Ritual Makanan Tersembunyi di Barcelona: Dari Sarapan Hingga Makan Malam
Barcelona baru-baru ini menduduki peringkat kelima dalam daftar Kota Terbaik untuk Makanan 2026 versi Time Out. Sebanyak 82% penduduk menilai kualitas kuliner kota ini luar biasa, dengan pengamat menyoroti pasar lokal dan tradisi Catalan yang kaya. Namun, peringkat ini tidak sepenuhnya mencerminkan betapa pentingnya ritual daripada sekadar restoran dalam membentuk reputasi kuliner Barcelona. Meski kota ini bereksperimen dengan banyak jenis makanan, mereka tetap setia pada tradisi lokal yang diilustrasikan melalui menu dan ritual makan yang mengelilinginya.
Warga Barcelona punya cara tersendiri untuk menikmati makanan. Dari sarapan hingga makan malam, kota ini menghadirkan warisan uniknya dalam setiap aspek, termasuk waktu penyajian dan cara menikmatinya.
Ritual Sarapan Pagi yang Dijunjung Tinggi oleh Penduduk Lokal Barcelona
Di Barcelona, para penduduk biasanya merayakan dua kali sarapan. Pertama, mereka memulai hari dengan kopi cepat pada pukul 7 atau 8 pagi, disertai sepotong roti atau kue untuk menambah energi saat berangkat kerja. Kemudian ada “esmorzar”, sarapan kedua yang lebih santai di tengah sampai akhir pagi dengan hidangan yang lebih mengenyangkan. Salah satu hidangan favorit adalah “Pa amb tomàquet”, yaitu roti dengan tomat segar yang bisa dinikmati kapan saja, tapi paling sering sebagai makanan ringan di pagi hari.
Tradisi membagi sarapan ini mengungkapkan salah satu aspek penting budaya makan di Barcelona: segalanya berjalan selaras dengan ritme alami kehidupan sehari-hari. Warga setempat suka menikmati sesuatu yang cepat dan memberi energi di pagi hari, lalu menyempatkan diri untuk menikmati hidangan lebih berat di lain waktu.
Belakangan ini, tren sarapan dengan porsi lebih mengenyangkan kembali naik daun, saat warga setempat menolak banyaknya tempat brunch yang ditujukan untuk wisatawan dan beralih ke versi Catalan yang lebih tradisional. Pancake dan roti Perancis kini dibanjiri dengan piring sederhana yang lebih padat: bacallà amb samfaina, yaitu ikan cod asin yang dihidangkan dengan stew terong, paprika, zucchini, dan tomat, serta botifarra, sosis babi khas Catalan.
Hidangan-hidangan sarapan tradisional ini ditemukan di kafe-kafe lokal yang bersahaja di kawasan seperti Gràcia dan Sant Antoni, dan harganya cukup terjangkau agar tetap dapat dinikmati oleh penduduk setempat.
Keunikan Makan Siang, Tapas, dan Istirahat Sore yang Mengungkap Kebiasaan Kuliner Barcelona
Meski biasanya dinikmati pada hari Minggu, sekarang praktik “la hora del vermut”, tradisi minum vermouth sebelum makan siang, juga umum dilakukan pada hari kerja. Aturan tak tertulisnya adalah minum vermouth saat siang hari, biasanya ditemani dengan berbagai camilan asin dan tapas. Sama halnya dengan sarapan, makan siang di Barcelona juga dimulai dengan hidangan kecil sebelum memasuki porsi yang lebih besar.
Vermouth yang dinikmati sebagai aperitif menjadi bagian besar dari ritual ini, biasanya disajikan dingin dengan irisan jeruk. Banyak bar dan bodegas di Barcelona bahkan menyediakannya dalam bentuk keran. Pada hari-hari santai di musim panas, mudah sekali melihat penduduk setempat menikmati vermouth dari jam 12 hingga 2 sore, sebelum makan siang resmi mulai dari jam 2 hingga 4 sore. Hidangan siang bisa jadi momen santai, apalagi jika cuaca sedang bagus.
