Fogo Island, Newfoundland dan Labrador
Mendatangi Fogo Island bukanlah hal yang bisa dilakukan sembarangan. Perjalanan menuju pulau ini cukup menantang—dimulai dari perjalanan mobil dari bandara, dilanjutkan dengan feri, kemudian perjalanan mobil lagi. Namun, semua usaha itu sangat sepadan. Perjalanan dengan feri memakan waktu hampir satu jam, ditambah dengan hembusan angin Atlantik Utara yang kencang. Kekuatan alam ini terlihat jelas dalam kehidupan sehari-hari penduduk pulau, memberikan nuansa sinematik pada lanskap pesisir yang tangguh. Fogo Island, yang dihantam angin dan ombak, menjadi rumah bagi komunitas penangkap ikan cod yang telah bertahan di tempat ini selama berabad-abad.
Pengunjung bisa merasakan warisan yang kental dari para pendatang, dengan banyak keluarga yang bisa melacak asal-usul mereka hingga ke Irlandia dan Inggris sekitar tiga abad yang lalu. Ini adalah tempat yang indah dan sarat sejarah, menawarkan pesona yang berbeda tergantung pada musimnya. Penduduk setempat suka mengatakan bahwa ada tujuh musim di sini. Di musim gugur, ketika beri berjatuhan menutupi tanah, ada Feile Tilting, sebuah perayaan warisan Irlandia dari Tilting, serta Shoretime Festival yang merupakan kumpulan seniman, ekolog, dan pemikir budaya setiap dua tahun sekali.
Di antara musim “trap berth” (yang terjadi di antara musim semi dan panas), pengunjung bisa melihat gunung es dan banyak lumba-lumba. Musim panas adalah waktu untuk melihat bunga liar dan berenang di kolam. Beberapa penduduk lokal bilang bahwa musim dingin, meski terlihat tertutup, adalah waktu yang paling indah. Saat itulah waktu yang sempurna untuk melakukan snowmobiling dan berski salju menjelajahi bagian dalam pulau di siang hari. Dan di malam hari, menghabiskan waktu di dalam shed yang hangat sambil menikmati minuman hangat dan berbincang-bincang menjadi pengalaman tak terlupakan.
Toronto, Ontario
Ada aturan tak tertulis: di Toronto ada dua huruf “t”, tapi kalau kamu mengucapkan yang kedua, jelas kamu bukan penduduk asli sini. Mungkin kamu lebih mengenal kota ini sebagai “The Six,” julukan yang diberikan rapper lokal, Drake, saat mempromosikan album 2016-nya, Views, yang ditampilkan di sampul album tersebut dengan dirinya duduk di atas menara CN yang sangat ikonis. Julukan ini merujuk pada kode daerah “416” dan enam kota yang membentuk kompleks urban Toronto: Toronto, East York, North York, Scarborough, Etobicoke, dan York. Terlihat menakjubkan, kan? Kota ini juga dihuni oleh lebih dari 200 kebudayaan yang berbicara dalam banyak bahasa.
Penduduk Toronto sangat bangga akan nuansa dan keanekaragaman yang membentuk identitas mereka. Itu berarti kamu selalu punya kesempatan untuk menemukan sesuatu yang baru. Mau mengikuti jejak para turis yang berkunjung ke tempat-tempat terkenal seperti St. Lawrence Market yang legendaris, atau mencari venue yang lebih unik dan baru seperti BAND (Black Artists Network in Dialogue) Gallery, semua bisa kamu lakukan di sini. Setiap sudut kota menyimpan cerita dan pengalaman yang bikin betah berlama-lama.

