Penelitian terbaru dari Hurtigruten, pelopor dalam perjalanan pesisir ikonis Norwegia, mengungkapkan bahwa hampir 60% orang Inggris kesulitan untuk benar-benar mematikan diri saat berlibur, walaupun 74% menyadari pentingnya bisa bersantai saat jauh dari rutinitas.
Studi yang melibatkan 2.000 orang dewasa di Inggris ini menunjukkan bahwa ketidakmampuan untuk bersantai saat liburan telah merusak pengalaman mereka (45%). Banyak juga yang rela melakukan perjalanan jauh ke tempat yang lebih sepi (55%) demi bisa benar-benar melepaskan diri.
Psikolog berlisensi Dr. Audrey Tang menjelaskan, “Liburan berhubungan dengan membantu kita hidup lebih sehat secara keseluruhan, termasuk perubahan fisik positif untuk pikiran dan tubuh. Ritme hidup yang lebih lambat saat berlibur mengingatkan sistem saraf kita bahwa kita boleh istirahat, yang memberi ruang untuk terlibat dalam perilaku yang lebih sehat dan menyediakan kesempatan bagi pikiran kita untuk mereset… bahkan meningkatkan kinerja kita saat kembali bekerja!”
Kesulitan untuk melepaskan diri dari rutinitas kerja
Faktanya, banyak pelancong membutuhkan waktu 1-2 hari untuk bisa rileks saat berlibur (31%). Masih banyak yang tak bisa menahan diri untuk tidak mengecek ponsel. Lebih dari dua pertiga (69%) menghabiskan waktu untuk scroll media sosial atau memeriksa pesan dan email setidaknya sekali sehari, sementara hampir sepertiga (34%) mengaku memeriksa email kerja. Yang lebih mengejutkan, 13% merasa diharapkan untuk membalas email kerja saat sedang liburan.
Aktivitas yang membantu kita untuk bisa unplug
Berdasarkan penelitian ini, ada tiga aktivitas utama yang membantu kita untuk bersantai saat berlibur: relaksasi di tepi pantai (56%), menghabiskan waktu berkualitas dengan keluarga dan teman (50%), serta menjelajahi budaya lokal (47%).
Hindari keramaian
Dari hasil survei, 52% orang menghindari tempat-tempat yang mereka duga akan terlalu ramai, dan 43% dari mereka yang paling frustrasi akibat keramaian merasa stres. Ini menjelaskan mengapa 85% dari mereka yang pernah mengalami keramaian merasa sulit untuk melepaskan diri dari rutinitas. Sebagai alternatif, banyak yang memilih tujuan wisata seperti Norwegia sebagai tempat pelarian sejati.
Ketika ditanya mengapa Norwegia dapat membantu mereka untuk unplug, 50% orang Inggris menyebutkan pengalaman uniknya seperti fjord dan Cahaya Utara, sementara 48% merujuk pada keindahan alam dan lanskapnya. Tak hanya itu, 42% percaya bahwa ritme hidup yang lebih lambat di Norwegia akan membantu mereka untuk melepas penat, dan 37% suka dengan gagasan jumlah kerumunan yang lebih sedikit.
“Kami tahu bahwa bagi banyak orang, untuk benar-benar unplug itu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan,” ungkap Hayley Moore, VP Sales & Marketing di Hurtigruten. “Penelitian ini mengonfirmasi betapa banyak dari kita yang bawa pekerjaan, ponsel, dan stres kehidupan sehari-hari saat bepergian. Norwegia menawarkan sesuatu yang berbeda: ruang, alam, dan ritme yang lebih lambat yang memudahkan kita untuk benar-benar bersantai. Perjalanan Hurtigruten dirancang untuk membuat para tamu merasakan perasaan itu begitu mereka naik ke kapal.”
Dr. Audrey Tang juga memberikan lima tips terbaik untuk membantu orang Inggris bisa unplug saat berlibur:
Memang sulit untuk “mematikan” diri, terutama bila tanggung jawab begitu besar. Namun, kadang-kadang solusi yang dibutuhkan lebih praktis daripada psikologis!
Jika Anda perlu tetap terhubung dengan pekerjaan, atur dengan baik! Pastikan orang yang bertanggung jawab sudah diberi tahu, atau pesan otomatis Anda menjelaskan di mana Anda berada dan perbedaan zona waktu yang mungkin memengaruhi waktu balasan. Anda juga bisa menetapkan hari atau jam tertentu untuk melakukan check-in, lalu patuhi, sehingga bisa sepenuhnya hadir dan terhindar dari pekerjaan yang mengganggu liburan.
Ketahui jenis relaksasi yang Anda butuhkan! Mungkin sulit untuk “bersantai” di liburan karena kita tidak selalu tahu apa jenis relaksasi yang kita perlukan. Jika tubuh butuh istirahat fisik, cukup tidur atau hari santai adalah pilihan terbaik. Jika yang diinginkan adalah istirahat mental, tidur mungkin tidak datang dan memaksanya justru bisa menjadikan stres—sebaiknya cari aktivitas yang bisa mengalihkan pikiran, seperti perjalanan sehari atau belajar keterampilan baru. Atau mungkin Anda perlu sedikit waktu sendiri—itu juga bisa membantu!
Tetapkan niat untuk sepenuhnya hadir dalam setiap kegiatan selama liburan. Jika Anda mulai memikirkan pekerjaan, ingatkan diri untuk kembali hadir pada apa yang Anda lakukan dan dengan siapa Anda melakukannya. Anda tidak perlu melakukan meditasi formal, tapi fokuslah pada apa yang terjadi di sekitar dan rasakan pengalaman dengan semua indera Anda. Cara sederhana adalah memanggil kembali fokus Anda ke sesuatu yang bisa Anda nikmati dengan salah satu indera Anda saat pikiran melayang kembali ke kantor!
Nikmati keindahan dan kebesaran alam. Manusia secara naluriah merasa lebih baik saat dikelilingi atau mengalami keindahan alam—seperti kayu, batu, air, dan lainnya yang punya efek menenangkan baik untuk tubuh maupun pikiran. Ambil momen untuk berhenti sejenak, nikmati keindahan bintang, laut, atau bukit yang menggelombang, dapat memberikan rasa kagum dan perspektif baru terhadap betapa kecilnya kita dalam menghadapi dunia.
Jangan lupa sediakan satu hari ekstra saat kembali. Banyak yang bercanda tentang butuh liburan setelah liburan—tetapi memiliki satu hari untuk mempersiapkan kembali ke pekerjaan bisa memberi sedikit ruang bernafas dan mencegah pikiran untuk mulai berkerumun di jam-jam terakhir liburan. Gunakan waktu tambahan tersebut untuk merapikan pakaian atau menyiapkan makan siang agar pagi pertama kembali bisa berjalan dengan lancar. Tahan godaan untuk “memeriksa” kantor, ingatkan pada diri sendiri jika ada yang sudah bertahan selama ini, kemungkinan besar bisa menunggu satu malam lagi!