Namun, kebiasaan makan siang yang lebih panjang ini kini terancam. Jadwal kerja lokal telah berubah, dan para wisatawan lebih memilih opsi yang lebih efisien. Meskipun demikian, banyak restoran keluarga di lingkungan setempat masih menawarkan “menú del dia” atau menu harian tradisional. Menu ini berisi hidangan lengkap khas Catalan dengan biaya tetap. Beberapa restoran sekarang juga menawarkan opsi vegetarian dan vegan, yang menunjukkan bahwa meskipun kebiasaan kesehatan berubah, ritual makan tradisional Barcelona masih bisa dipertahankan.
Ritual Malam dan Tradisi Makan Malam yang Disukai Penduduk Setempat
Tapas bisa dinikmati kapan saja, baik makan siang maupun makan malam, di seluruh Spanyol. Keakraban dari piring kecil bersama adalah salah satu ciri khas makan di Spanyol, dan di Barcelona, mereka disajikan dengan sentuhan khas Catalan, menggunakan bahan-bahan lokal. Salad ikan cod asin dan bombas, kue bulat yang terbuat dari kentang dan daging, adalah beberapa makanan klasik Barcelona. Makanan laut segar dari pantai kota juga mendominasi menu tapas di bar lokal.
Seringkali, tapas menjadi hidangan utama saat makan malam, namun bisa juga menjadi pembuka di awal malam. Bagi penduduk Barcelona, waktu makan malam dimulai antara jam 8 hingga 9 malam, dan tidak akan benar-benar dimulai serius sebelum jam 9 malam, terutama saat matahari terbenam lebih lambat. Banyak dapur restoran bahkan tetap buka hingga tengah malam atau lebih saat musim panas.
Spanyol biasanya memiliki malam yang panjang sepanjang tahun karena perbedaan waktu yang unik. Hal ini menciptakan budaya makan malam yang meriah hingga larut malam. Warga lokal suka berkeliling dari satu bar ke bar lain, menikmati minuman di satu tempat dan lalu mencicipi tapas di tempat lain. Makanan yang disajikan biasanya lebih ringan, dengan fokus pada ikan bakar dan salad.
Bahkan ketika tidak ada tapas yang disajikan, berbagi makanan tetap menjadi bagian penting dari makan malam di Barcelona. Segala hidangan diletakkan di tengah meja dan dibagikan. Ini membantu mendorong elemen percakapan yang sudah terkenal dari makan malam di Barcelona. Rasa kebersamaan dan koneksi adalah hal yang sangat dihargai pada akhir hari, dengan makanan sebagai penghubung utama.
Etika Pesan dan Makan di Barcelona
Sama seperti ritual makan, Barcelona juga memiliki etika khusus yang perlu diikuti saat makan. Misalnya, tapas biasanya diletakkan di tengah meja dan dibagikan. Tidak sopan jika memesan semuanya sekaligus. Mengingat waktu makan yang lebih santai, pengunjung diharapkan memesan secara bertahap. Kenikmatan tanpa terburu-buru adalah bagian penting dari pengalaman makan di Barcelona.
Makan siang adalah waktu makan tersbesar, bukan makan malam, dan yang terakhir dianggap sebagai kesempatan bersosialisasi. Oleh karena itu, penting untuk bersikap terbuka saat berbincang di malam hari, bahkan ketika makan sendirian.
Apapun hidangannya, dianggap kasar jika menjentikkan jari untuk memanggil pelayan atau memanggil mereka. Mengangkat tangan adalah cara umum untuk menarik perhatian mereka.
Keseimbangan kecil ini terlihat seperti detail sepele, tetapi semua aspek ini berkontribusi pada budaya makanan yang khas di Barcelona. Keceriaan, penghormatan terhadap tradisi, dan gaya makan yang santai semua berperan dalam menjadikan kota ini sebagai tujuan kuliner terkemuka, sama seperti hidangannya yang lezat.

