Bayangkan berkeliling di antara tiang-tiang kapal yang bergoyang di marina, sambil menyusuri stall di pasar petani di bawah tembok kota. Ada olive, minyak zaitun, semangka, beri, madu dari pegunungan, daging olahan, anggur dan brendi homemade, serta tumpukan tomat cerah dan buah ara yang harum. Kotor, yang terletak sekitar 60 kilometer dari Dubrovnik, memang punya pesonanya sendiri. Kendati banyak wisatawan berlalu-lalang, kota ini tetap hidup dengan aktivitas sehari-hari para penduduk lokal yang seolah tidak terganggu oleh keramaian. Sepertinya tempat ini adalah campuran sempurna antara pengalaman tradisional dan kesenangan modern.
Pasar di sini memang mengundang untuk dieksplor, dan saat melangkah masuk melalui Sea Gate dengan patung singa Venesia yang ikonik, nuansa kental sejarah langsung terasa. Menyapa dengan senyuman adalah penduduk setempat yang berbincang didekat motor mereka. Di depan, ada menara jam yang tampak unik dari awal abad ke-17; di bawahnya berdiri monumen elegan yang dikenal sebagai Pillar of Shame, yang dulunya dipakai sebagai tiang hukuman hingga akhir kekuasaan Venesia. Square of Arms adalah area tersibuk di kota ini, dikelilingi kafe-kafe yang mengundang. Tapi, jika ingin suasana lebih tenang, melangkahlah ke Cinema Square untuk menikmati kopi di bawah pohon poplar hitam yang ditanam pada tahun 1667. Sambil menyeruput kopi, jangan lupa untuk mencicipi sekerat Kotor krempita, kue puff dengan custard manis yang menjadi spesialisasi lokal di sini.
Di seberang, Kotor Cat Museum siap menghibur para pecinta kucing dan sekaligus membantu merawat kucing-kucing di kota ini, yang konon keturunan dari kucing pemburu yang dibawa oleh pelaut Venesia. Bagi yang kurang suka kucing, gereja Romano-Gothic kecil, St. Michael, di plaza yang sama menyimpan Kotor Lapidarium, koleksi artefak batu dari periode Illyro-Romawi hingga akhir abad ke-18.
Setelah menambah energi dengan kopi, lanjutkan perjalanan ke St Luke’s Square, menyusuri jalan penuh pesona ke Trg od Drva, atau Wood Square. Di sini, pengunjung bisa naik ke benteng yang menawarkan pemandangan luar biasa dari kota dan teluk. Jalan menuju Castle of St John melibatkan sekitar 1.350 anak tangga dan ketinggian sekitar 850 kaki, melewati Gereja Our Lady of Remedy di tengah perjalanan. Namun, jika terasa melelahkan, mengapa tidak beristirahat sejenak dan menikmati grilled sea bass di restoran ikan yang sangat direkomendasikan, Bastion, yang terletak di plaza tersebut?
Setelah mengisi perut, tujuan selanjutnya adalah Katedral St Tryphon, monumen terpenting Kotor dan salah satu gereja Romanesque terindah di Adriatik. Dikhususkan pada tahun 1166, katedral ini menyimpan altarpiece terbuat dari emas dari abad ke-15 dan ciborium Romanesque-Gothic dari abad ke-14 yang didukung kolom marmer merah, lengkap dengan ukiran dari kehidupan dan martir St. Tryphon. Teras atas memberikan pemandangan luar biasa dari atap-atap Kota Tua, serta kesempatan untuk merasakan sensasi berkuasa saat mengumumkan pernikahan di plaza di bawah. Di dekatnya, Museum Maritim yang terletak di Istana Grgurina dari abad ke-18 menceritakan kisah para kapten dan pelaut yang membawa pengaruh Kotor jauh melampaui teluknya. Namun, jika waktu sudah semakin mendekati sore, mungkin bisa disimpan untuk kunjungan selanjutnya.

