Apakah kamu tinggal di salah satu negara dengan waktu tidur paling sedikit di dunia? Tempat tidurmu bisa jadi memengaruhi apakah kamu jadi seorang profesional tidur yang bangga dengan delapan jam tidur semalam, atau justru menghabiskan waktu tanpa tidur yang nyenyak, terbawa dalam kekaburan siang dan malam. Kita semua tahu dampak kesehatan dan produktivitas dari kurang tidur, tapi karena kesibukan hidup modern, kadang malam yang nyaman di atas kasur tidak selalu bisa didapat. Jika kamu sering terjaga saat dunia sedang tidur, kamu tidak sendirian. Rata-rata selisih waktu tidur antara negara dengan waktu tidur paling sedikit dan negara dengan tidur paling cukup adalah satu jam dan 25 menit. Meskipun angka ini terlihat kecil, waktu yang dianggap tidak signifikan ini bisa bertambah menjadi lebih dari 19 hari tidur dalam setahun.
Pada 2014, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan kurang tidur sebagai epidemi kesehatan masyarakat. Sementara itu, di Jepang, ada istilah untuk konsekuensi fatal dari kerja berlebihan: Karōshi, yang merujuk pada jam kerja yang berlebihan dan tekanan pekerjaan tinggi, yang berujung pada kurangnya waktu untuk istirahat dan tidur.
Untuk mengungkap siapa yang tidur paling nyenyak di antara semua negara, Forum Ekonomi Dunia mengumpulkan data dari Sleep Cycle, sebuah aplikasi yang digunakan di seluruh dunia untuk melacak berapa banyak waktu tidur yang didapat orang.
Ternyata, tidak mengherankan jika Selandia Baru berhasil menduduki posisi sebagai negara dengan waktu tidur paling banyak di dunia. Rata-rata warga Selandia Baru tidur lebih dari tujuh setengah jam setiap malam. Berkat faktor-faktor seperti rendahnya polusi cahaya dan kepadatan penduduk yang relatif rendah, suasana untuk tidur nyenyak sangat mendukung. Hasil dari Forum Ekonomi Dunia menunjukkan bahwa Kiwis berada di depan bersama warga negara Eropa seperti Britania Raya, Finlandia, Belanda, dan Belgia, serta tetangga mereka dari Oseania, Australia, yang semuanya tidur lebih dari tujuh setengah jam per malam.
Di tengah-tengah daftar, ada Thailand, Argentina, Taiwan, dan Singapura, dengan rata-rata waktu tidur antara enam jam empat puluh lima menit hingga tujuh jam. Meskipun tidak seideal Selandia Baru, cukup mengesankan untuk negara-negara ini, ketahanan mereka menunjukkan bahwa tidur berkualitas masih bisa didapat meski dalam kesibukan sehari-hari.
Dengan data ini, kita jadi ingat betapa pentingnya tidur untuk kesehatan kita. Tidur yang cukup bukan cuma soal istirahat, tapi juga berpengaruh pada mood, produktivitas, dan bahkan kesehatan jangka panjang. Jadi, bagi kamu yang sering terjaga di tengah malam, mungkin sudah saatnya untuk mencari tahu cara menciptakan suasana tidur yang lebih mendukung. Bisa jadi dengan meredupkan lampu, mematikan gadget, atau bahkan membuat rutinitas malam yang menenangkan.
Silakan coba eksplorasi beberapa cara berbeda yang bisa membantu menambah waktu tidurmu, agar bisa bangun dengan segar dan siap menjalani hari. Siapa tahu, dengan mengadopsi kebiasaan dari negara-negara hebat ini, kamu bisa mendapatkan tidur lebih berkualitas dan merasakannya di setiap aktivitas sehari-hari. Tidur nyenyak, hidup bahagia!
