Kehamilan bisa jadi agak menantang, baik secara fisik, mental, maupun sosial. Ini adalah fase ketika seseorang harus beradaptasi dengan cara hidup yang baru. Meskipun menjadi orangtua adalah pilihan yang disengaja, banyak momen spesial yang kita pilih untuk dirayakan dengan penuh kemeriahan, seperti pernikahan dan memiliki rumah, serta perayaan penting lainnya. Jadi, kenapa tidak merayakan salah satu pengalaman paling mengubah hidup ini?
Bagi sebagian orang yang skeptis, mungkin mereka menganggap “babymoon” (liburan sebelum melahirkan) itu sepele atau mewah. Namun, penulis ingin mengingatkan, liburan ini sangat berharga. Nikmati momen-momen terakhir sebagai pasangan sebelum hadirnya anggota keluarga baru dan nikmati bagaimana tubuh manusia bisa beradaptasi dan berkorban. Seperti halnya memilih nama untuk bayi, liburan yang ideal nggak ada formula bakunya—rencana perjalanan bisa tergantung pada bagaimana pengalaman kehamilan yang dirasakan. Oleh karena itu, penulis menemui beberapa ibu untuk berbagi destinasi liburan favorit mereka, dan mengapa perjalanan ini menjadi kenangan yang tak terlupakan.
Langkahkan Kaki di Prancis
Siapa sih yang berani bilang Paris itu buruk? Makanan Prancis yang menggoda selera, dari kue-kue kelas dunia hingga hidangan bistro, pasti bikin ketagihan. Tapi lebih dari itu, pengalaman kehamilan menjadi lebih berharga dalam pandangan Pujah Shah, Direktur Global Audience Development di Architectural Digest. “Bagiku, penting untuk tetap aktif selama kehamilan, dan Paris membuat semuanya terasa mudah,” katanya. “Menjelajahi lingkungan baru dan museum tidak terasa seperti olahraga, tetapi tetap bikin aku bergerak.” Namun, nggak terus-terusan harus aktif. Luangkan waktu santai dengan piknik di Jardin du Luxembourg, berlayar di sungai Seine, atau menghabiskan malam di opera sambil merasakan glamor Palais Garnier.
Prancis juga punya sistem perawatan kesehatan yang sangat baik, dengan rumah sakit dan apotek yang mudah diakses. Bagi Shah, yang sebelumnya belum pernah ke Prancis, ini adalah dorongan kepercayaan diri untuk merencanakan perjalanan ke luar negeri. “Aku ingin merasakan sesuatu yang baru, merasakan keajaiban pada saat terpenting dalam hidupku. Mengetahui bahwa aku bisa melakukan semua itu sambil tetap memiliki akses ke dokter terbaik di dunia itu sangat berarti,” ungkapnya.
Kalau sudah mendapatkan cuti tambahan dan ingin mengikuti rencana perjalanan lengkap ala Shah, cobalah tambahkan beberapa hari di Nice. Promenade des Anglais yang indah di sana dikatakan “sangat layak untuk dikunjungi”. Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO yang menawarkan udara segar pesisir dan kuliner yang terpengaruh oleh Italia, Nice jadi pilihan yang ideal untuk melengkapi perjalanan terakhir sebelum kelahiran si kecil.
Menikmati keindahan Paris sambil bersantai dan mengisi perut dengan masakan lokal adalah kenikmatan yang patut dicoba. Contohnya, apakah ada yang lebih seru dari mencicipi croissant sambil berjalan-jalan di sekitar Menara Eiffel? Atau merasakan atmosfer romantis saat menjelajahi Montmartre? Setiap sudut kota ini menyimpan keajaiban yang bisa dinikmati, terutama bagi pasangan yang sedang menanti kehadiran bayi mereka.
Begitu banyak hal yang dapat dieksplorasi di Paris, dari museum ikonik seperti Louvre hingga kebun-kebun yang asri. Setiap pengalaman bisa menjadi momen berharga sebelum memulai petualangan baru sebagai orangtua. Betapa beruntungnya mereka yang bisa menikmati babymoon di kota yang sarat akan cinta ini!
Terakhir, jangan lupakan kesempatan memanjakan diri dengan spa kelas atas atau menikmati makanan enak di restoran bintang Michelin. Kehamilan mungkin bisa jadi kasar, tapi bisa juga menjadi waktu yang penuh kemewahan dan kebahagiaan—tidak ada salahnya untuk sesekali mencoba merawat diri sebelum semua perubahan itu datang. Jadi, buatlah setiap detik sebelum bayi lahir jadi momen yang tak terlupakan!

