Di sudut terpencil Jepang, tepatnya di kota Obihiro yang terletak di Hokkaido, seorang reporter pecinta sauna dan pemandian air panas, Seiji Nakazawa, sedang bersiap untuk kembali ke Tokyo. Namun, sebelum itu, ia tak bisa menahan diri untuk menikmati sedikit relaksasi terakhir. Ia berbincang dengan beberapa penduduk lokal untuk mencari pemandian air panas yang terbaik dan mendapatkan rekomendasi Oberiberi Hot Spring Suikoen.
Tempat ini sudah ada sejak tahun 1922, jadi bisa dibayangkan seberapa legendarisnya. Meski jaraknya sekitar 10-20 menit naik bus dari Stasiun Obihiro, atau 40 menit berjalan kaki, tempat ini memang agak sulit dijangkau.
Setibanya di sana, Seiji merasa senang karena tidak ada kesan kumuh sama sekali. Sebaliknya, pintu otomatis dan lantai kayu yang halus memberikan nuansa modern yang cukup menyegarkan. Seiji mungkin tidak mencari suasana modern dalam pemandian air panas, tapi kebersihan bangunan ini menjadi nilai plus yang sangat menyenangkan.
Seiji sudah terbiasa dengan super sento di Tokyo yang harga masuknya cukup bersahabat — biasanya sebuah fasilitas besar untuk relaksasi dan hiburan dengan berbagai jenis bak mandi dan sauna, sering kali tersebar di beberapa lantai, bahkan kadang juga berfungsi sebagai alternatif hotel yang murah. Namun, biaya masuk di Suikoen terasa sangat murah. Dengan harga hanya 630 yen, yang sudah termasuk sewa handuk wajah dan handuk mandi, ini seperti penawaran yang menggoda untuk dikunjungi setiap hari. Jika sering berkunjung, pengunjung bisa membeli buku berisi 11 tiket seharga 5,000 yen.
▼ Kalau bawa handuk sendiri, biaya masuknya cuma 500 yen.
Dengan harga segitu, Seiji merasa bisa mengunjungi tempat ini setiap hari, bahkan walaupun fasilitas yang ada tidak terlalu mengesankan. Tapi, ia terkejut dengan fasilitas yang ada di area mandi. Di dalam ruangan, ada kolam besar seperti pemandian air panas dari telaga.
Pemandian air panas ini kaya akan manfaat mineral dari lapisan bumi. Tapi, pemandian moor berfungsi sedikit berbeda, lebih bersifat botanis. Dulu, tanaman liar yang lebat tumbuh di tepi Sungai Tokachi, yang seiring waktu membentuk lapisan lignit. Air panasnya menyaring melalui lapisan-lapisan ini, menghasilkan air berwarna cokelat kemerahan, yang kaya akan bahan organik dari tanaman. Asam humat dan fulvat yang terkandung di dalamnya dikenal sangat lembut di kulit dan melembabkan.
Pemandian di luar juga seluas pemandian di dalam, dan ruang sauna pun sangat nyaman. Seiji menjalani semua rangkaian aktivitas sauna, mulai dari ruang sauna sebelum terjun ke dalam kolam dingin. Setelah itu, ia bersantai di kursi malas di luar untuk menikmati udara segar. Ada seseorang di kursi sebelahnya yang terus-menerus mengeluarkan suara nyaman dan relaksasi. Seiji biasanya akan merasa sedikit terganggu, tapi kali ini ia merasa setuju: rasanya memang menyegarkan.
Ruang sauna diatur pada suhu sekitar 90 derajat Celsius, sedangkan suhu air dinginnya kemungkinan sekitar 15 derajat Celsius. Air dinginnya terasa menyerap ke dalam tubuh Seiji, dan karena tidak ada rasa ketajaman yang menyengat, pengalaman ini sangatlah menyenangkan. Dalam perjalanannya keluar, Seiji melihat tanda yang menjelaskan bahwa nama “Suikoen” berasal dari bagaimana air sumber dingin di daerah ini tampak berkilau.
▼ Suikoen ditulis dengan karakter kanji untuk “air” (水), “berkilau” (光), dan “taman” (園), namun tidak memiliki karakter kanji untuk air panas (湯) yang biasanya ada di nama pemandian air panas.
Dengan air dingin yang bersinar dan air panas yang melembabkan, keduanya menciptakan pengalaman yang belum pernah dialami Seiji sebelumnya. Tempat ini benar-benar memungkinkan pengunjung merasakan manfaat alam melalui kulit mereka.
Informasi Lokasi
Oberioberi Onsen Suikoen / オベリベリ温泉水光園
Alamat: Hokkaido, Obihiro-shi, Higashi 10-jo Minami, 5-chome, 6-banchi
北海道帯広市東10条南5丁目6番地
Buka: 11.00–23.00 WIB
Tutup: Hari Tahun Baru
Website
Foto ©SoraNews24

