Opodo, agen perjalanan daring terkemuka bagian dari keluarga eDreams ODIGEO, baru saja merilis hasil survei terbaru yang menggali kebiasaan penumpang di bandara. Dalam survei ini, yang melibatkan 9.000 responden dari berbagai belahan dunia, termasuk 2.000 dari Inggris, terungkap berbagai hal yang bikin penumpang pusing, dari antre hingga meninggalkan sampah. Yuk, kita ulas lebih dalam hasil polling ini!
Check In:
Opodo bertanya kepada responden seberapa awal mereka tiba di bandara. Apakah mereka menunggu lama atau malah mepet? Data global menunjukkan:
- 59% merasa lebih nyaman tiba lebih awal, meski harus menunggu.
- 36% tiba sesuai rekomendasi dari maskapai.
- Hanya 4% yang datang mepet waktu penerbangan, lebih memilih nekat daripada mubazir.
Khusus di Inggris, mayoritas (58%) memilih tiba lebih awal. 36% lainnya sesuai rekomendasi maskapai, sementara 5% menunggu hingga detik-detik terakhir. Menariknya, pria lebih cenderung menunggu hingga terakhir dibandingkan wanita (6% vs 3%). Orang London juga yang paling nekat, dengan 9% siap berlari di bandara agar tidak ketinggalan pesawat, sedangkan hanya 1% dari wilayah South West berani bersikap begitu.
Take-off:
Survei juga menggali bagaimana responden merespons ritual sebelum boarding. Apakah mereka lebih suka duduk menunggu dipanggil atau langsung antre? Hasilnya cukup menggembirakan:
‘The Sitter’
Secara global, 48% lebih suka duduk hingga kelompok mereka dipanggil. Mereka biasanya mengamati kerumunan sambil menilai orang lain. Di Inggris, 51% setuju untuk menunggu. Uniknya, 55% dari mereka yang berusia di atas 65 tahun lebih suka menunggu dibandingkan dengan hanya 29% di usia 18-24 tahun. Selain itu, 51% pria dan wanita Inggris juga setuju untuk tetap duduk.
‘The Hoverer’
23% secara global menganggap diri mereka sebagai ‘Hoverers’, yang selalu siap untuk bergabung di antrean. Di Inggris, angkanya mirip, dengan 22% tergolong hoverers. Dari 22% ini, 24% adalah wanita dan 20% pria. Secara regional, 30% dari East Midlands dan 26% dari Northern Ireland termasuk dalam kategori ini.
‘The Pre-Queuer’
12% global mengaku bergabung antaran tidak resmi untuk mendapatkan tempat bagus. Di Inggris, hanya 9% yang melakukan ini, namun 15% orang Jerman dan Italia tergolong pre-queuer. Remaja 18-24 tahun di Inggris lebih aktif antre terlebih dahulu (24%), dibandingkan hanya 7% dari mereka yang berusia 65 tahun ke atas.
‘The Anti-Queuer’
11% lebih memilih untuk naik pesawat paling akhir, tak terganggu dengan kapan mereka di dalam. Di Inggris, 17% dari Skotlandia dan 16% dari Wales memilih untuk menunggu hingga menit terakhir.
Apa yang Bikin Penumpang Kesal?
Paling terakhir, Opodo menanyakan tentang hal-hal yang paling mengganggu mereka saat di bandara, seperti ada yang memotong antrean, meninggalkan sampah, atau suara koper yang menggelinding. Hasilnya cukup mengejutkan:
- Orang yang memotong antrean saat di keamanan atau boarding sangat mengganggu 48% responden secara global, dan 51% dari Inggris serta Prancis.
- Memblokir kursi di bandara dengan barang-barang mereka saat kursi kosong sangat menjengkelkan bagi 45% responden global dan 52% dari Inggris.
- 42% merasa terganggu dengan sampah yang ditinggalkan di pintu masuk atau kursi.
- 40% terganggu dengan mereka yang berbicara keras di telepon atau loudspeaker.
- 19% menganggap orang yang terlalu dekat dengan area pengambilan bagasi sangat mengganggu.
- 9% tersentuh dengan suara koper yang mencicit atau saling menabrak.
Itu dia gambaran kebiasaan penumpang di bandara yang sering kali bikin geleng-geleng kepala. Memahami perilaku ini bisa jadi kunci untuk pengalaman perjalanan yang lebih baik, kan? Siapa tahu informasi ini bisa membantu kita lebih mawas diri saat terbang selanjutnya!
