Hantavirus memang sering jadi perhatian, terutama ketika menyangkut kesehatan manusia. Dokter Carla McWilliams, kepala penyakit menular di Cleveland Clinic Weston Hospital, menjelaskan, “Hantavirus biasanya menyebar melalui kontak dengan urine, kotoran, atau air liur tikus, terutama jika terkena gigitan.” Meskipun ada laporan penularan dari manusia ke manusia, kejadian ini terbilang sangat jarang.
Saat ini, belum ada pengobatan khusus untuk hantavirus. Namun, rumah sakit bisa memberikan perawatan suportif, seperti bantuan pernapasan dan ventilasi bagi mereka yang mengalami gejala pernapasan berat. CDC menekankan pentingnya memulai perawatan sesegera mungkin untuk meningkatkan peluang pemulihan.
Apakah wabah hantavirus berasal dari kapal pesiar?
Pejabat kesehatan internasional menduga bahwa infeksi awal hantavirus terjadi sebelum penumpang naik ke kapal pesiar di Argentina pada tanggal 1 April. Menurut Kerkhove dari WHO, “Dengan masa inkubasi hantavirus yang bisa berkisar antara satu hingga enam minggu, kami berasumsi bahwa mereka terinfeksi sebelum naik kapal, mungkin saat melakukan aktivitas di darat.”
Laporan WHO mencatat, “Kasus 1 dan 2 telah berwisata di Amerika Selatan, termasuk Argentina, sebelum mereka naik kapal pesiar pada 1 April 2026.” Namun, sejauh mana kontak penumpang dengan satwa liar lokal selama perjalanan, atau sebelum naik di Ushuaia, masih belum bisa dipastikan.
Meski penularan antar manusia tidak bisa sepenuhnya dikesampingkan, peluangnya terbilang sangat langka. Kerkhove menyebutkan, masih ada kemungkinan penularan antar manusia terjadi di antara orang-orang terdekat, seperti pasangan suami istri yang meninggal dan beberapa penumpang lain yang berbagi kabin.
Apakah pelancong harus khawatir tentang potensi penyebaran hantavirus?
Menurut Dr. Daniel Kuritzkes, seorang ahli penyakit menular di Mass General Brigham, “Penularan hantavirus dari orang ke orang sangat jarang, dan diketahui hanya terjadi dengan satu strain saja.” Strain tersebut, yang dikenal sebagai hantavirus Andes, endemik di Chile dan Argentina. Meskipun kapal pesiar ini berangkat dari Argentina, McWilliams mengingatkan, “Terlalu dini untuk menarik kesimpulan dari apa yang terjadi di kapal ini.”
Walaupun WHO masih menyelidiki kemungkinan penularan antar manusia di kapal tersebut, fenomena ini tetap jarang terjadi dan kecil kemungkinan akan berlanjut di luar kapal. Selain itu, Kuritzkes juga menekankan bahwa kontak dekat, bukan sekadar kontak santai, menjadi faktor penting dalam penularan virus ini. Ia mengutip satu penelitian yang menunjukkan bahwa droplet pernapasan—bukan aerosol—yang kemungkinan menjadi penyebab penularan manusia yang langka. “Hal ini penting karena droplet cepat mengendap dan cenderung tidak menginfeksi orang yang kebetulan berada di ruangan yang sama,” ujarnya.
Secara keseluruhan, para ahli meyakini situasi saat ini akan tetap terisolasi di kapal pesiar. Dalam kasus penularan hantavirus antar manusia di masa lalu, karantina segera berhasil mengendalikan wabah, seperti yang dijelaskan oleh Kuritzkes. “Kemungkinan wabah saat ini akan berkembang menjadi epidemi yang lebih luas sangat rendah,” tambahnya.
Apakah pelancong perlu mengambil langkah-langkah pencegahan khusus saat mengunjungi Argentina atau Amerika Selatan?
Pelancong tidak perlu membatalkan perjalanan ke Amerika Selatan atau mengambil langkah-langkah di luar tindakan pencegahan keselamatan yang normal. “Tidak ada alasan untuk khawatir tentang perjalanan ke Argentina, tetapi orang-orang harus berhati-hati saat mengunjungi tempat-tempat di mana tikus mungkin bersarang,” kata Kuritzkes. “Orang-orang yang menginap di hotel biasa, makan di restoran, dan mengunjungi atraksi wisata biasanya memiliki risiko yang sangat minim untuk terpapar hantavirus.”
McWilliams menyarankan, pelancong harus tetap mengikuti pedoman kesehatan dasar, seperti menghindari area dengan sanitasi yang buruk dan tempat-tempat yang terlihat banyak tikus. “Untuk pencegahan, penting untuk memastikan praktik sanitasi yang baik, sistem ventilasi yang memadai, dan pengendalian populasi tikus agar tidak terjadi penularan,” tuturnya.

