Menjelajahi Route 66: Seorang Turis Merasakan Kembali Keajaiban yang Hilang!
Beranda News Menjelajahi Route 66: Seorang Turis Merasakan Kembali Keajaiban yang Hilang!
News

Menjelajahi Route 66: Seorang Turis Merasakan Kembali Keajaiban yang Hilang!

Bagikan
Bagikan

Jelajahi Keindahan Amerika: Dari Mobil ke Alam

Pindah ke Amerika Serikat saat remaja adalah momen yang bikin skeptis. Dari kecil, penulis sudah berkelana ke berbagai belahan dunia, mulai dari India, Inggris, sampai Saudi Arabia. Ketika sampai di Amerika, budaya pop-nya yang mendominasi seakan bikin penulis bergidik. Bayangin, budaya asal bawa pengaruh luas, sampai bikin mata ini melotot dibuatnya. Tapi setelah tiba di Detroit, kota yang dikenal sebagai tempat lahirnya industri mobil Amerika, pandangan itu mulai bergeser. Di situlah penulis belajar menyetir, dan langsung ngerasain bagaimana naik mobil bisa bikin merasakan kebebasan yang sesungguhnya. Pernah juga, penulis pinjam Ford pickup berwarna teal milik temannya, John, dan berkeliling barefoot di panasnya musim panas Ann Arbor. Rasanya? Seolah bisa pergi ke mana saja, melakukan apa saja.

Sejak saat itu, penulis mulai jatuh cinta dengan petualangan di jalan. Di sepanjang jalan, ada banyak cerita menarik yang diwarnai pengalaman unik. Menyaksikan danau yang tenang di Washington, mencicipi rum buatan sendiri di parkiran di Alpine, Texas, bahkan sering mampir ke bagian Route 66 yang terkenal, jalan legendaris dari Chicago ke Los Angeles. Mitos tentang jalan ini sudah meresap ke dalam budaya pop, dan penulis menyambutnya dengan suka cita melalui film Disney/Pixar, Cars, yang sudah ditonton bareng anak-anak berulang kali. Sekarang, dengan mendekatinya perayaan 100 tahun jalan antar negara bagian ini, penulis pengen banget menjelajahi area kecil antara Flagstaff, Arizona, dan Santa Fe, New Mexico, yang masih jadi misteri.

Sebelum memulai perjalanan, penulis ketemu John di café Sosta di Flagstaff untuk makan siang. John yang sudah lima tahun tinggal di sini memang benar-benar jatuh cinta sama alam sekitar. Penulis yang pernah jalan-jalan ke Grand Canyon pun bisa paham kenapa. Tempat itu sempat bikin penulis terkesima, setelah berpikir itu cuma lubang besar, penulis malah menghabiskan tujuh jam terpesona melihat keindahannya dari berbagai sudut. “Itu juga kenapa aku tinggal di sini,” kata John, sebelum berpisah.

Setelah itu, penulis meluncur ke Walnut Canyon National Park, yang cuma berjarak 10 menit berkendara. Di sini, ada peninggalan gua yang dibangun antara tahun 1100 sampai 1400 oleh suku Sinagua, yaitu kelompok pemburu-pengumpul yang sudah ada sejak sebelum berdirinya 13 suku asli yang saat ini berkaitan dengan daerah tersebut. Saat mendaki dan melihat situs-situs yang masih terawat ini, penulis mulai bertanya-tanya, kenapa kita malah merayakan ulang tahun ke-250 Amerika, padahal orang-orang sudah tinggal di tanah ini selama ribuan tahun. Setelah 30 menit berkeliling, penulis masih merenungkan waktu yang sangat panjang ini sambil melewati ladang batu merah yang berkarat, dengan pemandangan mesa oranye yang menyala di kejauhan. Sampailah di Barringer Crater, hasil dari impact meteor sekitar 50.000 tahun lalu. Tempat ini bisa menampung 20 lapangan sepak bola dengan 2 juta penonton, kata video informasi di pusat pengunjung yang diputar berulang. Penulis berdiri di tepiannya, dan merasa sulit untuk percaya dengan ukuran yang ada.

Perjalanan ini bukan sekadar tentang mobil atau landmark, tapi tentang bagaimana pengalaman, sejarah, dan alam saling terjalin menjadi satu. Setiap petak yang dilalui, setiap tempat yang dijelajahi, ternyata membawa pesona yang luar biasa dalam menjelajahi negara ini. Menyusuri jalanan dengan mobil memberi kebebasan yang tak tergantikan, dan keindahan yang ditemukan di sepanjangnya bikin jiwa ini merasakan kenangan yang indah. Dari perjalanan ini, penulis yakin, setiap orang punya ceritanya masing-masing untuk diceritakan, dan Amerika, dengan segala keragaman serta keindahannya, adalah panggung yang sempurna untuk berbagi kisah-kisah tersebut.

Bagikan
Di tulis oleh
Andika Pratama

Jurnalis travel yang fokus pada perkembangan industri pariwisata nasional.

Artikel Terkait
Vietnam Airlines Perkuat Jejaknya di Belgia Lewat Kerja Sama Bareng APG Inc!
News

Vietnam Airlines Perkuat Jejaknya di Belgia Lewat Kerja Sama Bareng APG Inc!

Vietnam Airlines Resmi Perkuat Hubungan di Belgia dengan APG Inc Vietnam Airlines...

Sneakers Nyaman yang Jadi Teman Perjalanan Para Editor Kami di Seluruh Dunia!
News

Sneakers Nyaman yang Jadi Teman Perjalanan Para Editor Kami di Seluruh Dunia!

Buat para penggemar sneakers yang lagi cari sepatu putih yang stylish dan...

Enthusiastikan Liburanmu: Ensana Fürstenhof di Bad Griesbach Resmi Dibuka Kembali!
News

Enthusiastikan Liburanmu: Ensana Fürstenhof di Bad Griesbach Resmi Dibuka Kembali!

Ensana Fürstenhof: Pembukaan Kembali yang Bikin Betah di Jerman Ensana, grup hotel...

Pulau Terbaik di Amerika Serikat: Pemenang Pilihan Pembaca 2026!
News

Pulau Terbaik di Amerika Serikat: Pemenang Pilihan Pembaca 2026!

Tren datang dan pergi, tapi yang nggak akan pernah berubah adalah semangat...