Saatnya membahas salah satu restoran cepat saji yang paling terkenal di Jepang, yakni Yoshinoya! Restoran yang dikenal sebagai raja gyudon (mangkuk daging sapi) ini memang sudah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari banyak orang, bukan cuma di Jepang tapi juga di luar negeri. Tapi, pernahkah kamu penasaran kenapa tempat ini dinamakan Yoshinoya?
Kalau lihat huruf Kanji di Yoshinoya, 吉野家, ada sepertinya makna yang cukup jelas. Dua kanji pertama, 吉野 (Yoshino), adalah nama keluarga, dan kanji terakhir, 家 (ya), berarti ‘rumah’, ‘keluarga’, atau ‘tempat’, yang sering digunakan untuk restoran. Jadi, kalau digabung, mungkin kita berpikir Yoshinoya didirikan oleh seseorang bernama Yoshino. Tapi, faktanya malah seru, karena pendiri sebenarnya adalah Eikichi Matsuda, yang membuka Yoshinoya pertama kali pada tahun 1899 di Tokyo.
Menariknya, Matsuda sebenarnya bukan berasal dari Tokyo. Dia lahir di Osaka. Nah, banyak yang berasumsi kalau dia memberi nama Yoshinoya terinspirasi dari daerah Yoshino di Osaka. Yang bikin penasaran, Matsuda tumbuh besar di kawasan Sumiyoshi, yang berarti jika namanya berdasarkan tempat masa kecilnya, seharusnya nama restorannya adalah “Sumiyoshiya.” Jadi, kenapa dia memilih nama Yoshinoya?
Rupanya, keputusan Matsuda untuk memberi nama Yoshinoya bukan didasarkan pada tempat tinggalnya, melainkan pada salah satu tempat tersuka di wilayah yang di mana dia berasal. Nama Yoshinoya terinspirasi dari Prefektur Nara, yang dikenal dengan rusa dan kuil, tetapi juga menyimpan keindahan lainnya, yaitu bunga sakura yang menakjubkan di Gunung Yoshino.
Gunung Yoshino terkenal dengan ribuan pohon sakura yang dikelompokkan dalam empat bagian: bawah, tengah, atas, dan dalam ‘senbon’ yang berarti ‘seribu pohon’. Sungguh, ini bukan sekadar istilah saja; ada lebih dari 30.000 pohon sakura di sana! Luasnya pemandangan ini bahkan dapat dinikmati dengan tur helikopter, jadi bayangkan betapa menawannya tempat ini saat musim bunga sakura mekar!
Meski desain interior dan logo Yoshinoya tidak menggunakan motif atau warna bunga sakura, hubungan antara gunung Nara dan jaringan restoran gyudon ini mungkin tidak dipikirkan oleh banyak pengunjung. Yang jelas, baik sakura maupun gyudon sama-sama indah dengan caranya masing-masing.
Jadi, saat kita belanja untuk persiapan piknik bunga sakura tahun ini, mungkin jangan lupa juga untuk membawa takeout dari Yoshinoya sebagai penghormatan terhadap makna nama restorannya. Makan gyudon sambil menikmati keindahan sakura, siapa yang bisa menolak?
Yoshinoya, bukan sekadar tempat untuk makan, tapi juga sebuah kisah penuh sejarah dan inspirasi yang terhubung dengan keindahan alam Jepang. Siapa tahu, dengan setiap suapan gyudon, kita juga merasakan sedikit dari keindahan Gunung Yoshino yang begitu memesona.

