Di tengah perjalanan seru di New York State Canalway Water Trail, seorang petualang baru saja mengalami kejadian lucu tapi cukup menyedihkan. Bayangkan, di hari kedua petualangan menempuh jarak 40 mil dengan kano sewaan, tanpa sengaja menjatuhkan ponselnya ke dalam Erie Canal! Kisah ini bikin kita pengen tertawa dan merasa kasihan sekaligus. Ponsel itu bukan hanya alat komunikasi, tapi juga menyimpan semua foto, catatan perjalanan, peta interaktif, dan detail penerbangan. Rasanya seperti kehilangan semua kenangan dan informasi penting, kan?
Di pagi yang cerah itu, rombongan mendayung melewati deretan rumah sisi kanal yang asri, terlihat beberapa ponton berhenti di dermaga. Tiba-tiba, sebuah kapal rumah melintas dengan suara mesin yang menggelegar. Kaptennya ternyata seorang jokester, teriak “No wake! Slow down!” yang jelas bikin pelancong lain terhibur. Momen tersebut bikin si penulis teralihkan, dan voila! Ponsel pun meluncur tanpa ampun ke air.
Si teman yang duduk di depan, Lisa, tampak lebih beruntung. Ponselnya aman dalam jaket dan pernah mengalami insiden serupa saat mendayung di New York Harbor. Tapi, siapa sih yang tak panik ketika semua barang berharga jatuh ke dalam air? Apalagi saat itu, si penulis merasa memulai perjalanan dengan semangat yang menggebu.
Impian untuk mendayung lebih lama akhirnya terwujud. Canal System di New York yang terkenal dengan arusnya yang lambat terasa sangat menggoda dan, tentunya, menjadi pilihan yang tepat untuk perjalanan kayak pertama. Mengapa? Karena tahun ini menandai ulang tahun ke-200 Erie Canal, lho! Sejarah mencatat bahwa pada 1825, Gubernur New York, DeWitt Clinton, menuangkan air Danau Erie ke New York Harbor setelah perjalanannya yang menakjubkan melintasi 363 mil penuh aqueduct dan 83 kunci baru. Canal ini mengubah wajah negara dan berkontribusi dalam migrasi serta perdagangan, membuka jalan bagi New York City menjadi metropolis besar yang kita kenal sekarang.
Tapi, di balik pencapaian luar biasa ini, ada cerita lain yang tak kalah penting. Canal tersebut juga menciptakan displacement bagi penduduk asli seperti Mohawks, Oneidas, Onondagas, Cayugas, Senecas, dan Tuscarora dari Konfederasi Haudenosaunee. Bagi mereka, Erie Canal bukanlah sebuah prestasi teknik yang mengesankan, melainkan simbol dari upaya genosida. Hal ini tentu mengajak kita untuk merenungkan kompleksitas sejarah yang terkandung di dalamnya.
Selama mendayung, pemandangan sekitar semakin membuat perjalanan ini berkesan. Dari air yang tenang hingga lanskap indah yang meliputi berbagai jenis flora dan fauna, setiap jengkal mengajak kita untuk merenung. Di sepanjang jalur kanal, tak jarang terlihat pesona alam yang sungguh menakjubkan, yang seharusnya diabadikan dengan baik. Namun sayang, ponsel yang berisikan banyak kenangan itu kini hanyut entah ke mana.
Kini, si penulis menyadari bahwa terkadang, untuk bisa menikmati perjalanan yang sebenarnya, kita perlu kehilangan beberapa hal. Dalam momen-momen seperti ini, tersimpan pelajaran berharga yang mengingatkan kita untuk menghargai pengalaman hidup dan ketidakpastian yang selalu ada dalam perjalanan. Kembali kepada momen mendayung, melihat keindahan alam dan merasakan ketenangan air mengingatkan kita bahwa yang terpenting bukanlah teknologi yang kita miliki, melainkan pengalaman dan kenangan yang kita ciptakan.
Jadi, cerita tentang menghilangnya ponsel ini bisa jadi pengingat untuk lebih menghargai momen yang ada di depan mata. Siapa tahu, mungkin setiap kejadian tak terduga justru jadi bagian terbaik dari perjalanan tersebut!

