Liburan yang ditunggu-tunggu bisa jadi terasa menyebalkan saat para pelancong mendapati diri mereka menatap papan keberangkatan dengan rasa frustrasi. Penundaan penerbangan tak jarang mengacaukan rencana yang sudah disusun rapi. Namun, baru-baru ini, penelitian dari pakar asuransi perjalanan Confused.com mengungkap siapa yang jadi juara dalam hal ketepatan waktu penerbangan di Inggris.
Dalam penelitian tersebut, Scandinavian Airlines (SAS) dinyatakan sebagai maskapai paling tepat waktu di bandara-bandara Inggris. Dengan statistik yang mencengangkan, 84.6% penerbangan mereka tiba dan berangkat tepat waktu, dengan rata-rata keterlambatan hanya 7.4 menit saja. SAS menghubungkan 11 destinasi dari 7 bandara di Inggris, termasuk kota-kota cantik seperti Kopenhagen dan Oslo.
Maskapai asal Amerika Serikat, JetBlue, berada di peringkat kedua dengan 82.6% penerbangan tepat waktu pada tahun 2025. Rata-rata keterlambatannya sedikit lebih tinggi, yakni 11.3 menit, dan hanya 0.7% penerbangan mereka yang dibatalkan. Ini menunjukkan bahwa JetBlue juga cukup solid dalam hal ketepatan waktu.
Selanjutnya, Virgin Group juga menunjukkan performa mengesankan dengan penambahan rute baru, total 32 destinasi dari bandara-bandara Inggris. Performanya dalam hal penerbangan tepat waktu meningkat sebesar 15% dibandingkan tahun sebelumnya. Ini bisa jadi kabar baik bagi para penumpang yang mengandalkan keandalan maskapai ini.
Menariknya, setelah mengetahui data ini, Confused.com melakukan survei terhadap 2.000 orang dewasa di Inggris yang pernah mengalami penundaan penerbangan. Hasilnya menyoroti betapa krusialnya reputasi ketepatan waktu bagi para pelancong. Sekitar 83% dari mereka mengakui bahwa mereka mempertimbangkan reputasi maskapai dalam hal ketepatan saat memesan penerbangan. Bahkan, lebih dari separuhnya (54%) bersedia membayar ekstra untuk memilih maskapai yang terkenal tepat waktu. Rata-rata, mereka rela mengeluarkan tambahan £48.50 per orang per penerbangan, sementara 30% di antaranya bahkan mau mengeluarkan lebih dari £50.
Tentunya, tidak mengherankan jika hampir setengah (49%) responden mengaku bahwa pengalaman mendapat delay membuat kepercayaan mereka terhadap maskapai menurun. Dari sekian banyak yang kecewa, 45% memilih untuk tidak memesan penerbangan dengan maskapai yang bersangkutan di masa depan dan 32% bahkan mengatakan kepada teman dan keluarga untuk tidak menggunakan maskapai tersebut.
Kita semua tahu betapa menyebalkannya penundaan; satu dari lima responden mengaku kehilangan satu hari penuh dari liburan mereka, sementara yang lain terpaksa melewatkan penerbangan lanjutan dan transportasi yang sudah dipesan seperti taksi dan kereta. Meski begitu, hanya satu dari tiga yang melaporkan klaim sebagai kompensasi. Dari yang melapor, 75% mengajukan klaim melalui maskapai, sedangkan 21% menggunakan asuransi perjalanan.
Tom Vaughan, pakar asuransi perjalanan dari Confused.com, memberikan penjelasan penting. “Jika Anda terjebak dalam penundaan, penting untuk mengetahui hak-hak Anda. Untuk penerbangan yang dilindungi oleh hak penumpang Inggris (UK261)—yang mencakup penerbangan dari bandara Inggris dan kembali ke Inggris dengan maskapai Inggris atau Uni Eropa—maskapai memiliki tanggung jawab untuk memperhatikan Anda saat menunggu, termasuk menyediakan makanan dan minuman.”
Dia menambahkan bahwa: “Untuk kompensasi finansial, Anda mungkin berhak menerima ganti rugi jika mencapai tujuan lebih dari 3 jam terlambat dan itu kesalahan maskapai. Jumlahnya tergantung pada jarak penerbangan; misalnya, Anda bisa mendapatkan £350 per orang jika penerbangan tersebut antara 1,500 km dan 3,500 km.” Tapi, tidak ada ganti rugi otomatis, jadi klaim harus diajukan ke maskapai.
“Jika penundaan disebabkan oleh faktor yang berada di luar kendali maskapai, mereka biasanya tidak diwajibkan untuk memberikan kompensasi. Perlindungan untuk gangguan juga bukan bagian standar dari polis asuransi perjalanan. Di sinilah perlindungan gangguan perjalanan—sebagai tambahan dari asuransi perjalanan standar—dapat membantu. Perlindungan ini mencakup berbagai situasi, termasuk cuaca buruk, bencana alam, dan larangan perjalanan yang tidak terduga. Apa saja yang ter-cover akan tergantung pada setiap polis individual, jadi penting untuk memeriksa syarat dan ketentuan dan memilih opsi yang paling cocok dengan kebutuhan Anda.”

