Akhirnya, setelah berjuang melawan rasa kantuk di pesawat, penumpang bisa merentangkan tubuh dan bersantai sejenak. Tiba-tiba, ada ketukan lembut di bahu. “Silakan kembalikan kursi Anda ke posisi tegak,” ujar pramugari.
Tentu saja, bangun tiba-tiba karena pengumuman ini terasa menyebalkan. Namun, ada alasan penting di balik aturan meluruskan kursi selama decol dan pendaratan. Menurut Lia Ocampo, mantan pramugari, di AS, aturan ini ditegakkan oleh Federal Aviation Administration (FAA).
“Kursi harus tegak selama decol dan pendaratan demi keselamatan,” ungkap Ocampo kepada Traveler. “Pramugari mengumumkan hal ini untuk memastikan semua penumpang mematuhi aturan tersebut. Ini demi keselamatan bersama.”
Fase decol dan pendaratan sangat krusial
Salah satu bagian yang membingungkan dari regulasi ini adalah timing permintaan pramugari. Rasa frustrasi bisa muncul ketika Anda hanya ingin duduk nyaman dan bersantai sebelum pesawat lepas landas. Kenapa sih kursi harus tegak hanya selama decol dan pendaratan? Meskipun fase ini terbilang pendek dan rutin, tetapi justru menjadi momen paling rawan kecelakaan saat penerbangan. Sekitar 20% kecelakaan fatal terjadi selama decol dan pendakian awal pesawat, dan sekitar 47% terjadi saat pendaratan akhir, berdasarkan data terbaru dari Boeing. Jadi, kru kabin mengambil langkah-langkah ekstra dalam situasi ini untuk memastikan keselamatan semua penumpang.
Evakuasi bisa berjalan lebih cepat dengan kursi tegak
Jika terjadi insiden selama decol atau pendaratan, kemungkinan besar ratusan penumpang perlu mengevakuasi pesawat dalam waktu singkat. “Kursi yang direbahkan bisa menjebak penumpang di belakang Anda saat evakuasi,” jelas Ocampo. “Penumpang di belakang Anda akan kesulitan untuk bangkit dan keluar dengan cepat.” Meskipun mengubah posisi kursi sedikit saja tampak sepele, hal ini bisa membuat perbedaan besar di dalam kabin yang mungkin dipenuhi asap dan kerumunan saat keadaan darurat. “Kursi tegak mempermudah evakuasi, mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk meninggalkan pesawat,” lanjut Ocampo.
Memberi ruang untuk posisi pelindung di saat darurat
Dalam situasi pendaratan keras atau insiden keselamatan lainnya, pramugari bisa menginstruksikan penumpang untuk mengambil posisi pelindung. Dalam posisi ini, penumpang biasanya diminta untuk membungkuk ke depan dan menstabilkan kepala dengan merapatkan tangan ke kursi di depannya. Ini membantu melindungi kepala dan leher dari benturan saat terjadi dampak yang lebih keras dari biasanya. (Posisi ini biasanya ditunjukkan dalam kartu keselamatan di kantong punggung kursi.) Penumpang yang berada di belakang kursi yang direbahkan bisa kesulitan untuk mengambil posisi pelindung yang paling tepat dalam situasi darurat. “Posisi ini juga bisa meningkatkan dampak dan risiko cedera,” jelas Ocampo.
Walau mungkin terasa menyebalkan untuk mengorbankan ruang ekstra di kursi ekonomi yang sempit dengan mengembalikan kursi ke posisi tegak, para pramugari tidak meminta hal ini untuk membuat Anda kesal. “Ingat, pramugari ada di sana untuk menjaga keselamatan Anda, jadi jangan buat pekerjaan mereka lebih sulit dengan tidak mematuhi aturan,” tegas Ocampo. “Mengikuti peraturan yang ditetapkan membuat hidup lebih mudah dan aman untuk semua orang di pesawat, terutama dalam keadaan darurat.”

