Pengambilan gambar di lokasi syuting bisa jadi tantangan tersendiri. Dalam sebuah wawancara, sutradara Ayer mengungkapkan keunikan pengalaman saat bekerja dengan Brad Pitt dan seekor anjing bernama Uber yang memerankan Odin. “Kami harus menggunakan tali pengaman untuk menjaga keselamatan mereka,” ujar Ayer. “Momen-momen seperti ini cukup berbahaya, terutama ketika aktor beraksi di ketinggian. Di suatu titik, saya rasa Brad bukan cuma berakting, tapi ia benar-benar takut akan ketinggian.”
Serangan Serigala
Salah satu adegan yang diambil di set adalah serangan serigala, di mana sekawanan serigala kelaparan mengelilingi James dan Odin, memaksa mereka untuk bertarung. Sutradara Berry menciptakan set yang mampu menempatkan keduanya dalam kondisi terjebak oleh lanskap sekitar. “Kami membangun sebuah tebing berbatu agar serigala bisa berada di atas dan sekeliling mereka,” jelas Berry. “Seluruh aksi dilakukan oleh para pemeran yang mengenakan kostum abu-abu sebagai pengganti serigala.”
Sayangnya, Ayer menjelaskan bahwa mereka terpaksa menggunakan CGI untuk semua hewan liar. “Selandia Baru tidak mengizinkan kami membawa serigala ke negara tersebut, dan tidak ada beruang grizzly di sana. Bahkan, tidak ada pemangsa alami di sana sama sekali.”
Melintasi Rawa
James dan Odin melanjutkan petualangan mereka dengan menyusuri rawa yang dalam, yang ternyata cukup sulit untuk dilakukan di lokasi nyata. Oleh karena itu, Berry membangun rawa tersebut di dalam studio dan mengisinya dengan air. “Kami membuat jalur agar Brad dan anjingnya bisa berjalan melaluinya,” ungkap Berry. “Suatu ketika, Brad sampai tenggelam hingga dada.”
Keputusan Strategis
Setelah berjuang di rawa, James dan Odin kemudian menyeret diri ke titik pandang yang indah, tidak jauh dari jalan. Adegan-adegan tersebut diambil di Paradise Trust, yang merupakan lokasi yang memiliki pemandangan luas, ladang, dan jalan yang saling terhubung. Salah satu anjing bahkan berlari dengan kecepatan penuh melintasi ladang. “Kami banyak merekam momen itu, dan anjing itu tidak pernah kelelahan,” kata Ayer. “Kami menggunakan kamera dan drone. Itu adalah sudut pandang yang emosional yang sangat indah, dan tampak sederhana, tetapi anjing itu benar-benar berlari.”
Kenangan Militer
Adegan flashback yang menggambarkan James dan Odin saat berada di militer diambil di belakang studio Kumeū Film. Berry membuat set besar yang bisa digunakan dari berbagai sudut dalam suasana desa Afghanistan, sementara pemandangan di Bukit Queenstown digunakan untuk adegan helikopter Blackhawk. “Kami membangun set yang cukup rumit dan bahkan meledakkan beberapa hal,” jelas Ayer. “Banyak efek khusus dan teknologi yang terlibat dalam momen-momen tersebut.”
Dengan semua tantangan yang ada, bisa dibilang pembuatan film ini bukan sekadar tentang teknik, tetapi lebih pada bagaimana menghadirkan cerita yang menggugah dan membangun kedekatan antara karakter dan pemirsa. Bagi para penggemar film, melihat bagaimana proses ini berlangsung memberikan pandangan baru tentang apa yang dibutuhkan untuk menciptakan pengalaman sinematik yang luar biasa. Tak sabar menantikan hasil akhirnya dan melihat bagaimana cerita ini akan berkembang di layar lebar!
