Galataport Istanbul
Galataport resmi dibuka pada 2021 dan berhasil mengubah waterfront Karaköy menjadi terminal kapal pesiar yang modern. Sebagai bagian dari proyek revitalisasi yang lebih besar, Galataport juga menyulap lingkungan sekitarnya dengan menghadirkan kompleks perbelanjaan besar sambil memulihkan bangunan bersejarah seperti Paket Postanesi dari era Ottoman. Tempat ini jadi pilihan tepat bagi yang ingin berburu oleh-oleh, dengan produk khas Turki seperti lokum dan baklava dari nama-nama legendaris seperti Hafız Mustafa 1864 dan Şekerci Cafer Erol, ditambah kopi Turki otentik dari Selamlique.
Para penggemar fashion dan desain pasti harus menjelajahi Paket Postanesi, yang mengusung merek lokal dengan fokus pada kerajinan tangan. Di Vintage Corner, pengunjung bisa menemukan barang-barang pre-loved, sedangkan Kundura menawarkan barang kulit buatan tangan yang berwarna-warni. Jangan lupa berkunjung ke Atelier Rebul, yang terkenal dengan produk-produk ala apotek, sementara Figg punya alas kaki tradisional Turki yang wajib dicoba. Sebelum datang, pastikan untuk cek program acara di Komün, ruang terbuka di teras Paket Postanesi yang sering mengadakan sesi yoga, pertunjukan langsung, dan diskusi menarik.
Restoran yang Wajib Dikunjungi
Istanbul punya lebih dari 20.000 restoran, mulai dari tempat dengan bintang Michelin yang berkelas sampai kafe sederhana yang menyajikan masakan Turki ala keluarga yang hangat. Tapi ada beberapa kuliner terbaik yang tersembunyi di tempat-tempat kecil—jangan sampai meninggalkan Istanbul tanpa mencoba hidangan-hidangan ikonis ini.
Sehzade Cag Kebap
Restoran kebab bisa ditemukan di hampir setiap sudut Istanbul, tapi tidak semua hidangan itu sama. Di Sehzade Cag Kebap, yang menyajikan hanya tujuh item di menu, kesederhanaan bertemu dengan rasa yang luar biasa dan pelayanan yang efisien. Daging domba dibakar arang, roti lavashnya super tipis hingga hampir tembus pandang, dan saus tomatnya pedas tapi tidak membuat hidangan lainnya jadi tenggelam.
Hanimeli Vegan
Terletak di kawasan bohemian Cihangir, Hanimeli Vegan adalah kafe kecil yang mungkin tidak terlihat mencolok. Meskipun namanya menyiratkan vegan, menu di sini lebih beragam. Hortikultura musiman menjadi ciri khusus di tempat ini, dengan pilihan salad dan rebusan yang berubah setiap hari. Ini adalah tempat ideal untuk mampir makan siang antara berburu barang antik atau sekadar bersantai di hammam. Jika hanya ada satu kesempatan berkunjung, hidangan yang harus dicoba adalah terong montok yang disiram dengan oregano dan tomat, salad mentimun dengan taburan cabai merah segar, serta manti vegetarian (dumpling mini yang dibumbui) yang disajikan dengan cacik (saus yogurt dan sumac)—sedikit bikin ketagihan, tapi pastikan siap-siap untuk mengabaikan label vegan.
