Bayangkan sebuah dunia di mana seks pra-nikah hanya legal satu malam dalam setahun (dan, ya, kondom itu wajib). Mungkin kedengarannya absurd, tetapi inilah premis dari film One Night Only, sebuah komedi romantis yang menghibur dengan latar belakang kota New York—semuanya hanya dalam satu malam.
Dalam film yang mengambil setting di kota terbesar di Amerika Serikat ini, para tokoh berhasil menjelajahi beberapa lokasi (setidaknya tiga borough) dalam satu malam yang penuh gejolak. Allie (Monica Barbaro), seorang musisi lajang yang terjebak dalam mimpi yang belum terwujud, bekerja sebagai pembuat jingle untuk perusahaan farmasi, sementara Owen (Callum Turner), pemilik toko pizza yang baru saja putus cinta, tidak bisa berhenti bertemu satu sama lain. Saat mereka berusaha mencari pasangan untuk berhubungan intim, satu hal jadi sangat jelas: penampilan bisa saja menipu.
Will Gluck, sutradara dari Easy A dan Anyone But You, sangat antusias menggarap film yang berpusat di New York ini, karena ia adalah asli New Yorker. Bagian dari misinya adalah mengeksplorasi banyak sudut kota—terutama lokasi-lokasi dari masa kecilnya—serta membuat gerakan dan pilihan transportasi karakter terlihat masuk akal. “Saya sangat perhatian dengan geografi,” kata Gluck, “Saya benar-benar ingin semuanya sesuai. Saya tidak ingin mereka berjalan ke arah yang salah untuk sampai ke tempat yang benar.”
Gluck berhasil mengajak banyak teman lokalnya untuk ikut terlibat dalam film ini: “Kami beruntung karena hampir semua orang setuju.” Dari Mike Birbiglia yang berperan sebagai polisi konyol hingga seorang pelayan di klub Greenpoint yang diperankan oleh Ziwe, komedian New York meramaikan film ini. “Yang paling penting, saya suka merekam bagian New York yang biasanya tidak terlihat di film,” tambahnya. Gluck juga berbagi dengan Condé Nast Traveler tentang semua lingkungan dan lokasi, baik yang sudah direncanakan maupun yang ditemukan di jalan, yang berhasil dimuat dalam One Night Only.


