Merayakan 123 Tahun Bob Hope: Penghormatan di Pearl Harbor Aviation Museum
Pearl Harbor Aviation Museum mengadakan penghormatan yang luar biasa untuk Bob Hope dalam rangka memperingati ulang tahunnya yang ke-123 serta bulan peringatan momen bersejarah lainnya dalam dunia hiburan dan militer—siaran pertamanya untuk militer yang berlangsung di March Field, Riverside, CA.
Bob Hope lahir pada 29 Mei 1903 di Eltham, Inggris. Di usia empat tahun, ia dan keluarganya pindah ke Amerika Serikat dan besar di Cleveland. Seiring waktu, ia menjadi salah satu entertainer terhebat yang pernah ada dan dukungan utama bagi pasukan Amerika selama masa perang.
“Dedikasi tanpa henti dari Bob Hope, bersama penampilan banyak entertainer lainnya, memberikan kenyamanan dan kebahagiaan bagi anggota layanan Amerika selama Perang Dunia II dan seterusnya,” ujar John Hiltz, CEO Pearl Harbor Aviation Museum.
“Museum ini sedang menyiapkan pameran bernama ‘Hope for Humanity’ yang akan menjadi pintu gerbang menuju galeri baru ‘America Responds’,” lanjutnya. “Di sana, pengunjung akan menemukan bagaimana tur USO Bob Hope dan dukungan selebriti Hollywood lainnya seperti Bing Crosby, Clark Gable, dan Bette Davis menjadi sinar harapan di tengah kekacauan Perang Dunia II, sebuah warisan yang masih relevan hingga kini.”
“Kami juga akan menampilkan video ‘Star of the Month’ setiap bulan dengan entertainer yang berbeda yang pernah tampil untuk pasukan kami dan mendukung usaha perang di Perang Dunia II, Korea, dan/atau Vietnam,” tambah Hiltz. “Namun, dari semua yang pernah tampil untuk pasukan kita selama ini, tidak ada yang memiliki dampak sebesar Bob Hope. Banyak tur yang ia jalani membangun semangat dengan memberikan harapan dan kebahagiaan kepada pasukan, juga akan dipamerkan dalam bentuk peta interaktif besar yang menunjukkan berbagai lokasi di mana Bob menghibur pasukan selama lima dekade.”
Pameran “Hope for Humanity” adalah bagian dari kampanye nasional senilai $51 juta bertajuk “Remember Pearl Harbor” yang bertujuan untuk merestorasi Battlefield Penerbangan Perang Dunia II di Amerika dan menceritakan kisah hanggar, menara kontrol, dan landasan pacu di Ford Island yang menjadi saksi otentik serangan pada 7 Desember 1941 yang membawa negara kita masuk ke dalam Perang Dunia II.
Pada 6 Mei 1941—tujuh bulan sebelum serangan Pearl Harbor—Bob Hope berdiri di depan sekelompok prajurit Army Air Corps di March Field untuk apa yang akan menjadi lebih dari 50 tur untuk pasukan Amerika di seluruh dunia, termasuk lebih dari 20 tur Natal. Yang dimulai sebagai siaran radio tunggal berkembang menjadi komitmen enam dekade untuk melayani anggota militer Amerika selama Perang Dunia II, Perang Korea, Perang Vietnam, dan Perang Teluk.
Pada saat siaran di March Field, Hope sudah merupakan sosok radio ternama, membintangi acara Pepsodent yang menduduki peringkat pertama di NBC. Penampilannya awalnya dimaksudkan sebagai siaran rutin di dalam negeri. Namun, sambutan hangat dari para prajurit yang hadir mengungkapkan sebuah kebenaran yang mendalam: tawa adalah aset strategis di ambang perang global.
Hari itu, Hope dengan bijaksana mengamati energi unik dari tampil di hadapan audiens militer, dan keseberatan dalam mendukung pasukan yang mengalir dari momen tersebut mendefinisikannya sebagai patriot sejati Amerika.
Ketika Amerika Serikat memasuki Perang Dunia II setelah peristiwa 7 Desember 1941, Hope membawa acaranya berkeliling—menghadirkan kelompok “bohemian” nya—termasuk penyanyi Frances Langford, komedian Jerry Colonna, gitaris Tony Romano, dan penari Patty Thomas—dengan humor tajam dan relevan ke pangkalan-pangkalan yang bertugas di Eropa, Afrika Utara, dan Pasifik.
Selama enam dekade ke depan, Hope tampil di depan jutaan prajurit Amerika di hutan belantara terpencil, pos-pos beku, kapal induk, dan area staging di padang pasir. Dedikasinya membawanya meraih Medali Emas Kongres dan ditetapkan sebagai “Veteran Kehormatan” pertama Angkatan Bersenjata AS.
Siara 6 Mei 1941 di March Field lebih dari sekadar catatan nostalgia. Itu menandai awal dari hiburan selebriti modern untuk pasukan dan kemitraan institusional antara Hollywood dan militer Amerika yang kemudian diformalisasi melalui organisasi seperti United Service Organizations (USO).
Sejarah mencatat bahwa penampilan Hope di March Field telah menciptakan tradisi baru: menggunakan hiburan sebagai cara untuk mempertahankan semangat, memperkuat persatuan di dalam negeri, dan mengingatkan para anggota layanan bahwa mereka tidak terlupakan.
Delapan puluh lima tahun kemudian, warisan dari siaran tunggal itu masih terasa. Ini menjadi bukti keterikatan yang abadi antara angkatan bersenjata Amerika dengan para seniman yang mendukung mereka—serta seorang komedian yang memahami lebih awal bahwa melayani mereka yang melayani adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab.
Terima kasih untuk kenangan ini, Bob.
Kenangan Bob Hope tentang Siaran Tersebut:
“Kami tidak menyangka akan menemukan penonton yang begitu siap untuk tertawa, sehingga apa yang kami lakukan seolah-olah mencuri uang,” tulis Hope dalam bukunya tahun 1990 “Don’t Shoot, It’s Only Me,” menggambarkan penampilannya di March Field, California pada Mei 1941.
Monolog pembuka Hope berhasil menyentuh hati prajurit di March Field dan audiens di seluruh negeri:
“Selamat datang, ladies and gentlemen. Ini adalah Bob ‘March Field’ Hope—menyampaikan kepada kalian semua tentara yang harus menembak di rawa atau berjalan di semak, jika kalian menggunakan Pepsodent tidak ada yang perlu bor di mulut… Baiklah, kita berada di March Field, salah satu lapangan terbang hebat Angkatan Darat, yang terletak dekat Riverside, California… dan saya ingin mengatakan saya senang berada di sini. Dan sambutan luar biasa yang kalian berikan kepada saya… begitu saya tiba di kamp, saya mendapat penghormatan sepuluh senjata… atau setidaknya begitulah yang mereka katakan di meja operasi. Para prajurit ini sangat senang melihat saya… Ada seorang rookie yang datang berlari dan bertanya, “Apakah kamu benar-benar Bob Hope?” Saya menjawab, “Ya!” — mereka mengambil senjatanya tepat pada waktunya…”

