Analisis terbaru dari penyedia intelijen media, CARMA, menunjukkan bahwa Piala Dunia FIFA sedang membuat maskapai penerbangan menjadi sorotan utama. Dalam analisis ini, terdapat 877 artikel yang mencakup empat merek maskapai dan 3.824 penyebutan di media sosial.
American Airlines menjadi yang terdepan dalam pembagian media dengan 33% dari total liputan, diikuti oleh Qatar Airways (27%), Delta Air Lines (27%), dan United Airlines (13%). Namun, di balik sorotan tersebut, ada cerita lain yang terungkap. Meski narasi tentang sponsor mendominasi dengan 334 penyebutan, topik krisis dan gangguan menyusul di angka 300 penyebutan. Ini menunjukkan bahwa obrolan seputar maskapai penerbangan dipengaruhi tidak hanya oleh aktivitas komersial dan keterlibatan penggemar, tetapi juga oleh tekanan operasional dan berbagai kesulitan dalam perjalanan.
Piala Dunia tampaknya telah menciptakan momen perjalanan yang sangat terkonsentrasi. Para maskapai merasakan manfaat dari paparan yang lebih besar, namun juga menghadapi sorotan terkait harga, kehandalan, dan kapasitas terbang.
**American Airlines: Pemimpin Pasar di Bawah Tekanan**
American Airlines menjadi maskapai yang paling banyak dibicarakan dalam liputan perjalanan Piala Dunia, dengan 33% dari total volume editorial. Namun, tekanan operasional menjadi penyebab perhatian yang cukup besar. Narasi krisis dan gangguan mendominasi dengan 206 penyebutan, yang disebabkan oleh keterlambatan penerbangan, pengalihan rute, dan insiden perjalanan terkenal lainnya yang melibatkan media dan tim di berbagai kota tuan rumah.
Narasi sponsor (85 penyebutan) menunjukkan bahwa maskapai ini berperan sebagai mitra perjalanan resmi Piala Dunia, dengan rute yang diperluas, aktivasi bertema, dan layanan premium yang menguatkan perannya dalam turnamen ini. Di sisi lain, pembicaraan mengenai permintaan perjalanan (56 penyebutan) dan harga (56 penyebutan) mencerminkan tekanan akibat volume penumpang yang besar di acara multi-kota ini. Di media sosial, pembicaraan ini juga mencerminkan nuansa negatif sebesar 21,7%, yang sebagian besar terkait dengan gangguan dan masalah kehandalan layanan.
**Qatar Airways: Keterlibatan dan Visibilitas Tinggi**
Qatar Airways turut menyumbang 27% dari liputan media dan mengungguli maskapai lain dalam keterlibatan sosial, dengan menghasilkan 1.700 penyebutan dan 55.400 interaksi. Visibilitas mereka lebih didorong oleh narasi sponsor (242 penyebutan) dan aktivasi merek, termasuk desain pesawat yang mencolok dan kampanye yang terkait dengan turnamen di berbagai bandara dunia. Tawaran loyalitas (134 penyebutan) semakin memperkuat hubungan mereka dengan penggemar, dengan mengaitkan program imbalan Privilege Club mereka dengan pengalaman Piala Dunia, sementara permintaan perjalanan (28 penyebutan) mencerminkan kapasitas rute yang diperluas ke kota-kota tuan rumah di AS.
Meskipun demikian, merek ini juga menghadapi sorotan reputasi yang berkaitan dengan perjalanan elite FIFA dan narasi lebih luas tentang “sportswashing.” Meski begitu, performa di media sosial menunjukkan resonansi yang kuat ketika konten dikaitkan secara visual dengan pengalaman turnamen.
**Delta Air Lines dan United Airlines: Narasi Operasional Mendominasi**
Delta Air Lines (27% dari liputan) dan United Airlines (13% dari liputan) lebih banyak dibahas dalam konteks narasi operasional dan perjalanan, ketimbang kampanye merek yang menonjol. Delta Air Lines banyak dicakup terkait krisis dan gangguan (45 penyebutan), di samping permintaan perjalanan (34) dan harga (24). Liputannya mencerminkan kondisi pasar yang lebih luas dibandingkan aktivitas kampanye mereka. Sentimen sosial secara keseluruhan positif, meski volume rendah, menunjukkan jangkauan yang terbatas daripada keterlibatan yang kuat.
Sementara United Airlines memiliki profil yang lebih kecil namun lebih volatile. Narasi krisis dan gangguan mendominasi pembicaraan (83 penyebutan), yang dipicu oleh insiden operasional yang mempengaruhi media dan tim siaran. Sentimen sosial mereka adalah yang paling negatif di antara keempat maskapai, banyak dikaitkan dengan gangguan dan pengalaman pelanggan yang kurang baik.

