahun yang lalu.
Hari ini, pengunjung bisa berburu giok yang terdampar di pantai seperti Jade Coast, yang terletak di sepanjang Laut Jepang. Mengumpulkan batu untuk suvenir diperbolehkan dengan beberapa aturan. Pengunjung hanya boleh mengambil dari pinggir laut dan hanya memungut batu berukuran telapak tangan atau lebih kecil (sekitar 15 cm diameter). Untuk keselamatan, pengunjung juga harus tetap waspada saat berjalan dekat laut karena gelombang besar bisa muncul tiba-tiba.
Membedakan batu giok yang belum diolah itu bisa cukup menantang, tetapi Museum Fossa Magna memberikan bantuan dengan memberikan edukasi tentang geologi lokal dan karakteristik giok. Museum ini juga menawarkan layanan identifikasi batu pada hari tertentu.
Tempat lain di sekitar Itoigawa menunjukkan nilai artistik giok. Taman Hisuien, misalnya, adalah taman Jepang yang memiliki balok giok seberat 70 ton dalam lanskapnya serta sebuah museum seni kecil yang menampilkan patung giok. Toko suvenir lokal juga menjual perhiasan dan barang-barang giok lainnya.
Beberapa tujuan seperti Fossa Magna Park dan Taman Hisuien tutup di musim dingin. Pastikan untuk mengunjungi saat cuaca hangat. Gambar: alps / Pixta
Geopark Itoigawa juga terkenal karena berada di batas dua lempeng tektonik — batas geologis antara Jepang timur dan barat. Di Fossa Magna Park, pengunjung bisa melihat batas ini berkat tebing yang terbuat dari batuan berwarna berbeda di sisi kiri dan kanan. Sangat disarankan untuk mengunjungi Museum Fossa Magna terlebih dahulu karena pameran di dalamnya menjelaskan bagaimana batas yang terlihat ini terbentuk.
Untuk mencapai geopark Itoigawa, naiki kereta shinkansen Hokuriku dari stasiun Tokyo ke stasiun Itoigawa (sekitar 2,5 jam). Destinasi yang disebutkan sebelumnya dapat diakses dari stasiun Itoigawa dengan bus, kereta lokal, atau sepeda. Jadwal transportasi dan penyewaan sepeda tersedia di pusat informasi turis di stasiun.
Semua Tentang Semenanjung Shimane dan Geopark Sungai Shinjiko Nakaumi: Tanah Mitos
Danau Shinji yang bercampur air, yang dikelilingi oleh Semenanjung Shimane, adalah sumber delicacies lokal seperti “shijimi,” kerang keranjang Jepang. Gambar: スムース / Pixta
Prefektur Shimane adalah salah satu daerah yang paling spiritual di Jepang karena — menurut teks abad ke-8 — beberapa mitos Shinto yang berpengaruh terjadi di sini. Warisan ini tercermin dalam geopark lokal karena banyak landmark alam memiliki dua penjelasan di balik pembentukannya: satu secara geologis dan satu terhubung dengan keyakinan Shinto.
Semenanjung Shimane sendiri dikatakan diciptakan oleh seorang dewa yang mengikat tanah tambahan ke pantai dengan tali. Mitos ini menjelaskan bentuk unik kawasan tersebut: semenanjung pegunungan dan hamparan lahan yang panjang mengelilingi Danau Shinji dan Nakaumi. Pengunjung bisa mempelajari lebih lanjut tentang pembentukan geologis Semenanjung Shimane dan keterhubungannya dengan mitologi di Marine Plaza, yang menampilkan pameran geopark dalam Bahasa Jepang dan Inggris.
Marine Plaza juga menjadi titik keberangkatan perahu wisata Kaka no Kukedo. Jika cuaca mendukung, perahu ini membawa pengunjung melalui gua laut yang memiliki koneksi baik Shinto maupun Budha. Satu gua dikatakan dibentuk oleh seorang dewi yang menembakkan lubang di batu dengan busur dan anak panah emas. Gua lain konon terhubung dengan purgatori Buddha, Sai no Kawara. Dikatakan anak-anak yang meninggal muda terjebak di sini, tetapi mereka dihibur oleh penjaga anak-anak dan pelancong, Jizo Bodhisattva.
Semenanjung Shimane dipenuhi dengan gua laut. Kaka no Kukedo adalah salah satu yang paling terkenal dan dapat diakses. Gambar: Q2Photo / Pixta
Tempat lain di geopark ini menjadi lokasi upacara spiritual besar. Pada hari ke-10 bulan ke-10 kalender lama Jepang (biasanya di bulan November), dikatakan setiap dewa Shinto berkumpul di Pantai Inasanohama. Para pendeta mengadakan upacara di dekat laut sebelum mengawal dewa-dewa ke Kuil Izumo Taisha. Di sini, para dewa membahas hubungan apa yang akan dibentuk orang-orang di tahun selanjutnya. Pengunjung ke Kuil Izumo berdoa sepanjang tahun untuk mendapatkan hubungan baik, tetapi waktu ini terutama sibuk.
Kota Izumo dan Matsue menjadi basis yang baik untuk mengeksplorasi geopark nasional ini. Untuk mencapai daerah ini, naiki kereta malam Sunrise Express (dari stasiun Tokyo) atau Yakumo Limited Express (dari stasiun Okayama) ke stasiun Matsue atau Izumoshi. Bus lokal dan kereta tersedia untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Kunjungi Pusat Informasi Pariwisata Internasional Matsue atau Pusat Informasi Stasiun Izumoshi untuk detail lebih lanjut.
Yuk Jelajahi Bumi!
UNESCO Global Geopark San’in Kaigan membentang di Prefektur Tottori, Hyogo, dan Kyoto. Sorotan wisata meliputi Dunes Pasir Tottori. Gambar: kazukiatuko
Geopark di Jepang menawarkan pelarian unik yang menghubungkan lanskap dengan budaya dan kehidupan sehari-hari.
Mengunjungi beberapa geopark juga jadi cara untuk memahami keberagaman geologis Jepang. Wisatawan yang menjelajahi geopark Semenanjung Shimane dapat menggunakan rel kereta lokal untuk mencapai bagian dari Geopark San’in Kaigan, termasuk Dunes Pasir Tottori. Pengunjung ke Itoigawa, di sisi lain, bisa mengambil shinkansen Hokuriku menuju Geopark Tateyama Kurobe di Prefektur Toyama.
Setiap geopark memiliki karakter tersendiri, jadi penting untuk memeriksa akses dan kondisi musiman sebelum berkunjung. Pengunjung juga diharapkan mengikuti aturan setempat dan menghormati lingkungan, karena pariwisata yang berkelanjutan adalah inti dari misi geopark.
