Virus Andes adalah topik hangat yang belakangan ini menjadi perhatian publik. Masa inkubasi virus ini, yaitu waktu antara infeksi dan munculnya gejala, biasanya berkisar antara dua hingga empat minggu. Namun, bisa jadi gejalanya baru muncul hingga enam minggu setelah terpapar. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan kemungkinan bahwa lebih banyak kasus bisa dilaporkan mengingat periode ini.
Apa Penyebab Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar?
Pihak kesehatan internasional meyakini bahwa infeksi hantavirus pertama kali terjadi sebelum para penumpang naik ke kapal pesiar di Argentina pada 1 April. Dua pasien pertama yang terinfeksi adalah pasangan suami istri asal Belanda yang melakukan perjalanan birdwatching melalui Argentina, Chile, dan Uruguay, mengunjungi tempat-tempat di mana rodentia pembawa hantavirus Andes umumnya ditemukan. Dari sana, virus ini tampaknya menyebar ke kontak dekat di atas kapal dan bahkan kepada anggota staf medis kapal.
Apakah Para Traveler Harus Khawatir dengan Penyebaran Hantavirus?
Meski ini adalah insiden serius, Ghebreyesus menilai risiko kesehatan masyarakat sangat rendah. Kontak dekat, bukan sekadar kontak biasa, tampaknya jadi faktor penting dalam penularan virus ini. Dokter Daniel Kuritzkes, seorang dokter senior di Divisi Penyakit Menular di Mass General Brigham, merujuk pada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa droplet pernapasan—bukan aerosol—yang menjadi penyebab kasus penularan manusia yang langka. “Artinya, droplet cepat jatuh dan kurang mungkin menulari orang yang hanya kebetulan ada di ruangan yang sama,” jelas Kuritzkes.
Secara keseluruhan, para ahli memprediksi situasi ini akan tetap terisolasi bagi para penumpang kapal pesiar dan kontak dekat mereka. Dalam kasus penularan hantavirus sebelumnya, pengendalian wabah bisa dilakukan dengan cepat setelah karantina, tutur Kuritzkes. “Kemungkinan wabah kali ini akan berkembang menjadi epidemi yang lebih luas sangat rendah,” tegasnya.
Haruskah Traveler Mengambil Langkah Khusus Jika Mengunjungi Argentina atau Amerika Selatan?
Traveler tidak perlu membatalkan trip ke Amerika Selatan atau mengambil langkah ekstra kecuali untuk melakukan pengamanan normal. “Tidak ada alasan bagi orang untuk khawatir bepergian ke Argentina, tetapi harus berhati-hati saat mengunjungi tempat di mana rodentia mungkin bersarang,” kata Kuritzkes. “Orang yang menginap di hotel standar, makan di restoran, dan berkunjung ke tempat wisata umumnya memiliki risiko minimal untuk terinfeksi hantavirus.”
Penting bagi para traveler untuk mengikuti pedoman kesehatan dasar, seperti menghindari area dengan praktik sanitasi yang buruk serta area yang terlihat ada rodentia, saran McWilliams. “Untuk pencegahan, penting memiliki praktik sanitasi yang baik, sistem ventilasi yang memadai, dan memastikan rodentia dibasmi secara efektif agar tidak terjadi penularan,” ungkapnya.
Otoritas kesehatan sedang menggali kemungkinan bahwa kasus-kasus pertama berasal dari Amerika Selatan. Namun, traveler di wilayah tersebut tidak perlu panik. “Yang perlu diingat adalah belum ada bukti bahwa ada wabah hantavirus yang meluas di Argentina, jadi jika paparan asli dari orang pertama yang sakit memang terjadi di darat, itu adalah peristiwa yang sangat tidak biasa,” kata Kuritzkes lagi.
McWilliams menegaskan bahwa para penumpang kapal pesiar harus selalu mengikuti praktik kesehatan terbaik selama di atas kapal. Para traveler harus menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan secara rutin, terutama sebelum makan, dan segera mencari bantuan medis dari dokter kapal jika merasa tidak enak badan.
“Sektor kapal pesiar sudah banyak berkembang dan umumnya menerapkan banyak langkah pengaman untuk memastikan perjalanan yang aman bagi penumpang,” tambah McWilliams.
Ini adalah berita yang sedang berkembang dan akan diperbarui dengan informasi lebih lanjut.

